Probolinggo – Perilaku salah satu guru di SDN Resongo 1, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan publik setelah diduga memperlakukan wali murid secara kurang sopan. Dikutip dari pemberitaan sebelumnya oleh satau media online, Guru berinisial (I) tersebut dituding menggunakan nada bicara yang tinggi dan kalimat yang terkesan tidak menghargai, sehingga memicu kemarahan sejumlah wali murid.
Kejadian bermula ketika beberapa wali murid kelas 1 sedang duduk di area sekolah menunggu putra putrinya. Guru tersebut tiba-tiba mendekati mereka dan, dengan nada tinggi, mengatakan, “Anaknya dibawa pulang saja. Saya juga tidak membutuhkan murid” Pernyataan tersebut membuat wali murid merasa terhina. Salah seorang wali murid mengungkapkan, “Kalimat itu seperti menyuruh anak kami berhenti sekolah. Ini sangat tidak pantas.”
Tuntutan Wali Murid
Insiden ini memicu reaksi keras dari para wali murid yang meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo segera turun tangan. Mereka mengharapkan oknum guru tersebut mendapat pembinaan lebih dan tidak hanya teguran lisan saja, melainkan tertulis agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Konfirmasi dan Tanggapan Pihak Sekolah
Tim investigasi yang mencoba mengonfirmasi kejadian ini di SDN Resongo 1 menghadapi kendala. Kepala sekolah tidak dapat ditemui, sementara bendahara sekolah, Rini Junaidah, membenarkan bahwa insiden tersebut memang terjadi. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pihak Korwil Kecamatan Kuripan melalui Kepala Korwil, Chamim Mustofa, turut mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut, kami sudah melakukan pemanggilan dan pembinaan kepada yang bersangkutan. Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih bijaksana dalam berinteraksi dengan orang tua dan siswa, terutama di lingkungan pedesaan. “Guru harus lebih kondusif dalam berkomunikasi, apalagi di daerah seperti Kuripan,” ujarnya. Chamim juga memastikan pihaknya sedang memproses evaluasi atas kasus ini.
Arahan Camat Kuripan
Menanggapi insiden ini, Camat Kuripan, Taufik, meminta Korwil melakukan evaluasi kinerja terhadap guru, kepala sekolah, dan staf. “Jika ada yang kurang dalam kinerjanya, laporkan ke dinas untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Transparansi manajemen, termasuk dana BOS dan anggaran lain, juga harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Harapan Warga
Para wali murid berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo memberikan sanksi yang tegas sekaligus edukasi kepada para guru mengenai pentingnya komunikasi yang sopan. Mereka menilai, sebagai figur teladan, guru seharusnya mampu menunjukkan sikap profesional dan santun.
Langkah cepat dari pihak terkait diharapkan mampu memulihkan citra pendidikan di Probolinggo dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
(Tim Investigasi Gabungan media on-line)
























