**PROBOLINGGO** – Dalam upaya meningkatkan kualitas data statistik di Kabupaten Probolinggo, para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berperan sebagai kontributor data, mengikuti pembinaan melalui Focus Group Discussion (FGD) Satu Data Indonesia (SDI) serta evaluasi penyusunan Daerah Dalam Angka (DDA). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (11/11/2024) di Majapahit Room dan Pasundan Room Bale Hinggil Probolinggo.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan FGD yang dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo. Peserta dari berbagai OPD yang memiliki peran sebagai produsen data statistik, memperoleh pengetahuan terkait cara menghasilkan data statistik yang berkualitas. FGD Satu Data Indonesia dilaksanakan di Majapahit Room, sementara evaluasi DDA diadakan di Pasundan Room.

Para peserta mendapat kesempatan untuk mengikuti sesi materi yang berlangsung selama 60 menit, disampaikan oleh narasumber yang berkompeten. Pada sesi FGD Satu Data Indonesia, narasumber yang terlibat antara lain Mokhamad Haris dan Sri Yogorini, sedangkan untuk sesi evaluasi DDA, materi diberikan oleh Heru Hardanto dan Wisnu Ramadhan.
Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Firman Bastian, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku. Menurutnya, Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 Pasal 2 tentang Satu Data Indonesia bertujuan untuk mengatur tata kelola data yang dihasilkan oleh instansi pusat dan daerah, guna mendukung berbagai tahap pembangunan seperti perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian.
Di tingkat kabupaten, kegiatan ini juga didasarkan pada Peraturan Bupati No 09 Tahun 2021 yang mengatur penyelenggaraan tata kelola data untuk mendukung pembangunan. Selain itu, SK Bupati Nomor 412/225/426.32/2023 tentang Pembentukan Forum dan Sekretariat Forum Satu Data Kabupaten Probolinggo turut menjadi acuan untuk komunikasi dan koordinasi antar instansi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Satu Data di Kabupaten Probolinggo.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan kualitas dan integritas data yang dihasilkan oleh OPD semakin meningkat, sehingga dapat mendukung keberhasilan program pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Probolinggo. (Edi D)




























