*Probolinggo, 4 Oktober 2024* – Pawai obor dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, berlangsung dengan sangat meriah. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar seribu peserta yang terdiri dari santriwan, santriwati, serta berbagai guru ngaji dari desa setempat. Selain peserta, acara tersebut juga disaksikan hampir seluruh warga masyarakat Desa Jangur dan sekitarnya, menjadikan suasana penuh semangat dan kebersamaan.


Kegiatan pawai dimulai dari Masjid Baiturrahim dan berakhir di kantor balai desa Jangur. Selama perjalanan, peserta pawai membawa obor sebagai simbol penerangan, menyusuri rute yang telah ditentukan sambil melantunkan shalawat. Pawai ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan antar warga yang turut menyemarakkan perayaan Maulid Nabi.
Setelah pawai berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi atau Shalawat Serakalb yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Tidak hanya itu, acara ini juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para peserta pawai sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kemeriahan acara berlangsung hingga larut malam dengan penuh kekhidmatan dan rasa syukur.

Kepala Desa Jangur, Lutfi, yang hadir bersama jajaran pemerintah desa (Pemdes), turut memberikan apresiasi atas suksesnya acara tersebut. Saat ditemui oleh awak media, Lutfi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pawai obor ini.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme warga dalam kegiatan ini. Pawai obor Maulid Nabi ini merupakan tradisi tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Desa Jangur. Saya berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Lutfi.
Lebih lanjut, Lutfi menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah desa sangat penting dalam penyelenggaraan acara-acara keagamaan yang melibatkan masyarakat luas. “Pemdes akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang bisa memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Salah satu peserta pawai, seorang santriwan yang ikut dalam acara tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya. “Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami bisa ikut serta dalam pawai obor bersama teman-teman dan warga desa. Suasananya begitu meriah, dan saya sangat bersyukur bisa ikut serta memperingati Maulid Nabi,” katanya.
Acara ini tidak hanya menjadi momen religi, tetapi juga sebagai ajang kebersamaan warga desa. Keikutsertaan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menunjukkan betapa kuatnya rasa gotong royong dan kebersamaan di Desa Jangur.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan tradisi pawai obor dalam rangka Maulid Nabi terus dilestarikan sebagai warisan budaya religi yang penuh makna bagi masyarakat setempat.
**Edi D/Red**




























