OJK Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Keuangan dan Waspada Scam Digital

OJK Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Keuangan dan Waspada Scam Digital
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar sebagai duta literasi keuangan Indonesia. Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono. Menurut Dicky, anak muda memiliki posisi strategis untuk menyebarkan pemahaman mengenai layanan keuangan kepada lingkungan sekitar, termasuk keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.

Dicky berharap para generasi muda dapat menjadi duta literasi keuangan yang aktif, kritis, dan mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk perbankan, investasi, asuransi, maupun layanan keuangan digital, tetapi juga mencakup kecakapan dalam menilai risiko sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda diharapkan dapat menjadi contoh dalam mengelola pendapatan, menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan fasilitas keuangan secara bijak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dorongan OJK tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam berbagai aktivitas ekonomi. Kemudahan membuka rekening, mengajukan pinjaman, bertransaksi, dan berinvestasi melalui platform digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Masyarakat harus mampu mengenali ciri-ciri penipuan, seperti tawaran keuntungan yang tidak masuk akal, permintaan data pribadi, tautan mencurigakan, atau desakan untuk segera mentransfer dana.

Generasi muda dapat membantu memperkuat perlindungan masyarakat dengan membagikan informasi yang bersumber dari kanal resmi dan mengingatkan orang-orang terdekat agar tidak mudah percaya pada pesan atau promosi yang belum terverifikasi. Upaya ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap scam digital sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih sehat. Melalui peran tersebut, anak muda bukan hanya menjadi pengguna layanan keuangan, melainkan juga mitra penting OJK dalam membentuk masyarakat yang cakap, berhati-hati, dan bertanggung jawab secara finansial.

Ajakan agar generasi muda memperkuat literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Financial Healing 2026. Kegiatan bertema “Cerdas Literasi Keuangan Digital Aman Bertransaksi, Bijak Berinvestasi” tersebut berlangsung di Jakarta pada Sabtu (3/10). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, yang mendorong pemahaman serta pemanfaatan layanan keuangan secara lebih bertanggung jawab.

Menurut pandangan OJK, kedekatan generasi muda dengan teknologi menempatkan mereka pada posisi penting dalam perkembangan ekosistem keuangan digital. Anak muda tidak hanya berperan sebagai pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga dapat membantu meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Pengetahuan yang mereka miliki mengenai transaksi digital, keamanan data, serta pilihan keuangan yang bijak dapat menjadi bekal untuk menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami.

Peran tersebut menjadikan anak muda sebagai penyampai edukasi sekaligus pengingat bagi orang-orang di sekeliling mereka. Mereka dapat membantu menumbuhkan kebiasaan untuk lebih cermat sebelum menggunakan layanan keuangan digital, mengenali risiko penipuan, dan mempertimbangkan keputusan investasi dengan bijaksana. Ketika pemahaman ini dibagikan secara bertanggung jawab, literasi keuangan tidak berhenti pada individu yang telah memiliki akses dan pengetahuan, tetapi dapat meluas melalui lingkungan sosialnya. Dengan demikian, generasi muda berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi perkembangan layanan keuangan digital dan lebih waspada terhadap berbagai modus scam.

Kemudahan transaksi digital memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam melakukan pembayaran, menerima dana, serta mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, peningkatan kecepatan dan kepraktisan tersebut juga disertai beragam modus penipuan yang memanfaatkan kebiasaan masyarakat menggunakan telepon seluler. Karena itu, setiap informasi, tautan, maupun permintaan transaksi perlu diperiksa secara cermat sebelum ditindaklanjuti.

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah pesan yang meminta penerima mengunduh aplikasi atau file APK tertentu. Pesan semacam itu dapat disampaikan seolah-olah berasal dari pihak yang dikenal atau berkaitan dengan layanan tertentu. Dicky mengingatkan bahwa APK merupakan sistem yang dapat menarik data dari telepon seluler. Dengan demikian, mengunduh dan memasang berkas dari sumber yang tidak jelas berpotensi membuka akses terhadap informasi yang tersimpan di perangkat.

Modus lain menggunakan informasi palsu mengenai anggota keluarga yang disebut sedang membutuhkan bantuan. Pelaku dapat menyampaikan kabar tersebut melalui pesan atau sarana komunikasi digital, kemudian meminta penerima segera mengirimkan uang. Situasi yang dibuat mendesak dapat mendorong seseorang mengambil keputusan tanpa melakukan verifikasi. Penerima sebaiknya memastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi lain dan tidak langsung memenuhi permintaan yang belum dipastikan.

Penipuan juga dapat berkaitan dengan transaksi pinjaman daring ilegal. Dicky menyampaikan contoh seseorang yang tiba-tiba menerima uang masuk ke rekening, meskipun tidak mengetahui pihak yang mengirimkannya. Transaksi tersebut ternyata berkaitan dengan pinjaman daring ilegal. Contoh ini menunjukkan bahwa dana yang masuk tanpa penjelasan tidak sepatutnya langsung digunakan atau dianggap sebagai transaksi biasa. Setiap penerima perlu berhati-hati, memeriksa asal dana, dan mencari penjelasan melalui kanal resmi apabila menemukan transaksi yang tidak dikenali. Kewaspadaan tersebut penting agar kemudahan layanan digital tidak dimanfaatkan untuk menarik data, menimbulkan kewajiban yang tidak diinginkan, atau merugikan pemilik rekening.

Dicky mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru merespons pesan yang menawarkan hadiah, pekerjaan, investasi, pinjaman, atau layanan tertentu. Sebelum mengeklik tautan, mengunduh aplikasi, maupun mengikuti instruksi yang tercantum dalam pesan, penerima perlu memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi dan sumber pengirimnya. Langkah sederhana tersebut penting untuk mencegah masyarakat menyerahkan data pribadi, informasi perbankan, kode verifikasi, atau dana kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan membandingkan informasi melalui kanal resmi lembaga atau perusahaan terkait. Masyarakat juga perlu mewaspadai pesan yang menggunakan bahasa mendesak, meminta kerahasiaan, menjanjikan keuntungan tidak wajar, atau mengarahkan penerima ke alamat situs yang tidak dikenal. Nama, logo, dan identitas lembaga yang dicantumkan dalam pesan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa informasi tersebut benar. Keaslian sumber tetap perlu diverifikasi melalui saluran komunikasi resmi.

Kewaspadaan dalam menerima dan menindaklanjuti pesan digital merupakan bagian penting dari literasi keuangan digital. Pemahaman ini membantu masyarakat mengenali risiko, mengambil keputusan secara lebih cermat, serta melindungi aset dan data pribadi ketika menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi. Sikap berhati-hati juga perlu diterapkan ketika seseorang menerima permintaan untuk memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi atau memberikan akses terhadap perangkat.

Urgensi kewaspadaan tersebut terlihat dari besarnya kerugian akibat penipuan atau scam yang mencapai sekitar Rp12 triliun dalam dua tahun. Angka itu menunjukkan bahwa penipuan digital tidak hanya menimbulkan kerugian bagi korban secara perorangan, tetapi juga menjadi persoalan yang perlu dihadapi bersama. Karena itu, ajakan OJK agar generasi muda ikut memperkuat pemahaman dan kewaspadaan masyarakat menjadi penting, terutama di tengah penggunaan teknologi digital yang semakin luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60