Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Bupati Haris Terima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair, Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Probolinggo

badge-check

Bupati Haris Terima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair, Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Perbesar

MPH // PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak 200 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (Unair) menjadikan masyarakat sebagai mitra belajar sekaligus mitra pembangunan selama menjalankan pengabdian di Kabupaten Probolinggo.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima mahasiswa KKN BBK 8 Unair di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (13/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Gading Erwin Yulianto, Camat Pakuniran Hasan Zainuri, serta para kepala desa yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN BBK.

Bupati Haris Terima 200 Mahasiswa KKN BBK Unair, Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Probolinggo

Dalam sambutannya, Bupati Haris menegaskan konsep KKN Belajar Bersama Komunitas berbeda dengan pola KKN konvensional. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, melainkan harus terlebih dahulu memahami kondisi sosial masyarakat agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“KKN BBK adalah konsep belajar bersama komunitas. Mahasiswa datang bukan hanya menjalankan program, tetapi belajar bersama masyarakat. Dari proses itulah program akan lahir sesuai kebutuhan masyarakat dan mengacu pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Bupati Haris.

Bupati Haris menjelaskan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, hingga kelautan. Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang perlu ditingkatkan, persoalan stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta rendahnya rata-rata lama sekolah.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus menjadi bagian dari percepatan pembangunan daerah melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kami memulai pemerintahan dari berbagai rapor merah. Karena itu kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa sesuai disiplin ilmunya dapat ikut memberikan edukasi dan menjadi bagian dari percepatan perubahan di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Haris menekankan bahwa persoalan stunting, kesehatan ibu dan anak maupun peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Dibutuhkan perubahan pola pikir masyarakat melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Menyelesaikan stunting dan kematian ibu maupun bayi bukan hanya soal dokter atau perawat yang hebat, tetapi bagaimana edukasi dimulai sejak pranikah, masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan. Di sinilah peran mahasiswa sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap rendah hati selama menjalankan pengabdian di desa. Menurutnya, keberhasilan KKN ditentukan oleh kemampuan beradaptasi, memahami budaya lokal serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Jangan merasa menjadi orang yang lebih tahu, tetapi jadilah seorang pembelajar. Belajarlah bersama masyarakat, pahami budayanya, pahami kehidupan mereka. Dari situlah kalian akan memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di bangku kuliah,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Bupati Haris berharap seluruh mahasiswa mampu menjaga nama baik Universitas Airlangga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Prof. Dr. Hj. Yuni Sufyanti Arief mengatakan program BBK merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap pembangunan desa, baik di bidang kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun pengembangan sumber daya manusia.

“Harapannya nanti mahasiswa bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan teman-teman mahasiswa dapat melakukan inovasi dalam mengembangkan desa serta memberdayakan masyarakat, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurut Yuni, mahasiswa yang ditempatkan di Kecamatan Pakuniran diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting. Sementara mahasiswa yang bertugas di Kecamatan Gading didorong menggali potensi ekonomi lokal, termasuk pengembangan produk gula aren melalui inovasi serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, Yuni mengingatkan seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik Universitas Airlangga dengan menjunjung tinggi adab, etika, menghormati kearifan lokal serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang telah menerima mahasiswa Unair untuk melaksanakan program Belajar Bersama Komunitas.

“Atas nama Universitas Airlangga kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang telah menerima KKN BBK mahasiswa Unair di Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.

Sebanyak 200 mahasiswa KKN BBK 8 Universitas Airlangga akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Gading dan Kecamatan Pakuniran yang mencakup 10 desa. Mahasiswa berasal dari berbagai fakultas sehingga diharapkan mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Probolinggo.

(Bambang)

Baca Lainnya

SMKN 1 Sumber Probolinggo Perkuat Sinergi Wali Murid, Cetak Agripreneur Muda ATPH dan APHP

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

SMKN 1 Sumber Probolinggo Perkuat Sinergi Wali Murid, Cetak Agripreneur Muda ATPH dan APHP

Rumput Stadion Bayuangga Mengering Usai Semipro 2026, Warga Desak Pemkot Probolinggo Evaluasi Lokasi

13 Juli 2026 - 19:31 WIB

Rumput Stadion Bayuangga Mengering Usai Semipro 2026, Warga Desak Pemkot Probolinggo Evaluasi Lokasi

Sekretaris Kabinet RI Berikan Pembekalan Strategis kepada 511 Calon Perwira Remaja Akmil

13 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sekretaris Kabinet RI Berikan Pembekalan Strategis kepada 511 Calon Perwira Remaja Akmil

SMA Negeri 1 Gending Bersinar, Shelia Dwi Zahrotus Sita Sabet Duta SIKAP Jawa Timur 2026

13 Juli 2026 - 14:42 WIB

SMA Negeri 1 Gending Bersinar, Shelia Dwi Zahrotus Sita Sabet Duta SIKAP Jawa Timur 2026

Peringati Harkopnas Ke-79, Dekopinda Probolinggo Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga

13 Juli 2026 - 12:34 WIB

Peringati Harkopnas Ke-79, Dekopinda Probolinggo Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga
Trending di Nasional