Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kesehatan

UPT Puskesmas Bantaran Perkuat Layanan Rujukan Gratis untuk Ibu Hamil Risiko Tinggi, Keselamatan Ibu dan Bayi Jadi Prioritas

badge-check


UPT Puskesmas Bantaran Perkuat Layanan Rujukan Gratis untuk Ibu Hamil Risiko Tinggi, Keselamatan Ibu dan Bayi Jadi Prioritas Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi terus menjadi perhatian serius UPT Puskesmas Bantaran. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memperkuat layanan pendampingan rujukan gratis bagi ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) agar mendapatkan penanganan medis yang cepat, aman, dan sesuai kebutuhan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami komplikasi atau kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.

UPT Puskesmas Bantaran Perkuat Layanan Rujukan Gratis untuk Ibu Hamil Risiko Tinggi, Keselamatan Ibu dan Bayi Jadi Prioritas

Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi pasien, tetapi juga melakukan koordinasi dengan rumah sakit tujuan hingga mendampingi proses rujukan menggunakan ambulans. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar pasien dapat memperoleh layanan medis lanjutan tanpa hambatan.

Rujukan diberikan ke berbagai fasilitas kesehatan sesuai tingkat kebutuhan medis pasien, mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hingga rumah sakit rujukan tipe A seperti RS dr Soetomo Surabaya maupun RSUD dr Saiful Anwar Malang.

Kepala UPT Puskesmas Bantaran, Radityo Utomo, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan ibu dan bayi.

Menurutnya, kehamilan dengan risiko tinggi membutuhkan perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa ibu maupun janin apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“Keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Karena itu, pasien bumil risiko tinggi mendapatkan pendampingan penuh agar proses rujukan berjalan aman, cepat dan tepat,” ujar Radityo. Jum’at (22/5/26)

Ia menambahkan, sejumlah kondisi yang masuk kategori risiko tinggi antara lain hipertensi dalam kehamilan, anemia berat, perdarahan, gangguan kesehatan tertentu, hingga berbagai kondisi kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan penanganan spesialis di rumah sakit.

Selain memastikan proses rujukan berjalan lancar, tenaga kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada keluarga pasien. Edukasi tersebut meliputi pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan rutin, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.

Menurut Radityo, peran keluarga sangat penting dalam mendukung keselamatan ibu hamil. Kewaspadaan keluarga terhadap gejala-gejala yang muncul dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Deteksi dini menjadi kunci utama. Semakin cepat tanda bahaya dikenali, maka semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih berat,” katanya.

Program pendampingan rujukan ibu hamil risiko tinggi tersebut juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah Kecamatan Bantaran. Melalui sistem pendampingan yang terintegrasi, diharapkan tidak ada ibu hamil yang terlambat mendapatkan penanganan hanya karena kendala akses layanan kesehatan.

Dengan adanya layanan pendampingan rujukan gratis ini, UPT Puskesmas Bantaran berharap angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi dapat terus ditekan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk rutin memeriksakan kehamilan dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan keluhan atau tanda-tanda yang mengarah pada risiko komplikasi.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan keselamatan maternal dan neonatal sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

(Edi D/Bambang/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?

7 Juli 2026 - 12:46 WIB

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?

Pimpinan Redaksi Patrolihukum.net & Investigasi88.com Berbelasungkawa, Pengabdian Tiga Bhayangkara Gugur di Katingan Akan Selalu Dikenang

7 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pimpinan Redaksi Patrolihukum.net & Investigasi88.com Berbelasungkawa, Pengabdian Tiga Bhayangkara Gugur di Katingan Akan Selalu Dikenang

Tak Ingin Ada Korban Baru, Emak-Emak Geruduk Polresta Sidoarjo Desak Penangkapan Tersangka Dugaan Pencabulan Anak

7 Juli 2026 - 07:29 WIB

Tak Ingin Ada Korban Baru, Emak-Emak Geruduk Polresta Sidoarjo Desak Penangkapan Tersangka Dugaan Pencabulan Anak

Tragis, Pelajar Asal Bandung Barat Meninggal Usai Dibacok di Purwakarta

7 Juli 2026 - 07:02 WIB

Tragis, Pelajar Asal Bandung Barat Meninggal Usai Dibacok di Purwakarta

Korban Gugur Bertambah, Aiptu Sumariyanto Ditemukan Tewas di DAS Rantau Asem Pasca Penggerebekan Terduga Bandar Sabu di Katingan

7 Juli 2026 - 00:41 WIB

Korban Gugur Bertambah, Aiptu Sumariyanto Ditemukan Tewas di DAS Rantau Asem Pasca Penggerebekan Terduga Bandar Sabu di Katingan
Trending di Hukum dan Kriminal