Kabupaten Lumajang | Tim pencarian dan pertolongan (SAR) melakukan pencarian terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang kontak saat berada di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kedua pendaki tersebut diketahui menggunakan inisial BK dan MWF. Mereka masing-masing berusia 19 tahun dan berasal dari Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan informasi yang diterima, BK dan MWF mulai mendaki pada 2 November 2026. Sejak itu, keduanya dilaporkan belum dapat dihubungi. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya upaya pencarian untuk mengetahui keberadaan mereka dan memastikan keselamatan selama berada di kawasan gunung.
Kedua pendaki diduga menempuh jalur pendakian ilegal. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta. Informasi mengenai rute yang mereka gunakan masih perlu dikonfirmasi melalui proses pencarian dan keterangan yang diperoleh petugas. Karena itu, status jalur yang dilalui belum sepatutnya dianggap sebagai kesimpulan resmi.
Gunung Semeru berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan memiliki medan yang menuntut persiapan serta kepatuhan terhadap ketentuan pendakian. Informasi mengenai titik terakhir keberadaan BK dan MWF, kondisi perjalanan, maupun alasan hilangnya kontak belum dijelaskan dalam keterangan awal. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting yang perlu diketahui agar pencarian dapat diarahkan dengan tepat.
Identitas keduanya untuk sementara disampaikan berdasarkan inisial, usia, dan daerah asal. Penggunaan inisial membantu menjaga informasi pribadi, sementara rincian yang tersedia memberi gambaran awal mengenai siapa yang sedang dicari. Belum ada keterangan tambahan mengenai perlengkapan, pengalaman mendaki, ataupun komunikasi terakhir mereka, sehingga informasi tersebut tidak dapat dipastikan.
Upaya SAR ditujukan untuk menemukan kedua pendaki dan memperoleh kepastian mengenai keadaan mereka. Perkembangan pencarian serta hasil pemeriksaan atas dugaan penggunaan jalur di luar ketentuan diharapkan dapat disampaikan setelah ada informasi terverifikasi. Hingga itu tersedia, keterangan mengenai hilangnya kontak dan dugaan jalur pendakian perlu dipahami sesuai tingkat kepastiannya: laporan kehilangan menjadi dasar pencarian, sedangkan dugaan rute masih memerlukan konfirmasi.
Sekitar 50 personel gabungan dikerahkan untuk membantu pencarian dua pendaki yang dilaporkan belum ditemukan di kawasan Semeru. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa upaya pencarian melibatkan beberapa unsur yang bekerja dalam satu tim, bukan hanya satu lembaga. Pengerahan personel ini menjadi bagian penting dari penanganan di lapangan, terutama untuk mendukung pencarian terhadap kedua pendaki yang masih menjadi fokus operasi.
Koordinator Tim SAR Jefriyanzah Putra Pratama menyampaikan keterangan mengenai pengerahan tersebut pada Minggu, 8 November 2026. Menurut informasi yang disampaikannya, unsur yang terlibat mencakup Basarnas, petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, serta potensi SAR. Seluruh unsur itu tercatat dalam tim gabungan yang jumlah personelnya sekitar 50 orang.
Keterlibatan Basarnas dan petugas TNBTS menempatkan unsur pencarian dan pengelolaan kawasan dalam operasi yang sama. BPBD Lumajang juga disebut sebagai bagian dari personel gabungan, bersama potensi SAR yang turut mendukung upaya pencarian. Penyebutan unsur-unsur tersebut memberi gambaran mengenai komposisi tim, sekaligus menegaskan bahwa pengerahan dilakukan melalui kerja bersama antarpihak yang tercantum.
Jumlah sekitar 50 personel merupakan keterangan yang disampaikan koordinator tim, sehingga angka tersebut menggambarkan skala pengerahan pada saat informasi diberikan. Rincian itu tidak mengubah fokus utama operasi, yakni mencari kedua pendaki. Kehadiran beberapa unsur dalam satu tim memungkinkan upaya dilakukan secara terpadu, sementara perkembangan pencarian tetap bergantung pada kondisi dan hasil kegiatan di lapangan. Informasi mengenai jumlah dan komposisi personel tersebut menjadi dasar untuk memahami sumber daya yang dikerahkan dalam pencarian Semeru. Keterangan Jefriyanzah juga memperjelas bahwa personel berasal dari Basarnas, TNBTS, BPBD Lumajang, dan potensi SAR, tanpa menyebut unsur lain sebagai bagian dari pengerahan yang disampaikan itu.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua pendaki dengan menyisir jalur tikus Hayak-Hayak. Penyisiran dimulai dari jalur tersebut dan diarahkan menuju kawasan atas hingga mencapai area Kalimati. Rute itu menjadi lintasan yang ditempuh personel dalam upaya menemukan kedua pendaki. Dengan demikian, pencarian mencakup jalur Hayak-Hayak sampai kawasan Kalimati, sesuai area yang menjadi sasaran penyisiran tim di lapangan. Upaya dilakukan oleh personel gabungan, dengan jalur tersebut sebagai acuan pergerakan pencarian.
Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi medan yang curam menjadi salah satu tantangan bagi tim. Karakter medan itu memengaruhi upaya personel saat menyisir kawasan, sehingga pencarian perlu dilakukan dengan memperhatikan keadaan di lapangan. Tim bergerak melalui jalur tikus Hayak-Hayak menuju kawasan atas dan area Kalimati, sementara medan yang curam menyertai kegiatan tersebut. Informasi yang tersedia menyebut tantangan itu secara umum; karena itu, rincian tambahan mengenai bentuk jalur atau kondisi medan tidak dapat dipastikan dan tidak menjadi bagian dari uraian ini.
Tantangan lain berkaitan dengan status pendakian kedua orang yang dicari. Pendakian mereka tidak tercatat secara resmi, sehingga situasi tersebut menjadi kendala bagi tim dalam melaksanakan pencarian. Tim tetap melakukan penyisiran pada lintasan yang disebutkan, yakni dari Hayak-Hayak menuju kawasan atas hingga Kalimati. Perpaduan medan curam dan pendakian yang tidak terdaftar resmi menjadi faktor yang dihadapi personel gabungan di lapangan. Pencarian ini berfokus pada upaya menyisir rute tersebut, tanpa menambahkan keterangan yang tidak tersedia mengenai temuan, kondisi pendaki, ataupun bagian jalur lainnya.
Hingga Minggu sore, 8 November 2026, dua pendaki yang menjadi sasaran pencarian di kawasan Gunung Semeru belum ditemukan. Upaya pencarian masih berlangsung dengan melibatkan 50 personel gabungan. Informasi tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam operasi yang dilakukan untuk menelusuri keberadaan kedua pendaki. Sampai waktu laporan itu disampaikan, belum ada keterangan bahwa tim telah menemukan mereka ataupun memperoleh kepastian mengenai lokasi keduanya.
Tim gabungan melanjutkan penyisiran di area sekitar lereng gunung. Pencarian dilakukan sebagai upaya menelusuri wilayah yang menjadi cakupan operasi, sementara perkembangan lapangan terus menjadi dasar bagi langkah berikutnya. Jumlah personel yang terlibat mencerminkan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut, tetapi informasi yang tersedia belum merinci pembagian tugas maupun hasil dari masing-masing penyisiran. Karena itu, status kedua pendaki tetap dicatat belum ditemukan hingga Minggu sore.
Dalam situasi seperti ini, pembaruan informasi perlu merujuk pada keterangan terbaru dari pihak yang menangani operasi. Belum ditemukannya kedua pendaki bukan keterangan mengenai keadaan mereka, melainkan status pencarian pada waktu tersebut. Belum ada kepastian yang dapat disampaikan terkait titik keberadaan maupun kondisi mereka. Dengan demikian, perkembangan selanjutnya bergantung pada proses penyisiran yang masih berjalan dan informasi yang berhasil dihimpun oleh personel gabungan di lapangan.
Operasi pencarian belum dinyatakan selesai. Tim akan meneruskan upaya untuk menelusuri kawasan yang telah ditetapkan dan menyesuaikan cakupan pencarian berdasarkan perkembangan di lapangan. Hingga Minggu sore, belum ada hasil yang mengubah status bahwa kedua pendaki belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas zona penyisiran di sekitar lereng Gunung Semeru, sebagai langkah berikutnya untuk melanjutkan upaya pencarian.
Baca juga: Operasi Gabungan Sasar Peredaran Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos | Penggerebekan Gabungan Bareskrim dan Polda Metro Jaya Sasar Kampung Ambon serta Boncos | Polda Jatim Kirim Personel BKO untuk Amankan MotoGP Mandalika 2026 31 kunjungan















