Dari Penggembala hingga Ibu Rumah Tangga, Warga Kendal Berkarya lewat Produk Kulit Eksklusif

Dari Penggembala hingga Ibu Rumah Tangga, Warga Kendal Berkarya lewat Produk Kulit Eksklusif
banner 468x60

Kabupaten Kendal | Sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menghadirkan produk kulit eksklusif berupa tas anyaman. Produk ini memadukan material kulit dengan teknik anyaman yang menghasilkan tampilan khas dan bernilai estetis. Keunikannya tidak hanya terletak pada desain, tetapi juga pada jumlah produksinya yang terbatas. Dengan demikian, setiap tas memiliki karakter eksklusif sekaligus mencerminkan proses pengerjaan yang dilakukan secara teliti oleh para perajin.

Di balik produksi tas tersebut terdapat keterlibatan warga setempat yang menjadikan kegiatan usaha ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal. UMKM tersebut melibatkan mantan penggembala kerbau dan sapi serta ibu rumah tangga dalam proses pembuatan produk. Mereka berperan sebagai perajin yang mengerjakan tas kulit anyaman, sehingga keterampilan dan tenaga warga dapat tersalurkan melalui kegiatan produktif. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa produksi kerajinan tidak hanya menghasilkan barang bernilai jual, tetapi juga membuka ruang berkarya bagi masyarakat Kendal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Produk kulit dari Kendal itu turut hadir dalam pameran INACRAFT yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kehadiran di pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tas kulit anyaman kepada khalayak yang lebih luas. Meski dibuat dalam jumlah terbatas, produk ini membawa cerita tentang kreativitas warga dan kerja bersama di tingkat lokal. Tas eksklusif tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan UMKM dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui pelibatan mantan penggembala serta ibu rumah tangga sebagai perajin.

Perkembangan usaha produk kulit di Kendal turut melibatkan lima perajin lokal dengan latar belakang dan pembagian tugas yang beragam. Perwakilan UMKM, Desi Panca, menjelaskan bahwa tim tersebut terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan. Keterlibatan warga setempat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Dalam proses pembuatan tas, para perajin laki-laki bertanggung jawab membentuk dan merakit produk. Mereka menangani sejumlah pekerjaan teknis, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk pola, menyusun bagian-bagian tas, hingga memastikan seluruh komponen terpasang dengan kuat. Sebelum menekuni pekerjaan tersebut, ketiga perajin laki-laki itu bekerja sebagai penggembala kerbau dan sapi. Mereka kemudian beralih profesi setelah memperoleh pelatihan dari dinas terkait, yang membekali mereka dengan keterampilan mengolah dan memproduksi kerajinan kulit.

Sementara itu, dua perajin perempuan yang merupakan ibu rumah tangga mengerjakan anyaman kulit dari rumah. Pekerjaan ini dirancang agar dapat dilakukan secara fleksibel, tanpa mengharuskan mereka meninggalkan lingkungan keluarga dalam waktu lama. Dengan demikian, para ibu tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan memperoleh penghasilan, sekaligus menjalankan tanggung jawab merawat anak.

Menurut Desi Panca, pembagian pekerjaan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing perajin. Perajin laki-laki dapat berfokus pada tahapan pembentukan serta perakitan yang membutuhkan pengerjaan lebih terpusat, sedangkan para ibu menyelesaikan anyaman dari rumah sesuai waktu yang tersedia. Pola kerja ini membuat proses produksi berjalan saling melengkapi. Selain menghasilkan tas kulit eksklusif, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat merangkul berbagai kelompok masyarakat. Pengalaman para mantan penggembala dan keterampilan para ibu rumah tangga dipadukan menjadi satu rangkaian produksi yang bernilai ekonomi. Pelatihan dan pendampingan turut membantu warga beradaptasi dengan profesi baru, sementara sistem kerja dari rumah memberi ruang bagi perempuan untuk tetap produktif tanpa mengesampingkan peran mereka dalam keluarga.

Proses pembuatan tas dimulai dari pemilihan lembaran kulit sapi yang telah melalui tahap penyamakan. Bahan tersebut kemudian dipotong sesuai rancangan yang telah ditentukan. Ketelitian menjadi bagian penting pada tahap ini karena setiap potongan harus mengikuti ukuran dan bentuk yang diperlukan untuk membangun sebuah tas secara utuh.

Setelah dipotong, lembaran kulit diserut secara presisi agar memiliki ketebalan yang seragam. Penyeragaman ini membantu menghasilkan material yang lebih mudah dibentuk sekaligus menjaga kesesuaian antarbagian ketika dirakit. Tahap tersebut dikerjakan dengan perhatian terhadap detail, sehingga lembaran kulit dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan desain tanpa mengabaikan karakter bahan.

Keterampilan para perajin kemudian digunakan untuk membentuk, merakit, dan menganyam material tersebut menjadi tas. Mereka mengolah setiap bagian berdasarkan rancangan pemilik usaha, mulai dari menata komponen hingga menyatukannya menjadi produk yang memiliki bentuk dan tampilan sesuai konsep. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian serta penguasaan terhadap material agar hasil akhirnya tetap rapi dan mencerminkan rancangan yang telah dibuat.

Konsep produksi yang diterapkan juga diarahkan untuk menjaga eksklusivitas. Setiap model dibuat berdasarkan rancangan pemilik usaha, bukan sekadar mengulang bentuk yang sama tanpa pertimbangan desain. Produksi dilakukan secara terbatas atau limited edition, sehingga setiap rancangan memiliki ruang untuk tampil lebih khusus.

Pilihan warna yang tersedia pun dibuat terbatas. Pembatasan tersebut menjadi bagian dari konsep produk, sekaligus membantu mempertahankan identitas setiap model. Dengan memadukan bahan kulit sapi tersamak, pengerjaan yang presisi, keterampilan perajin, serta rancangan yang dibuat secara khusus, proses produksi menghasilkan tas yang tidak hanya berfungsi sebagai barang pakai, tetapi juga menampilkan nilai kerajinan dan karakter eksklusif.

Selain produk berbahan kulit, UMKM asal Kendal tersebut turut memamerkan koleksi busana dan kain batik yang memiliki karakter visual kuat. Produk-produk ini tidak hanya mengandalkan motif tradisional, tetapi juga menghadirkan sentuhan dekoratif melalui penggunaan prada. Aksen tersebut diterapkan pada berbagai bagian kain dan busana sehingga menghasilkan tampilan yang lebih berani, modern, serta tetap berakar pada kekayaan budaya lokal.

Prada yang digunakan hadir dalam pilihan warna merah muda, hijau, dan biru. Penggunaan warna-warna tersebut memberikan kesan berbeda dibandingkan prada emas atau perak yang selama ini lebih lazim ditemukan pada produk batik dan busana tradisional. Perpaduan warna yang lebih beragam memungkinkan kain tampil lebih segar dan mudah disesuaikan dengan selera konsumen masa kini. Di sisi lain, pengerjaannya tetap menuntut ketelitian agar aksen prada menyatu dengan motif, komposisi warna, dan karakter bahan yang digunakan.

Di balik kegiatan produksi, UMKM ini juga memiliki rekam jejak sosial yang menjadi bagian penting dari perjalanannya. Pada kesempatan sebelumnya, mereka pernah melibatkan perajin penyandang disabilitas dalam proses berkarya. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan usaha dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas, sekaligus memberi kesempatan bagi individu dengan kemampuan dan pengalaman berbeda untuk berkontribusi. Ke depan, UMKM tersebut masih membuka peluang bagi perajin penyandang disabilitas yang ingin bergabung, sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas produksi yang tersedia.

Melalui keikutsertaan di INACRAFT, UMKM ini berharap dapat memperluas jangkauan pasar, terutama di kawasan Jabodetabek. Pameran tersebut juga diharapkan menjadi pintu untuk memperkenalkan produk kulit, busana, dan kain batik kepada calon pembeli yang lebih beragam. Selain memperluas jaringan pemasaran, mereka berharap memperoleh peluang untuk tampil dalam pameran strategis berikutnya. Harapan itu menjadi dorongan untuk terus menjaga mutu produk, mengembangkan desain, dan memperkuat kesiapan usaha tanpa menganggap sasaran tersebut telah tercapai.

Baca juga: Dua Rumah Warga Lok Batu Terbakar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60