BANGGAI, 17/05/2026 – Peta gerakan buruh dan dinamika pers di Kabupaten Banggai memasuki babak baru. Hermanius Burunaung, yang dikenal luas sebagai Pimpinan Redaksi media investigasi Berantastipikornews, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Banggai.
Langkah rangkap jabatan ini memantik perhatian publik, mengingat posisi Pimpinan Redaksi menuntut independensi tinggi, sementara kepemimpinan serikat buruh menuntut keberpihakan pada hak-hak pekerja. Namun, bagi Hermanius, dua peran ini bukanlah sebuah kontradiksi, melainkan sinergi strategis untuk memperkuat fungsi kontrol sosial dan kemanusiaan di Tanah Babasal.

Menanggapi positioning barunya, Hermanius Burunaung menegaskan bahwa komitmennya terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) tidak akan goyah sedikit pun. Ia menjamin garis redaksional Berantastipikornews akan tetap berjalan objektif, profesional, dan kritis.
”Amanah sebagai Ketua DPC KSBSI Banggai ini adalah tanggung jawab moral untuk memperjuangkan keadilan bagi para pekerja. Namun, saya ingin menegaskan kepada publik dan seluruh pembaca setia bahwa posisi ini tidak akan mereduksi independensi Berantastipikornews,” ujar Hermanius <a href="https://patrolihukum.net/harga-tanah-disepakati-2022-pajak-membengkak-2025-dedy-luqman-hakim-bongkar-celah-sengketa-bphtb-dalam-transaksi-properti/”>dalam pernyataan resminya.
”Pers memiliki khittah sebagai pilar keempat demokrasi yang harus berdiri di atas semua golongan. Ketika mengurus ruang redaksi, saya adalah jurnalis yang terikat pada fakta dan etika. Ketika berada di KSBSI, saya adalah pelayan para buruh. Keduanya disatukan oleh satu napas,melawan ketidakadilan dan menegakkan aturan hukum yang berlaku,” tambahnya secara lugas.
Lebih lanjut, Hermanius melihat bahwa kehadiran figur berlatar belakang media di pucuk pimpinan KSBSI Banggai akan memberikan dampak positif bagi pola advokasi buruh ke depan. Menurutnya, perjuangan buruh di era modern tidak hanya mengandalkan aksi di jalanan, melainkan harus berbasis pada edukasi regulasi, transparansi informasi, dan diplomasi yang cerdas.
”Wartawan atau pekerja media pada hakikatnya adalah buruh juga. Melalui wadah KSBSI ini, kita ingin membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di Kabupaten Banggai. Kita akan kawal implementasi regulasi ketenagakerjaan, hak-hak upah, hingga jaminan keselamatan kerja, tanpa harus kehilangan daya kritis media dalam mengontrol kebijakan pemerintah maupun korporasi,” pungkas Hermanius.
Dengan kepemimpinan baru ini, DPC KSBSI Banggai diharapkan mampu menjadi mitra strategis sekaligus pengingat kritis bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha, guna memastikan iklim investasi di Banggai berjalan beriringan dengan kesejahteraan para pekerjanya. (Red)



























2 Komentar