Lumajang — Semangat kepedulian dan pengabdian kembali ditunjukkan Korem 083/Baladhika Jaya melalui pelaksanaan Karya Bhakti terpadu dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD ke-80 Tahun 2025. Mengangkat tema besar “TNI AD Manunggal dengan Rakyat Untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju,” kegiatan ini berlangsung di Lapangan Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (11/12/2025).
Sebanyak 550 personel dikerahkan dalam aksi kemanusiaan berskala besar ini, yang dipimpin langsung oleh Danrem 083/BDJ, Kolonel Inf Kohir. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap masyarakat Lumajang yang beberapa waktu terakhir dilanda bencana alam.

Momentum Penguatan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Dalam amanatnya, Kolonel Inf Kohir menegaskan bahwa Karya Bhakti bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
“Hari ini kita berkumpul di Lapangan Supiturang dalam rangka Karya Bhakti memperingati Hari Juang TNI AD. Mari jadikan momentum ini untuk semakin dekat dengan rakyat, karena TNI lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,” ujarnya di hadapan ratusan prajurit dan warga yang hadir.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kesempatan dapat turut serta dalam kegiatan yang sarat nilai pengabdian dan kemanusiaan tersebut.
Belajar dari Bencana: Peduli Alam untuk Masa Depan
Kolonel Kohir juga menyinggung peristiwa bencana alam yang melanda wilayah Candipuro dan Pronojiwo. Ia menekankan bahwa kejadian itu harus dijadikan pelajaran berharga agar masyarakat semakin peduli pada kelestarian lingkungan.
“Apa yang terjadi beberapa waktu lalu hendaknya menjadi pelajaran. Ketika kita peduli pada alam, maka alam pun akan lebih peduli kepada kita,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, namun juga harus menjadi refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Tema Hari Juang: Komitmen Nyata TNI untuk Masyarakat
Lebih lanjut, Danrem menegaskan bahwa tema Hari Juang TNI AD tahun ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi dari komitmen TNI AD untuk terus berada di garda depan membantu masyarakat.
“Tema ini bukan sekadar ucapan, tetapi komitmen dalam meningkatkan peran prajurit di lapangan agar lebih berdaya guna dalam membangun bangsa. Semua yang kita cita-citakan hanya dapat terwujud dengan kebersamaan,” ujarnya.
Melalui karya bhakti terpadu ini, TNI ingin memastikan bahwa pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan masyarakat mendapatkan perhatian yang benar-benar dibutuhkan.
Ajak Prajurit dan Warga Berikan Pelayanan Terbaik
Di penghujung amanatnya, Kolonel Kohir mengajak seluruh prajurit serta masyarakat untuk melaksanakan kegiatan Karya Bhakti dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
“Mari kita laksanakan kegiatan Karya Bhakti ini dengan semangat dan penuh tanggung jawab. Kebersamaan seperti inilah yang akan mempercepat pemulihan pascabencana,” tutupnya.
Kegiatan Karya Bhakti ini mencakup perbaikan fasilitas umum, pembersihan lingkungan, normalisasi akses warga, hingga membantu masyarakat yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Kehadiran 550 personel TNI AD menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga kuat, terutama dalam situasi-situasi kemanusiaan.
(Bambang/Pendim 0821)
















