Tolbar – Rutinitas beberapa pejuang rupiah Suku Bajo yang berprofesi sebagai nelayan Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan keterbatasan alat tangkap pada Senin 26 Februari 2024.


Ada pun dengan keterbatasan alat tangkap tidak menjadi penghalang para pejuan rupiah ini untuk tetap beraktifitas mencari nafkah demi keberlangsungan hidup keluarga sehari-hari, yang menjadi tulang punggung keluarga,”ucap sumber kepada awak media ini.

Melihat perjuangan mereka sebagai pejuang rupiah yang berharap agar pemerintah melihat kesulitan yang ada dengan memberikan solusi ataupun bantuan yang bermanfaat diantaranya, Perahu yang menjadi dasar nelayan untuk digunakan mencari nafkah untuk keluarga mereka,”jelasnya.

Dalam hal ini terlihat tingkat kepedulian pemerintah terhadap nelayan perlu di pertanyakan, bahkan beberapa anggota legislatif yang di waktu konstalasi politik kemarin sempat mengumbar janji terhadap para nelayan tersebut, namun belum juga terealisasi,”tegasnya.

Oleh sebab itu di harapkan agar para anggota legislatif yang mengumbar janji harap di tepati jangan hanya di waktu mencari suara janji manis dilontarkan dan ketika sudah selesai dilupakan, ini sudah menjadi kebiasaan di setiap konstalasi politik selalu mengumbar janji palsu,”ungkapnya.
Ditempat yang berbeda salah satu sumber yang enggan dipublikasikan namanya menambahkan, melihat semangat para pejuang rupiah yang berprofesi sebagai nelayan ini patut pemerintah Daerah (Pemda) Banggai mengucurkan bantuan alat tangkap berupa, perahu, mesin ketinting, pukat, tasi dan pancing sebagai alat utama mencari nafkah,”tandasnya.
Dengan adanya realita saat ini diharapkan pemerintah daerah mau menelisik, melihat jelas apa yang dirasakan masyarakat kecil, yang berprofesi sebagai nelayan,”pungkasnya.
LP. Roby/Kaperwil Sulteng



























