Korem 091 Perluas Cetak Sawah untuk Memperkuat Kemandirian Pangan Kaltim

Korem 091 Perluas Cetak Sawah untuk Memperkuat Kemandirian Pangan Kaltim
banner 468x60

SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menargetkan perluasan lahan pertanian produktif hingga 5.000 hektare di Kalimantan Timur pada sisa tahun 2026. Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi pertanian di wilayah yang memiliki potensi lahan cukup besar. Perluasan ini diharapkan dapat menambah areal tanam dan mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Komandan Korem 091/ASN Brigadir Jenderal TNI Anggara Sitompul menyampaikan rencana itu di Samarinda pada Senin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Menurutnya, pengembangan lahan pertanian akan dilanjutkan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan lokasi, dukungan sarana produksi, serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Target perluasan tersebut melanjutkan keberhasilan pencetakan sawah seluas 1.200 hektare pada tahun sebelumnya. Capaian itu menjadi dasar untuk memperbesar kontribusi sektor pertanian terhadap kemandirian pangan Kalimantan Timur. Dengan penambahan lahan produktif, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi padi, tetapi juga membangun pengelolaan pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan di lapangan akan membutuhkan pemetaan lahan, pengaturan irigasi, penyediaan akses, dan pendampingan bagi petani agar area yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara optimal. Keterlibatan berbagai unsur dinilai penting untuk memastikan perluasan sawah berjalan efektif serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini juga sejalan dengan kebutuhan daerah untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar wilayah, terutama ketika permintaan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Korem 091/ASN menempatkan program tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap agenda nasional di bidang ketahanan pangan, dengan menyesuaikan pelaksanaannya pada kondisi geografis dan kebutuhan Kalimantan Timur.

Anggara menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas jajaran Korem 091, termasuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan perluasan cetak sawah, berpedoman pada lima prinsip TNI Prima. Prinsip tersebut meliputi profesional, integritas, responsif, adaptif, dan inisiatif, sebagaimana arahan Panglima TNI. Penegasan ini menunjukkan bahwa keterlibatan prajurit dalam mendukung pembangunan daerah bukan sekadar pelaksanaan kegiatan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab kedinasan yang harus dijalankan secara terarah dan berlandaskan nilai-nilai keprajuritan.

Profesional berarti setiap personel melaksanakan tugas sesuai kompetensi, standar, fungsi, dan jabatan yang diemban. Integritas menjadi dasar agar setiap tindakan dilakukan secara jujur, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara. Sikap responsif diperlukan agar jajaran Korem mampu memahami kebutuhan di lapangan dan segera memberikan dukungan yang relevan. Sementara itu, kemampuan adaptif membantu prajurit menghadapi perubahan situasi, kondisi geografis, maupun tantangan dalam pelaksanaan program pertanian. Prinsip inisiatif mendorong personel untuk tidak bersikap pasif, tetapi aktif mencari solusi dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai ketentuan.

Kelima prinsip tersebut menjadi pegangan bagi prajurit dalam menjalankan tugas sesuai fungsi dan jabatan masing-masing. Dengan pedoman yang sama, setiap unsur dapat bekerja secara selaras, baik dalam kegiatan pembinaan teritorial, pendampingan masyarakat, maupun dukungan terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Penerapannya juga membantu memastikan bahwa pelaksanaan tugas berlangsung disiplin, terukur, dan tetap menghormati kebutuhan serta kondisi masyarakat setempat.

Anggara menyampaikan bahwa penerapan prinsip TNI Prima diharapkan memungkinkan Korem 091 memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kalimantan Timur. Makna pernyataan tersebut adalah bahwa setiap tugas, termasuk dukungan terhadap pencetakan sawah, harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan profesionalisme, integritas, kepekaan terhadap kebutuhan, kemampuan menyesuaikan diri, dan kemauan untuk bertindak, jajaran Korem diharapkan mampu menjalankan amanah secara optimal tanpa mengabaikan ketentuan dan tanggung jawab institusional.

Pencetakan sawah yang diperluas Korem 091 tidak ditempatkan semata-mata sebagai kegiatan pembukaan lahan, melainkan bagian dari strategi kemandirian pangan wilayah. Kalimantan Timur perlu memperkuat kemampuan produksi pangan dari daerah sendiri agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya luas lahan produktif, daerah diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, sekaligus membangun ketahanan menghadapi perubahan harga, gangguan distribusi, maupun kondisi darurat yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan.

Untuk mendukung sasaran tersebut, Korem 091 mengaktifkan kompi produksi di jajaran satuannya. Setiap satuan diarahkan membentuk klaster usaha yang mencakup pertanian, peternakan, dan perikanan sesuai potensi wilayah masing-masing. Pembagian ini memungkinkan pengelolaan sumber daya dilakukan secara lebih terarah, dengan menyesuaikan jenis komoditas, kondisi lahan, ketersediaan air, serta kemampuan masyarakat di sekitar lokasi. Keterlibatan satuan juga diharapkan memperkuat koordinasi dan pendampingan dalam pelaksanaan program.

Klaster produksi tersebut dibangun melalui kemitraan dengan pelaku usaha tani setempat. Pola kemitraan penting untuk memastikan program tidak berjalan terpisah dari ekosistem ekonomi yang telah berkembang di masyarakat. Selain mendukung proses budidaya, kerja sama diarahkan untuk membangun sistem hulu-hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pengolahan lahan, pemeliharaan ternak atau ikan, hingga penanganan pascapanen, pengolahan, pemasaran, dan distribusi. Dengan rantai produksi yang lebih lengkap, nilai tambah dapat dipertahankan di daerah.

Pola ini juga dirancang agar bantuan pemerintah bagi sektor pertanian tidak berhenti sebagai dukungan sementara. Bantuan perlu menjadi pemicu terbentuknya usaha yang mampu tumbuh, dikelola, dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Karena itu, keberlanjutan menjadi ukuran penting dalam setiap klaster, termasuk ketersediaan pasar, penguatan kapasitas pengelola, efisiensi produksi, serta pemanfaatan hasil samping antarsubsektor. Ketika pertanian, peternakan, dan perikanan saling mendukung, kegiatan produksi dapat terus berlangsung setelah program bantuan berakhir dan memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi pangan Kalimantan Timur.

Di samping memperluas cetak sawah dan menjalankan berbagai agenda ketahanan pangan, jajaran Korem 091 juga melaksanakan tugas lain yang berkaitan langsung dengan perlindungan masyarakat dan lingkungan. Pada Agustus hingga September 2026, Korem memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, kepolisian, badan penanggulangan bencana, perangkat desa, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Kerja sama tersebut diperlukan karena karhutla dapat mengganggu kesehatan warga, aktivitas ekonomi, transportasi, dan kualitas lingkungan melalui munculnya kabut asap.

Bersama sejumlah tim gabungan, personel Korem melakukan pemantauan serta pemadaman titik api hampir setiap hari. Langkah ini mencakup pengerahan personel, peralatan pemadam, dukungan logistik, dan koordinasi cepat dengan petugas di lapangan. Penanganan sedini mungkin menjadi perhatian utama agar api tidak merambat ke area yang lebih luas, terutama ketika kondisi cuaca kering dan angin berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran. Selain pemadaman, koordinasi antarlembaga juga membantu memperbarui informasi mengenai lokasi titik api dan menentukan prioritas penanganan secara lebih efektif.

Anggara menyampaikan bahwa keterlibatan Korem dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari dukungan terhadap kepentingan masyarakat dan program pemerintah. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada saat yang sama, program internal Korem tetap dijalankan setiap tahun secara berkesinambungan. Kegiatan tersebut mencakup dukungan ketahanan pangan, pembinaan wilayah, dan kerja sama sosial yang diarahkan untuk membantu pemerintah daerah menjawab kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60