Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Partai Oposisi India Kritik Tawaran Jet F-35 dari Amerika Serikat

badge-check

Published: Edi D 

NEW DELHI – Partai-partai oposisi India mengecam tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menjual jet tempur siluman F-35 kepada New Delhi. Mereka menilai harga pesawat itu terlalu mahal dan kurang menguntungkan bagi India, terutama karena Rusia sudah menawarkan kerja sama produksi jet tempur Su-57.

Partai Oposisi India Kritik Tawaran Jet F-35 dari Amerika Serikat

Ketegangan ini muncul ketika Angkatan Udara India sedang mengalami penurunan jumlah skuadron tempurnya. Saat ini, mereka hanya memiliki 31 skuadron, jauh di bawah kebutuhan minimal 42 skuadron yang telah disetujui pemerintah. Untuk menghadapi ancaman dari China, India berupaya menambah kekuatan udaranya dengan berbagai opsi pengadaan jet tempur.

Setelah bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi di Washington pekan lalu, Trump menyatakan bahwa AS siap meningkatkan kerja sama pertahanan dengan India mulai 2025. Salah satu poin pentingnya adalah kemungkinan penjualan jet tempur F-35 generasi kelima buatan Lockheed Martin.

Namun, Partai Kongres—oposisi utama di India—menyoroti kritik tajam terhadap F-35 yang pernah dilontarkan miliarder Elon Musk. Dalam unggahan di media sosial X, mereka mempertanyakan keputusan Modi untuk mempertimbangkan pembelian jet yang oleh Musk disebut sebagai “sampah.”

“F-35, yang oleh Elon Musk digambarkan sebagai ‘sampah’, mengapa Narendra Modi bersikeras membelinya?” tulis akun resmi Partai Kongres di X. Mereka juga menyoroti harga pesawat yang sangat mahal serta biaya operasionalnya yang tinggi.

Pemerintah AS memperkirakan bahwa satu unit F-35 berharga sekitar USD 80 juta. Namun, biaya operasionalnya bisa mencapai puluhan ribu dolar per jam terbang, yang dinilai terlalu mahal bagi anggaran pertahanan India.

Di sisi lain, pemerintah India belum menyatakan sikap resmi terkait tawaran ini. Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, mengatakan bahwa tawaran dari AS masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan resmi mengenai pembelian pesawat tersebut.

“Kami belum memulai proses akuisisi. Ini masih dalam tahap proposal,” kata Misri kepada wartawan pekan lalu.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan India belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini.

Keputusan India dalam memilih antara F-35 dari AS atau Su-57 dari Rusia diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama dalam kebijakan pertahanan negara itu dalam beberapa tahun mendatang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Vonis 1 Tahun 4 Bulan untuk M. Choirul Iqbal karena Alihkan Motor Jaminan Fidusia

7 Mei 2026 - 22:13 WIB

Vonis 1 Tahun 4 Bulan untuk M. Choirul Iqbal karena Alihkan Motor Jaminan Fidusia

Diminta Bapak Kapolri Turun Gunung Dugaan Pemilik Cafe Miliki Beking, Hingga Kebal Hukum, APH Di Banggai Mati Suri, Kewenangan Terikat Tali Pocong.

7 Mei 2026 - 16:53 WIB

Diminta Bapak Kapolri Turun Gunung Dugaan Pemilik Cafe Miliki Beking, Hingga Kebal Hukum, APH Di Banggai Mati Suri, Kewenangan Terikat Tali Pocong.

Tangkap Dan Penjarakan Dugaan Pemilik Cafe Tabrak UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1) Dan KUHP Pasal 167 Ayat (1) Serta KUHP Pasal 335 Ayat (1).

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Tangkap Dan Penjarakan Dugaan Pemilik Cafe Tabrak UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1) Dan KUHP Pasal 167 Ayat (1) Serta KUHP Pasal 335 Ayat (1).

Hukum “Mandul” di Banggai. Kapolri Didesak Evaluasi Total Kinerja Jajaran Polda Sulteng Terkait Pengabaian Ancaman Sajam

4 Mei 2026 - 17:38 WIB

Hukum "Mandul" di Banggai. Kapolri Didesak Evaluasi Total Kinerja Jajaran Polda Sulteng Terkait Pengabaian Ancaman Sajam

Diminta Bapak Kapolri Evaluasi Kinerja Jajaran Polda Sulteng Polres Banggai, Laporan Dugaan Ancaman Sajam Oknum Pemilik Cafe Di Abaikan.

4 Mei 2026 - 17:02 WIB

Diminta Bapak Kapolri Evaluasi Kinerja Jajaran Polda Sulteng Polres Banggai, Laporan Dugaan Ancaman Sajam Oknum Pemilik Cafe Di Abaikan.
Trending di Berita