Jakarta | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membuka 264 lowongan melalui program padat karya untuk periode November–Desember 2026. Program ini menghubungkan kesempatan memperoleh pekerjaan dengan upaya memperkuat penanganan sampah di ibu kota. Warga yang terlibat akan menjalankan kegiatan langsung di lapangan, sehingga program tidak hanya menyediakan aktivitas kerja sementara, tetapi juga mendukung kebutuhan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Pembukaan posisi tersebut memberi ruang bagi warga untuk berkontribusi dalam kegiatan yang berdampak pada lingkungan sekitar. Pelaksanaannya berfokus pada keterlibatan masyarakat dalam beberapa tahapan penanganan sampah, dari pengumpulan hingga pengolahan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyampaikan bahwa program ini dirancang agar memberi manfaat ekonomi kepada warga sekaligus memperkuat penanganan sampah di Jakarta. Kedua tujuan itu dijalankan secara bersamaan: peserta memperoleh peluang penghasilan melalui pekerjaan, sementara kegiatan mereka membantu mendukung pengelolaan sampah. Dengan demikian, padat karya menjadi bagian dari pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, bukan hanya penyediaan tenaga untuk pekerjaan umum. Warga akan ikut mengumpulkan sampah, memilahnya berdasarkan jenis atau karakteristiknya, kemudian terlibat dalam proses pengolahan. Rangkaian kegiatan tersebut menghubungkan pekerjaan peserta dengan kebutuhan penanganan sampah sehari-hari.
Dudi menjelaskan bahwa warga dapat memperoleh penghasilan sambil terlibat langsung dalam penanganan sampah. Pernyataan itu menggambarkan manfaat program bagi peserta sekaligus keterkaitannya dengan pekerjaan lingkungan yang nyata. Melalui keterlibatan dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan, peserta turut membantu memperkuat upaya penanganan sampah di Jakarta selama periode program berlangsung. Kesempatan kerja ini juga memungkinkan warga berperan aktif di lingkungan mereka, dengan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan persoalan sampah. Pembukaan 264 posisi untuk November–Desember 2026 menjadi bentuk pelaksanaan program padat karya yang menggabungkan dukungan ekonomi bagi masyarakat dan kontribusi terhadap pengelolaan sampah. DLH menempatkan manfaat bagi warga dan kebutuhan lingkungan sebagai dua sasaran yang berjalan berdampingan dalam kegiatan tersebut.
DLH DKI menyediakan 264 posisi padat karya untuk mendukung penanganan sampah. Jumlah tersebut terbagi ke dalam tiga jenis pekerjaan, dengan tugas dan kebutuhan tenaga yang berbeda. Porsi terbesar, sebanyak 139 posisi, diperuntukkan bagi petugas pemilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, tersedia 25 posisi tenaga pendukung atau helper di fasilitas refuse-derived fuel (RDF) plant. Sebanyak 100 posisi lainnya dialokasikan bagi petugas pengangkat sampah. Rincian ini memberikan gambaran mengenai komposisi kebutuhan tenaga dalam program yang dibuka.
Petugas pemilah akan menangani pemilahan sampah berdasarkan kategori organik dan anorganik. Sementara itu, tenaga pendukung atau helper ditempatkan di RDF plant untuk membantu kegiatan di fasilitas tersebut. Posisi petugas pengangkat sampah menjadi bagian lain dari kebutuhan tenaga, dengan jumlah mencapai 100 orang. Ketiga kelompok posisi itu membentuk keseluruhan kuota 264 orang. Calon peserta dapat mencermati jenis pekerjaan yang tersedia agar memahami kategori posisi yang dituju sebelum mengikuti proses pendaftaran dan seleksi.
Penempatan peserta tersebar di wilayah kota administrasi di DKI Jakarta serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Artinya, kebutuhan tenaga tidak hanya berada di satu wilayah, tetapi mencakup sejumlah wilayah administrasi yang disebutkan. Rincian informasi yang tersedia tidak menyebutkan lokasi penempatan secara lebih spesifik, sehingga calon peserta sebaiknya tidak mengasumsikan adanya lokasi tertentu di luar keterangan tersebut. Domisili peserta menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan. Faktor ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan lokasi kerja yang sesuai, tetapi tidak mengubah jumlah maupun pembagian posisi yang telah ditetapkan. Dengan memahami kuota tiap jenis pekerjaan dan cakupan wilayahnya, pelamar dapat menilai pilihan posisi secara lebih jelas dan menyiapkan diri sesuai kategori yang diminati.
Pendaftaran untuk mengikuti program padat karya penanganan sampah dibuka pada 23–25 Oktober 2026 melalui laman resmi jakarta.go.id. Calon peserta perlu memperhatikan rentang waktu tersebut dan menyampaikan pendaftaran melalui kanal yang telah ditetapkan. Karena masa pendaftaran berlangsung selama tiga hari, warga yang berminat sebaiknya menyiapkan informasi dan dokumen yang diperlukan lebih awal, serta mengikuti petunjuk yang tercantum pada laman resmi. Informasi dari sumber resmi menjadi acuan untuk memastikan bahwa pendaftaran dilakukan sesuai prosedur dan dalam periode yang berlaku.
Salah satu persyaratan utama adalah memiliki KTP DKI Jakarta. Lowongan ini terbuka bagi laki-laki maupun perempuan, tanpa ketentuan ijazah atau kualifikasi pendidikan formal tertentu. Dengan demikian, kesempatan tidak dibatasi berdasarkan jenjang pendidikan, selama pelamar memenuhi persyaratan domisili dan ketentuan lain yang ditetapkan. Meski begitu, calon peserta tetap perlu mencermati informasi pendaftaran secara saksama agar memahami proses seleksi serta kewajiban pekerjaan yang akan dijalankan apabila terpilih.
Dalam proses penentuan peserta, warga yang termasuk kelompok desil 1–5 menjadi prioritas. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengarahkan peluang kerja kepada masyarakat yang lebih membutuhkan, bukan untuk menutup kesempatan bagi pelamar lain yang memenuhi persyaratan. Dudi menjelaskan bahwa penetapan prioritas tersebut ditujukan agar kesempatan kerja dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Karena itu, informasi mengenai kelompok prioritas menjadi hal penting untuk diperhatikan oleh pelamar, khususnya saat mengikuti tahapan yang diumumkan melalui kanal resmi.
Peserta yang terpilih akan bekerja selama dua bulan, yaitu pada November dan Desember 2026. Setiap bulan mencakup 20 hari kerja, dengan upah sebesar Rp174.748 per hari. Berdasarkan ketentuan tersebut, besaran pembayaran berkaitan dengan jumlah hari kerja yang dijalani; pelamar dapat mempertimbangkan jadwal dan durasi ini sebelum mendaftar. Kepastian masa tugas dan upah harian juga membantu calon peserta memahami komitmen waktu serta kompensasi yang ditawarkan. Rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan pekerjaan dan mekanisme pembayaran perlu merujuk pada pengumuman resmi program.
Dalam program padat karya yang dibuka DLH DKI Jakarta, setiap posisi memiliki peran berbeda tetapi saling terhubung dalam rangkaian pengelolaan sampah. Petugas pemilah sampah organik dan anorganik membantu pengemudi gerobak motor mengangkut sampah dari titik pengumpulan menuju tempat penampungan sementara (TPS). Dalam kegiatan ini, mereka juga membantu memastikan sampah tertangani sesuai jenisnya sehingga proses berikutnya dapat berjalan lebih tertib. Pemilahan sejak awal mendukung pemanfaatan material dan mengurangi sampah yang tercampur.
Selain mendampingi pengangkutan, petugas pemilah menyiapkan bahan untuk dimasukkan ke mesin pembubur. Mereka turut membuat lubang biopori dan membantu proses pengomposan, terutama untuk mengolah sampah organik. Rangkaian pekerjaan tersebut membantu menghubungkan kegiatan di lingkungan permukiman dengan proses pengolahan lebih lanjut. Dengan dukungan tenaga lapangan, sampah yang terkumpul dapat diarahkan ke penanganan yang sesuai, sementara upaya pengomposan memberi nilai guna bagi bahan organik.
Posisi tenaga pendukung RDF plant berfokus membantu proses pengolahan sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif berbahan dasar sampah. Mereka mendukung tahapan operasional di fasilitas tersebut agar material dapat diproses sesuai kebutuhan. Sementara itu, petugas pengangkat sampah bertugas memuat sampah ke kendaraan pengangkut. Mereka juga menjaga agar muatan tidak tercecer selama perjalanan, sehingga kegiatan pengangkutan berlangsung lebih rapi dan kebersihan jalan maupun area sekitar tetap terjaga.
DLH berharap pelibatan warga dalam pekerjaan padat karya ini dapat memperkuat penanganan sampah sehari-hari, sekaligus menjaga kebersihan permukiman dan ruang publik. Keterlibatan petugas pada berbagai tahap—mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan hingga pengangkutan—diharapkan membantu kegiatan kebersihan berjalan lebih konsisten. Dudi juga mengajak warga yang memenuhi kriteria untuk mendaftar dan mengambil bagian dalam program tersebut.
Baca juga: Upaya Polri Perkuat Iklim Investasi Nasional melalui Penanganan Premanisme | Polda Jambi Gunakan 1.400 Liter Cairan X-Fire untuk Percepat Penanganan Karhutla di Taman Nasional Berbak | Upaya Maksimal BPBD Jatim dalam Penanganan Karhutla di Gunung Buthak dan Kawinajang















