Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Dugaan Tambang Ilegal Tulungagung Memanas, Mantan Manajer K-cunk Motor Datangi Satreskrim

badge-check


Dugaan Tambang Ilegal Tulungagung Memanas, Mantan Manajer K-cunk Motor Datangi Satreskrim Perbesar

Tulungagung | Riuh percakapan awak media pecah di halaman Satreskrim Polres Tulungagung, sesaat setelah sebuah mobil berwarna gelap berhenti di area parkir depan gedung pemeriksaan. Siang itu, perhatian sejumlah wartawan memang tertuju pada perkembangan kasus dugaan tambang ilegal yang belakangan ramai menjadi pembicaraan masyarakat Tulungagung, 25/05/2026.

Dari kendaraan tersebut turun Wahyu Budi Setiawan. Mantan manajer K-cunk Motor yang akrab disapa Wahyu Ganden itu terlihat mengenakan kemeja gelap sambil membawa map dokumen. Didampingi kuasa hukumnya, Helmi Rizal, ia langsung berjalan menuju ruang Unit Tipidter Satreskrim tanpa banyak memberikan komentar kepada wartawan yang sudah menunggu sejak siang.

Dugaan Tambang Ilegal Tulungagung Memanas, Mantan Manajer K-cunk Motor Datangi Satreskrim

Jam menunjukkan sekitar pukul 13.30 WIB ketika Wahyu memasuki ruang pemeriksaan. Beberapa petugas kepolisian terlihat hilir mudik membawa berkas tambahan ke dalam ruangan. Situasi di sekitar Satreskrim tampak lebih sibuk dibanding hari-hari biasanya.

Kasus dugaan tambang ilegal di Tulungagung memang berkembang menjadi perhatian besar publik dalam beberapa pekan terakhir. Selain karena dugaan aktivitas penambangan tanpa izin itu disebut berlangsung cukup lama, perkara tersebut juga mulai menyeret nama sejumlah pihak yang dikenal di lingkungan usaha lokal.

Di sejumlah kawasan selatan Tulungagung, aktivitas kendaraan pengangkut material tambang sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga sekitar. Truk-truk besar disebut hampir setiap malam melintas melewati jalan desa hingga kawasan permukiman.

“Kalau malam suara kendaraan berat sering terdengar sampai larut,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar jalur tambang.

Menurut warga, aktivitas itu bukan sesuatu yang baru. Namun banyak masyarakat selama ini memilih tidak banyak bicara karena merasa persoalan tambang terlalu sensitif untuk dibahas secara terbuka.

Karena itu, ketika aparat kepolisian mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, perhatian masyarakat langsung meningkat. Banyak warga kini menunggu sejauh mana aparat penegak hukum benar-benar berani membongkar perkara tersebut.

Di lorong depan ruang pemeriksaan, sejumlah wartawan tampak terus memantau aktivitas petugas. Sesekali terdengar percakapan singkat antaranggota polisi yang keluar masuk membawa map dokumen tambahan.

Meski pemeriksaan berlangsung tertutup, situasi di sekitar Unit Tipidter menunjukkan bahwa penyelidikan perkara ini masih terus berkembang. Wartawan yang berada di lokasi juga terus mencoba mencari informasi terbaru dari sejumlah sumber internal.

Selama hampir tiga jam, Wahyu menjalani pemeriksaan di dalam ruang penyidik. Hingga sore hari, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai materi klarifikasi yang dilakukan terhadap mantan manajer showroom tersebut.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pintu ruang pemeriksaan akhirnya terbuka. Wahyu keluar bersama kuasa hukumnya dengan ekspresi serius. Para wartawan langsung mengerubunginya untuk meminta penjelasan terkait pemeriksaan yang baru saja dijalani.

Kepada awak media, Wahyu mengaku telah menyerahkan sejumlah dokumen tambahan dan rekaman video kepada penyidik Satreskrim Polres Tulungagung.

“Saya memenuhi undangan klarifikasi dan menyerahkan data yang saya miliki kepada penyidik,” ujarnya singkat.

Ia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai isi dokumen tersebut. Namun menurutnya, data yang diberikan berkaitan dengan dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin yang saat ini sedang menjadi perhatian publik di Tulungagung.

Nama Wahyu sendiri mulai ramai diperbincangkan setelah muncul dalam sejumlah informasi terkait perkara tambang ilegal tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisinya saat ini masih sebagai pihak yang dimintai keterangan oleh penyidik.

Sementara itu, kuasa hukum Wahyu, Helmi Rizal, mengatakan proses pemeriksaan berjalan cukup lancar dan kondusif. Ia menyebut pihaknya sengaja membawa tambahan alat bukti baru guna memperkuat data yang sebelumnya telah disampaikan kepada penyidik.

Menurut Helmi, tambahan bukti tersebut berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki keterkaitan langsung dengan substansi perkara yang sedang ditangani aparat kepolisian.

“Kami menyerahkan beberapa data tambahan yang relevan dengan perkara ini,” kata Helmi.

Tidak hanya menyerahkan data tambahan, Helmi juga kembali meminta agar pihak-pihak yang disebut dalam laporan dipanggil langsung oleh penyidik untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Salah satu nama yang kembali disebut ialah Suyono Hadi Pranoto. Menurut Helmi, pemeriksaan harus dilakukan langsung terhadap pihak yang berkaitan dengan perkara agar proses penyelidikan benar-benar terang.

“Kalau memang ingin semuanya jelas, pihak yang bersangkutan harus hadir sendiri memberikan keterangan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memancing perhatian publik. Banyak pihak menduga penyelidikan perkara tambang ilegal di Tulungagung kemungkinan masih akan berkembang lebih luas dan melibatkan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah nama lain.

Selain menjadi perhatian dari sisi hukum, dugaan aktivitas tambang ilegal juga mulai memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Beberapa warga mengaku kondisi jalan desa mengalami kerusakan akibat sering dilalui kendaraan berat pengangkut material tambang.

Tidak hanya itu, debu dari aktivitas pengangkutan material juga mulai dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar jalur kendaraan.

“Kalau musim kemarau debunya sampai masuk rumah,” ujar seorang warga lainnya.

Sebagian warga juga mengaku khawatir terhadap potensi longsor dan kerusakan lahan apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung tanpa pengawasan yang jelas. Beberapa kawasan bahkan disebut mengalami perubahan kondisi tanah dalam beberapa tahun terakhir.

Aktivis lingkungan di Tulungagung mulai ikut menyoroti perkembangan kasus tersebut. Mereka menilai dugaan tambang ilegal harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan pertambangan di daerah.

Menurut mereka, lemahnya pengawasan selama ini menjadi salah satu alasan praktik penambangan tanpa izin sulit dihentikan. Karena itu, mereka berharap aparat penegak hukum benar-benar serius mengusut perkara tersebut hingga tuntas.

“Kalau pengawasannya ketat, aktivitas seperti ini pasti lebih mudah dicegah,” ujar seorang aktivis lingkungan.

Selain persoalan kerusakan lingkungan, masyarakat juga menilai aktivitas tambang ilegal berpotensi merugikan negara karena dilakukan tanpa izin resmi. Penambangan ilegal dianggap menghilangkan potensi pendapatan daerah yang seharusnya bisa diperoleh melalui mekanisme legal.

Karena itu, warga berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan formalitas semata.

“Masyarakat sekarang ingin melihat apakah kasus ini benar-benar dibongkar sampai tuntas,” kata seorang warga yang ikut memantau perkembangan perkara.

Di sekitar Mapolres Tulungagung, pembicaraan mengenai dugaan mafia tambang ilegal memang terus berkembang. Beberapa warga mengaku baru berani berbicara setelah kasus tersebut mulai ramai diberitakan media.

“Selama ini sebenarnya banyak yang tahu aktivitas itu, cuma orang takut bicara,” ujar warga lainnya.

Pihak pelapor dalam perkara ini juga berharap penyidik menghadirkan lebih banyak saksi guna memperkuat alat bukti. Mereka menilai aktivitas pertambangan tanpa izin tidak mungkin berjalan tanpa adanya pihak lain yang mengetahui kegiatan tersebut.

Menurut Helmi, masyarakat kini sedang menunggu langkah konkret aparat kepolisian dalam menangani dugaan praktik tambang ilegal tersebut secara serius.

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya berlaku untuk orang kecil,” katanya.

Hingga sore hari, pihak Satreskrim Polres Tulungagung belum memberikan penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan Wahyu Budi Setiawan. Penyidik disebut masih mendalami sejumlah dokumen dan data tambahan yang telah diterima selama proses klarifikasi berlangsung.

Meski demikian, informasi yang berkembang menyebut kemungkinan adanya pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah pihak lain masih terbuka lebar. Polisi juga dikabarkan masih mengumpulkan berbagai dokumen pendukung guna memperkuat proses penyelidikan.

Kasus ini kini berkembang menjadi perhatian serius masyarakat Tulungagung. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum benar-benar menunjukkan keberanian dalam mengusut dugaan praktik tambang ilegal tanpa membedakan status sosial pihak yang terlibat.

Bagi sebagian warga, perkara ini bukan sekadar kasus hukum biasa. Mereka melihat penanganan dugaan tambang ilegal sebagai ujian terhadap komitmen aparat dalam menindak praktik yang selama ini dianggap sulit disentuh hukum.

Apabila proses hukum berjalan terbuka dan tegas, masyarakat percaya kasus ini bisa menjadi awal pembenahan pengawasan aktivitas pertambangan di Tulungagung. Namun jika penanganannya berhenti di tengah jalan, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dikhawatirkan semakin menurun.

Menjelang malam, suasana di sekitar Satreskrim perlahan mulai kembali lengang. Wartawan yang sejak siang menunggu perkembangan pemeriksaan satu per satu meninggalkan lokasi. Meski begitu, pembicaraan mengenai dugaan tambang ilegal di Tulungagung tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam perkara ini. Mulai dari siapa saja pihak yang mengetahui aktivitas pertambangan tersebut, bagaimana praktik itu bisa berjalan cukup lama, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di balik aktivitas tambang tanpa izin yang kini menjadi perhatian publik luas.

Kini perhatian masyarakat tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil penyidik Satreskrim Polres Tulungagung. Di tengah sorotan publik yang terus membesar, aparat dituntut membuktikan bahwa penanganan dugaan tambang ilegal benar-benar dilakukan secara serius dan tidak berhenti hanya pada tahap pemeriksaan awal semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Bualemo ke TKP Penemuan Mayat di Perkebunan Tikupon

25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Polsek Bualemo ke TKP Penemuan Mayat di Perkebunan Tikupon

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Dugaan Penganiayaan Warga Balunganyar, Kuasa Hukum Apresiasi Respons Cepat Polsek Lekok

25 Mei 2026 - 14:15 WIB

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Dugaan Penganiayaan Warga Balunganyar, Kuasa Hukum Apresiasi Respons Cepat Polsek Lekok

Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Curanmor yang Beraksi di Puskesmas

25 Mei 2026 - 10:09 WIB

Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Curanmor yang Beraksi di Puskesmas

Menelusuri Kiprah Eyang Suro, Tokoh Pencak Silat yang Meletakkan Fondasi Persaudaraan Setia Hati Sejak Awal Abad ke-20

24 Mei 2026 - 19:04 WIB

Menelusuri Kiprah Eyang Suro, Tokoh Pencak Silat yang Meletakkan Fondasi Persaudaraan Setia Hati Sejak Awal Abad ke-20

Viral! Ketua PGRI Bangkalan Pilih Ancam Somasi Ketimbang Buka Data Anggaran, Publik Bertanya Ada Apa?

24 Mei 2026 - 17:52 WIB

Viral! Ketua PGRI Bangkalan Pilih Ancam Somasi Ketimbang Buka Data Anggaran, Publik Bertanya Ada Apa?
Trending di Kabar Viral