Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Desa Sumuran Keluhkan Kualitas Pekerjaan Jalan Rabat Beton

badge-check

**Batang Toru** – Kamis (27/6/2024), Pembangunan jalan rabat beton yang didanai oleh CSR PT A.R dengan anggaran sebesar Rp 503.800.000 tahun 2024, berlokasi di Dusun Aek Sirara, Jalan Lubuk Tano, Desa Sumuran, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menuai keluhan dari warga setempat.

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Desa Sumuran Keluhkan Kualitas Pekerjaan Jalan Rabat Beton

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Desa Sumuran Keluhkan Kualitas Pekerjaan Jalan Rabat Beton

Jalan rabat beton sepanjang 1.150 meter dengan lebar 0,80 meter dan ketebalan 15 cm dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Warga mengeluhkan bahwa di tengah jalan hanya ditimbun menggunakan sertu, sehingga diprediksi akan mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Salah seorang warga mengatakan, “Jalan ini bisa kembali seperti pembangunan 15 tahun yang lalu jika dikerjakan seperti ini.”

Warga juga menjelaskan bahwa Jalan Lubuk Tano memiliki peran strategis, menghubungkan dua kecamatan, Batang Toru dan Sangkunur. “Kami warga bergotong royong membuka jalan ini agar bisa dilalui mobil pengangkut hasil panen dan memudahkan akses kendaraan yang berlawanan arah,” ujar seorang warga.

Sebelum dana CSR turun, warga sudah meminta kepada kepala desa untuk mengadakan rapat pembangunan agar dana sesuai dengan kebutuhan pembukaan jalan. “Namun, jika pembangunan jalan tetap seperti ini, bagaimana nantinya jika mobil berlawanan arah harus lewat? Jalannya jelas berat karena bermuatan hasil panen warga,” tambah warga tersebut.

Lebih lanjut, warga mengungkapkan keanehan dalam pekerjaan jalan rabat beton di Dusun Aek Sirara. “Jalan cor rabat sebelah kiri disusun dengan batu baru dicampur semen, sedangkan sebelah kanan hanya menggunakan bahan sertu. Ini sangat aneh dan diduga tidak sesuai dengan ukuran dan spesifikasi yang ditentukan,” kata seorang warga.

Hasil investigasi lapangan yang didampingi warga memperkuat dugaan bahwa bangunan tidak sesuai dengan bestek atau spesifikasi dan rancangan anggaran belanja (RAB). Meskipun lokasinya satu tempat, terdapat perbedaan teknik pekerjaan yang mencolok. “Apakah pekerjaan cor rabat beton ini tidak dikaji sejak awal oleh PT A.R?” tanya warga.

“Jika penyaluran dan pengelolaan CSR terjadi penyimpangan hukum seperti penyalahgunaan wewenang yang berdampak pada kerugian negara atau daerah, maka perbuatan tersebut bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Perusahaan harus melaporkan kegiatan CSR secara tertulis dan menyebarluaskannya,” tutup koordinator wilayah Tabagsel.

(Korwil-Tabagsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gagal Bayar karena Musibah, Berujung Laporan Pidana: Dedy Luqman Hakim Pertanyakan Arah Penegakana

30 Mei 2026 - 20:42 WIB

Gagal Bayar karena Musibah, Berujung Laporan Pidana: Dedy Luqman Hakim Pertanyakan Arah Penegakana

Tramadol hingga Alprazolam Diduga Beredar Bebas di Kebon Jeruk, Warga Khawatir Generasi Muda Jadi Korban

30 Mei 2026 - 14:29 WIB

Tramadol hingga Alprazolam Diduga Beredar Bebas di Kebon Jeruk, Warga Khawatir Generasi Muda Jadi Korban

Baru Tiga Tahun Dibangun, Jembatan Cinyawang di Cilacap Mulai Amblas, Pengguna Jalan Khawatir Picu Kecelakaan

30 Mei 2026 - 14:03 WIB

Baru Tiga Tahun Dibangun, Jembatan Cinyawang di Cilacap Mulai Amblas, Pengguna Jalan Khawatir Picu Kecelakaan

Viral Asap PT NESR Tuban, Warga Murka: “Coba Hirup Sendiri Sampai Sesak Napas!”

30 Mei 2026 - 00:10 WIB

Viral Asap PT NESR Tuban, Warga Murka: “Coba Hirup Sendiri Sampai Sesak Napas!”

Diminta APH Periksa Pemilik Cafe Bandung Serta Pemcam Bertanggung Jawab, Dugaan Liver Ledis/LC, Tiba – Tiba Meninggal Dunia, Wow

29 Mei 2026 - 21:27 WIB

Diminta APH Periksa Pemilik Cafe Bandung Serta Pemcam Bertanggung Jawab, Dugaan Liver Ledis/LC, Tiba - Tiba Meninggal Dunia, Wow
Trending di Kabar Viral