Dede Sunandar Ungkap Alasan Tak Mengenakan Headguard Saat Melawan Vicky Pras 이eto

Dede Sunandar Ungkap Alasan Tak Mengenakan Headguard Saat Melawan Vicky Pras 이eto
banner 468x60

KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dede Sunandar telah sadar setelah sebelumnya tersungkur ke pinggir ring dan kehilangan kesadaran dalam pertandingan tinju melawan Vicky Prasetyo. Peristiwa tersebut terjadi dalam laga celebrity match dengan format dua lawan satu. Dalam pertandingan itu, Dede tidak tampil seorang diri, melainkan bertanding bersama Bedu untuk menghadapi Vicky Prasetyo.

Insiden tersebut berlangsung dalam acara Kapolda Fighter Match yang digelar di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10). Pertandingan yang semula menjadi hiburan bagi penonton itu berubah menegangkan ketika Dede terjatuh ke sisi ring dan tidak sadarkan diri. Momen tersebut segera menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar arena, termasuk pihak yang terlibat dalam jalannya pertandingan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Setelah kejadian itu, Dede kemudian sadar dan memberikan penjelasan mengenai insiden yang dialaminya. Keterangan tersebut menjadi perhatian karena pertandingan itu melibatkan dua figur hiburan dalam satu kubu, yakni Dede dan Bedu, melawan Vicky secara bersamaan. Format celebrity match tersebut memang menjadi bagian dari daya tarik acara, tetapi insiden yang dialami Dede membuat jalannya laga turut menjadi sorotan.

Dede diketahui menjadi salah satu peserta yang tampil dalam pertandingan tersebut bersama Bedu. Keduanya berhadapan dengan Vicky Prasetyo di atas ring dalam suasana kompetisi yang disaksikan penonton di GOR Kota Jambi. Setelah sempat kehilangan kesadaran di tengah laga, Dede kini telah sadar dan menyampaikan penjelasan terkait apa yang terjadi. Pernyataan itu menjadi informasi terbaru setelah momen dirinya tersungkur ke pinggir ring dan membuat penonton menunggu kabar mengenai kondisinya.

Dede Sunandar menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengenakan headguard dalam pertandingan melawan Vicky Praseto berawal dari anggapan bahwa laga tersebut hanya dilakukan untuk bersenang-senang. Sebelum pertandingan berlangsung, Dede dan rekan satu timnya, Bedu, disebut telah diminta menggunakan pelindung kepala. Namun, keduanya memandang perlengkapan itu belum diperlukan karena mereka mengira pertandingan akan berlangsung dalam suasana santai, seperti kegiatan hiburan biasa.

Atas pertimbangan tersebut, Dede dan Bedu akhirnya tidak memakai pelindung kepala ketika memasuki arena. Keputusan itu bukan didasari keinginan untuk mengabaikan aturan atau meremehkan pertandingan, melainkan karena pemahaman awal bahwa kegiatan tersebut sekadar menjadi momen bersenang-senang. Dede menyampaikan alasan itu sebagai konteks di balik perlengkapan yang dikenakan dirinya dan rekannya saat pertandingan dimulai.

Pandangan tersebut kemudian berubah setelah mereka berada di dalam gedung olahraga. Dede menyadari bahwa suasana pertandingan ternyata jauh lebih meriah daripada yang dibayangkan sebelumnya. Kehadiran penonton, sorakan, serta atmosfer kompetisi membuat jalannya laga terasa berbeda dari perkiraan awal. Situasi di dalam GOR memperlihatkan bahwa pertandingan tidak hanya berlangsung sebagai hiburan sederhana, tetapi juga memiliki energi dan antusiasme yang kuat.

Dede juga mengingat penjelasan Vicky bahwa suasana pertandingan di GOR memang berbeda dari latihan. Saat latihan, situasi biasanya lebih terkendali dan berfokus pada persiapan teknis. Sementara itu, pertandingan di gedung olahraga membawa atmosfer yang lebih hidup karena disaksikan banyak orang. Setelah merasakan perbedaan tersebut secara langsung, Dede memahami bahwa kondisi laga dapat berkembang menjadi lebih serius dibandingkan bayangan awalnya. Penjelasan itu menjadi alasan Dede mengungkapkan mengapa dirinya dan Bedu sejak awal tidak menggunakan headguard.

Atmosfer pertandingan yang meriah membuat Dede Sunandar terpacu untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. Ia tidak hanya ingin memberikan penampilan yang maksimal bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk Bedu dan Vicky Praseto yang terlibat dalam laga tersebut. Dukungan serta antusiasme yang terasa di sekitar arena membuat pertandingan itu tidak lagi dipandang sekadar sebagai ajang bersenang-senang.

Menurut Dede, suasana yang semakin semarak turut memengaruhi sikapnya di atas arena. Ia terdorong untuk tampil lebih serius dan memberikan perlawanan sebaik mungkin. Keinginan tersebut membuat intensitas pertandingan meningkat. Situasi yang pada awalnya dimaksudkan sebagai hiburan kemudian berkembang menjadi pertarungan yang berlangsung lebih sungguh-sungguh dari perkiraan.

Dalam kondisi itulah, terjadi hal yang tidak diinginkan. Dede terkena tinju dari Vicky dan mengaku mengalami blackout. Ia menyebut dirinya benar-benar tidak sadarkan diri setelah menerima pukulan tersebut. Peristiwa itu menjadi bagian penting dari jalannya pertandingan, sekaligus menunjukkan bahwa laga yang berlangsung dalam suasana meriah tetap memiliki risiko ketika para peserta tampil dengan intensitas tinggi.

Dede menjelaskan bahwa dorongan untuk memberikan penampilan terbaik muncul secara alami seiring dengan meriahnya atmosfer pertandingan. Ia ingin tampil maksimal di hadapan pihak-pihak yang terlibat, termasuk Bedu dan Vicky. Namun, peningkatan keseriusan tersebut membuat jalannya laga tidak lagi sepenuhnya terasa seperti kegiatan hiburan. Pertandingan berkembang menjadi lebih kompetitif, hingga akhirnya pukulan Vicky membuat Dede kehilangan kesadaran untuk sementara.

Pengakuan mengenai blackout itu disampaikan Dede saat menjelaskan pengalamannya dalam pertandingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya benar-benar tidak sadarkan diri setelah terkena tinju Vicky, bukan sekadar mengalami kelelahan biasa. Kronologi itu memperlihatkan bagaimana perubahan atmosfer dapat mendorong seseorang tampil lebih agresif dan serius, meskipun pertandingan semula dirancang sebagai ajang bersenang-senang.

Dalam video yang dibagikan setelah pertandingan, kondisi Dede Sunandar tampak masih memerlukan penanganan medis. Ia terlihat terbaring sambil menerima infus, dengan Vicky Prasetyo dan seorang dokter berada di dekatnya. Meski belum sepenuhnya pulih, Dede menyempatkan diri menyampaikan apresiasi kepada dokter yang telah merawatnya sejak malam sebelumnya. Bantuan tersebut diberikan secara berkelanjutan, mulai dari rumah sakit hingga ketika Dede berada di hotel.

Dede juga menyampaikan terima kasih kepada kapolda dan kapolres yang turut memberikan perhatian terhadap kondisinya. Secara khusus, ia menghargai sikap Vicky yang lebih mengutamakan sisi kemanusiaan daripada melanjutkan pertandingan. Bagi Dede, keputusan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kondisi seseorang harus ditempatkan di atas hasil pertarungan.

Setelah Dede mulai sadar, Vicky sebelumnya membagikan momen emosional ketika dirinya menangis sambil memeluk Dede yang masih terbaring dan sedang ditangani petugas medis. Momen itu memperlihatkan suasana penuh keprihatinan setelah pertandingan, sekaligus kedekatan keduanya di tengah situasi yang tidak mudah.

Vicky kemudian menyampaikan bahwa kondisi Dede telah membaik berkat doa dari banyak pihak. Ia mengucapkan terima kasih kepada tim promotor dan tim medis yang sigap memberikan bantuan, serta kepada kapolres yang datang langsung untuk memastikan kondisi mereka. Menurut Vicky, perhatian dan dukungan tersebut sangat berarti bagi proses penanganan setelah pertandingan berlangsung.

Vicky juga menekankan bahwa pertarungan terbaik dalam format dua lawan satu di atas ring tidak dapat sepenuhnya direncanakan. Berbagai kemungkinan dapat terjadi ketika pertandingan berlangsung, sehingga keputusan untuk menghentikan perhatian pada aspek kompetisi dan mengutamakan keselamatan menjadi hal yang penting. Pesan tersebut menutup rangkaian pernyataannya mengenai kondisi Dede dan situasi yang terjadi setelah laga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60