Pemprov Kalteng Perluas Sumur Bor untuk Atasi Karhutla dan Kekeringan

Pemprov Kalteng Perluas Sumur Bor untuk Atasi Karhutla dan Kekeringan
banner 468x60

JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperluas pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadapi ancaman kebakaran yang kerap meningkat ketika musim kemarau berlangsung. Melalui penambahan sarana sumber air, pemerintah berupaya memastikan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.

Ratusan sumur bor dibangun dan disebar di berbagai kabupaten serta kota di Kalimantan Tengah. Penempatannya diarahkan ke kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi, termasuk wilayah yang sulit memperoleh pasokan air selama periode kering. Persebaran fasilitas tersebut diharapkan memperpendek jarak sumber air dan lokasi kejadian, sehingga masyarakat, petugas, serta unsur terkait dapat segera menggunakannya ketika api mulai muncul.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Keberadaan sumur bor tidak hanya ditujukan untuk mendukung proses pemadaman. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan menurunnya ketersediaan air. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, upaya pembasahan lahan, pemadaman titik api, serta pengendalian potensi penyebaran api dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama di kawasan rawan dan permukiman yang berdekatan dengan lahan terbuka.

Di sisi lain, pembangunan sumur bor memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ketika kekeringan menyebabkan sumber air rutin mengalami penurunan debit. Air dari fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, sepanjang pengelolaannya dilakukan sesuai ketentuan dan memperhatikan kualitas air. Karena itu, program ini menghubungkan kepentingan penanggulangan karhutla dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu memastikan setiap sumur berfungsi, mudah diakses, serta dirawat secara berkala agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor oleh pemerintah memiliki dua fungsi utama. Sebagian sumur dirancang khusus untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keberadaan sumur tersebut diharapkan membantu menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika petugas dan masyarakat menghadapi titik kebakaran, terutama pada periode kemarau ketika kondisi lahan cenderung kering dan risiko karhutla meningkat.

Menurut Agustiar, tidak seluruh sumur bor memiliki fungsi yang sama. Pemerintah juga membangun sumur yang dapat digunakan untuk dua kebutuhan sekaligus, yakni membantu pemadaman karhutla dan menyediakan air bersih bagi warga. Dengan demikian, infrastruktur tersebut tidak hanya berperan dalam penanganan bencana, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama kemarau panjang.

Penjelasan tersebut berkaitan dengan kondisi sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah yang terdampak kekeringan. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari dapat berkurang. Warga di wilayah terdampak memerlukan sumber air yang lebih mudah dijangkau, sementara pemerintah tetap perlu memastikan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Sumur dengan fungsi ganda menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut.

Agustiar Sabran menegaskan bahwa pembagian fungsi sumur bor itu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sebagian digunakan untuk kepentingan pemadaman, sedangkan sebagian lainnya dapat dipakai untuk pemadaman sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perluasan sumur bor diarahkan bukan hanya untuk memperkuat penanganan karhutla, tetapi juga untuk membantu warga bertahan menghadapi dampak kekeringan selama musim kemarau.

Kebutuhan pembangunan sumur bor masih menjadi perhatian di Kabupaten Kotawaringin Barat. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah. Dalam pertemuan itu, gubernur menerima laporan mengenai masih adanya permintaan pembangunan sumur bor di sekitar 15 lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sumber air belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama ketika kemarau berlangsung dan curah hujan menurun. Sumur bor diperlukan sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bagi warga sekaligus mendukung kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi kekeringan dan potensi kebakaran hutan serta lahan. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, penanganan kondisi darurat di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat.

Kebutuhan paling banyak dilaporkan berada di kawasan pesisir, khususnya Kecamatan Kumai. Karakter wilayah pesisir dan tantangan akses terhadap sumber air membuat pembangunan infrastruktur tersebut tetap diperlukan. Permintaan dari kawasan ini menjadi gambaran bahwa pemerataan sarana air harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah, tidak hanya di pusat permukiman, tetapi juga di wilayah yang memiliki kerentanan lebih tinggi.

Informasi mengenai 15 lokasi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk menyusun langkah lanjutan. Penentuan lokasi, pemetaan kebutuhan, serta koordinasi antarpemerintah diperlukan agar pembangunan dapat diarahkan secara tepat. Setiap sumur bor diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla.

Dengan demikian, pembangunan sumur bor di Kotawaringin Barat masih diperlukan di sejumlah wilayah. Permintaan yang tersisa, terutama di Kecamatan Kumai dan kawasan pesisir lainnya, memperlihatkan bahwa pengembangan sarana air perlu dilakukan secara berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Setelah menerima laporan mengenai kebutuhan sumur bor di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan langkah tindak lanjut melalui perangkat daerah terkait. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, untuk menindaklanjuti permintaan pembangunan sumur bor tersebut. Arahan ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan yang memerlukan dukungan sarana air.

Tindak lanjut tersebut berkaitan dengan dua tujuan utama program sumur bor. Pertama, fasilitas ini diharapkan dapat membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kejadian terbatas. Keberadaan sumur bor dapat mendukung kebutuhan air dalam penanganan kebakaran, sehingga upaya pengendalian karhutla memiliki tambahan sumber daya yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kedua, pembangunan sumur bor diarahkan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Kebutuhan ini menjadi penting ketika wilayah mengalami kekeringan atau menghadapi keterbatasan sumber air. Melalui instruksi tersebut, permintaan dari Kotawaringin Barat akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah untuk mendukung kedua kepentingan itu, yakni membantu pemadaman karhutla sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih. Pelaksanaan tindak lanjut tetap berangkat dari laporan kebutuhan yang telah disampaikan kepada pemerintah provinsi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60