JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 28 September 2026, Dari tangan pelaku diamankan sebuah kunci apartemen Mediterania Marina Residence Tower, Jakarta Utara. Jakarta ( ) – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis baru yakni Etomidate seberat lima kilogram (5 kg) asal Malaysia.
Keterangan yang tercatat menyebut Menurut Wu, barang-barang yang disita oleh penyidik sudah berada di apartemen sejak dia tiba. Polisi tangkap empat WNA, satu WNI terkait peredaran narkoba etomidate Polisi sebut bahan baku narkoba etomidate dibawa pelaku dari China Polisi ungkap penyekapan dan peredaran narkoba oleh WNA di Jakut Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .
Data lain dalam laporan menunjukkan Eko Hadi Santoso mengatakan barang bukti 5 kg Etomidate berupa serbuk itu melibatkan jaringan internasional dijalankan oleh lima warga negara asal Malaysia, satu WNI dan satu warga negara Tiongkok. Eko menjelaskan penindakan ini berawal dari informasi lima orang WNA Malaysia diamankan oleh DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta pada Jumat (25/9). Dari hasil pemeriksaan awal, masing-masing WNA yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Indonesia, diamankan petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta karena membawa dua bungkus serbuk yang diduga Etomidate sekitar 500 gram per bungkus. Secara keseluruhan ditemukan 10 bungkus dengan berat bruto 5 kg. Wu Song ini berada di Indonesia sejak 19 September 2026 dan tinggal du unit apartemen tersebut," ungkapnya.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Irjen Pol. Kelima WNA Malaysia tersebut adalah Mohammad Zulhusni bin Ab Salin, Nur Aisyah binti Abdullah, Emanuel bin Harry, Prince Alvin Robin, Muhammad Adam bin Julle, berperan sebagai kurir. Sedangkan WNA Tiongkok bernama Wu Song, yang berperan sebagai kurir dan menguasai clandestine lab. Seorang WNI bernama Satria Surya Sumantri berperan sebagai supir. Barang tersebut disembunyikan di bagian insole sepatu.
Serbuk tersebut diuji laboratorium oleh Bea Cukai positif mengandung Etomidate," katanya. Berdasarkan hasil keterangan para WNA, diperoleh informasi bahwa mereka diperintahkan seorang wanita yang dipanggil "Madam" untuk membawa Etomidate dari Malaysia ke Indonesia. Kelima WNA Malaysia ini berkomunikasi dengan "Madam" melalui aplikasi komunikasi Telegram. Perintah awal setiba di Jakarta, berkumpul di Yello Hotel Harmoni Jakarta untuk mengumpulkan semua sepatu yang berisi serbuk Etomidate ke dalam koper berwarna merah untuk diserahkan kepada WNA Tiongkok Wu Song. Polda Metro Jaya tangkap WNA Malaysia pembuat etomidate di Jaksel Berdasarkan keterangan tersebut, tim penyidik lantas menangkap Wu Song. Tim lalu melakukan pengembangan ke apartemen tersebut yang diduga dijadikan laboratorium rahasia (clandestine lab) oleh jaringan tersebut. Hasil penggeledahan terbukti di dalam apartemen tersebut ditemukan beberapa kelengkapan dan peralatan pembuatan vape jenis Etomidate. Penyidik menggali keterangan dari Wu Song, yang mengaku memperoleh arahan melalui grup komunikasi "SIGNAL" untuk melakukan pencatatan stok barang. Wu Song juga mengaku pada Jumat (25/9) mendapat perintah untuk mengambil narkotika jenis Etomidate di dalam koper di area Yello Hotel Harmoni Jakarta. Pada Minggu (27/9), dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti Etomidate di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri, hasilnya positif Etomidate," ujarnya. Eko mengatakan pelaku Mohamad Zulhusni Bin Ab Salin dan Nur Aisyah Binti Abdullah telah melakukan pengiriman Etomidate sebanyak dua kali yakni dari Malaysia ke Tokyo diupah RM 7000 (sekitar Rp30 juta kurs saat ini), dan yang kedua ke Indonesia dengan upah RM 9.000 (kisaran Rp30 juta sampai Rp50 juta). Sedangkan pelaku Emmanuel Bin Harry, Princes Alvin Robin, dan Muhammad Adam Bin Julle baru pertama kali mendapatkan pekerjaan dari Madam. Polisi ungkap WNA China produksi 824 buah etomidate siap edar Hasil pengembangan keterangan lainnya dari Wu Song mengaku saat tiba di Indonesia pada 19 September 2026 untuk berlibur, dirinya dihampiri seorang pria yang tidak dikenal dan mengaku bernama Qing. Qing ini menggunakan Bahasa Mandarin, menawarkan Wu untuk tinggal di apartemen secara gratis. Dia pun setuju dan pergi bersama-sama ke apartemen tersebut," terangnya. Wu ditugaskan untuk menghitung stok barang yang ada seperti jerigen yang berisi cairan, catridge kosong, hingga kemasan dan melaporkannya di grup obrolan. Sejak Wu tinggal di apartemen tersebut, kata dia, tidak pernah ada orang yang datang mengambil barang=barang tersebut, "Wu diberi upah 4.000 RM atau sekitar Rp10 juta," kata Eko. Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan dari hasil penghitung nilai barang bukti yang diamankan petugas berupa bahan baku cair sebanyak 85.000 Ml, apabila dikonversi dengan asumsi ukuran 2 ml per pods dapat menghasilkan 42.500 pods, dengan asumsi harga jual Rp3 juta pods maka nilainya mencapai Rp127,5 miliar. Berdasarkan penghitungan sementara tersebut, barang bukti diperkirakan berkaitan dengan potensi beredarnya sekitar 42.400 pods mengandung Etomidate, dengan estimasi penyelamatan sekitar 21.250 jiwa," ungkapnya.
















