Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Pemerintah

Gandeng PT Paiton Energy, PMI Probolinggo Latih 34 Relawan untuk Antisipasi KLB

badge-check


					Gandeng PT Paiton Energy, PMI Probolinggo Latih 34 Relawan untuk Antisipasi KLB Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net — Upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat kembali diwujudkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo melalui kolaborasi strategis bersama PT Paiton Energy. Kedua pihak menggelar pelatihan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) yang berlangsung di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo selama empat hari, Senin–Kamis (24–27/11/2025).

Pelatihan ini diikuti 34 peserta yang terdiri atas 10 anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Probolinggo, 10 anggota Tim SIBAT Desa Dringu, 10 anggota Tim SIBAT Desa Kedungdalem, serta perwakilan dari PMI Kabupaten Probolinggo, PIC SIBAT, PIC Promosi Kesehatan, Kepala Markas PMI, dan pengurus PMI Kabupaten Probolinggo.

Gandeng PT Paiton Energy, PMI Probolinggo Latih 34 Relawan untuk Antisipasi KLB

Materi Mendalam: Dari Dasar Kepalangmerahan hingga Simulasi Lapangan

Para peserta dibimbing langsung oleh narasumber dari PMI Pusat Jakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Mereka membawakan modul-modul komprehensif, mulai dari konsep dasar kepalangmerahan, mobilisasi masyarakat, keterlibatan masyarakat dan akuntabilitas (CEA), hingga materi mengenai Protection Gender and Inclusion (PGI).

Materi inti terkait penanganan KLB dibagi dalam empat modul pokok, meliputi:

  • pemahaman dasar KLB,
  • prinsip pengendalian,
  • tindakan lapangan, serta
  • perangkat pengendalian KLB.

Tidak hanya itu, peserta juga menerima pengantar surveilans kesehatan manusia dari Dinas Kesehatan, serta surveilans kesehatan hewan yang disampaikan Dinas Pertanian. Penguatan konsep Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) juga menjadi fokus, mencakup penyusunan definisi kasus, pencatatan dan pelaporan, hingga pembentukan mekanisme aksi cepat masyarakat.

Untuk mematangkan kemampuan teknis, panitia menghadirkan sesi role play sistem informasi SBM, praktik pengolahan data proteksi, serta simulasi lapangan sebagai bagian dari uji kesiapsiagaan para peserta menghadapi potensi KLB di wilayah masing-masing.

Dibuka Langsung Ketua PMI Probolinggo

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho W.D., didampingi perwakilan PT POMI-PE, serta jajaran dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, dr. Adi menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas deteksi dini di tingkat desa.

“Kejadian Luar Biasa dapat muncul kapan saja dan kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Melalui surveilans berbasis masyarakat, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat karena masyarakat adalah pihak pertama yang melihat adanya perubahan pola penyakit,” ujarnya.

Adi menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bukti sinergi positif antara PMI, pemerintah daerah, dan PT Paiton Energy melalui program CSR dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap potensi ancaman kesehatan.

“Kami ingin relawan dan kader desa memiliki pengetahuan dasar, kemampuan assessment, dan kecakapan pelaporan yang baik. Dengan koordinasi lintas sektor, respons terhadap KLB bisa lebih cepat dan tepat,” katanya.

Target: Lahirnya Kader Deteksi Dini di Desa

Menurut dr. Adi, PMI menargetkan terbentuknya kader deteksi dini KLB di tingkat desa, peningkatan pemahaman peserta dalam pelaksanaan SBM, serta tersusunnya rencana tindak lanjut (RTL) pascapelatihan. Peningkatan koordinasi lintas sektor juga menjadi fokus utama untuk memastikan alur pelaporan dan penanganan KLB berjalan cepat dan terstruktur.

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi wilayah program SIBAT.

“Dengan meningkatnya kapasitas relawan dan masyarakat, Kabupaten Probolinggo diharapkan lebih siap menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan ke depan,” pungkasnya.

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Miris. Diduga Kepala BKSDA Sulteng, Mandul, Takut Evaluasi Personilnya, Buktinya Masih Ada Yang Beraktifitas

31 Maret 2026 - 07:39 WIB

Miris. Diduga Kepala BKSDA Sulteng, Mandul, Takut Evaluasi Personilnya, Buktinya Masih Ada Yang Beraktifitas

Pj Kades Bulupandak Dilantik, Camat Gading Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan Desa

31 Maret 2026 - 07:32 WIB

Pj Kades Bulupandak Dilantik, Camat Gading Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan Desa

Integritas Kepala BKSDA Sulteng Dipertanyakan, Apakah Punya Nyali Atau Tidak, Evaluasi Personil Bahkan Mutasi Ke Papua, Guna Pembinaan Jiwa Nasionalisme.

30 Maret 2026 - 17:18 WIB

Integritas Kepala BKSDA Sulteng Dipertanyakan, Apakah Punya Nyali Atau Tidak, Evaluasi Personil Bahkan Mutasi Ke Papua, Guna Pembinaan Jiwa Nasionalisme.

Membuka Fakta dan Data Insiden Ngadisari: Aturan Disepakati Warga Sebelum Kejadian, Kades dan Perangkat Kooperatif Jalani Proses Hukum

29 Maret 2026 - 18:44 WIB

Membuka Fakta dan Data Insiden Ngadisari: Aturan Disepakati Warga Sebelum Kejadian, Kades dan Perangkat Kooperatif Jalani Proses Hukum

Pemerintah Gagal Pemetaan Evaluasi Saluran Air Ke Sungai Babakan, Ketanggungan Darurat Banjir

29 Maret 2026 - 11:03 WIB

Pemerintah Gagal Pemetaan Evaluasi Saluran Air Ke Sungai Babakan, Ketanggungan Darurat Banjir
Trending di Kabar Viral