Probolinggo – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM LIBAS88NUSANTARA menghadiri undangan Pondok Pesantren Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani (SAQO) di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (23/4/2026) malam. Kehadiran organisasi tersebut bertepatan dengan momentum halal bihalal keluarga besar LIBAS88NUSANTARA yang digelar di sela rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-30 pondok pesantren tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi malam puncak setelah rangkaian kegiatan harlah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sejumlah tokoh agama, masyarakat, santri, alumni, hingga tamu undangan dari berbagai elemen turut hadir memeriahkan kegiatan tahunan tersebut.

Dalam agenda tersebut, tampak hadir Ketua Umum LIBAS88NUSANTARA, Muhyiddin Evyni, bersama jajaran pengurus inti DPP LIBAS88NUSANTARA. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk penghormatan atas undangan dari keluarga besar pondok pesantren sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara organisasi kemasyarakatan dengan kalangan pesantren.
Suasana penuh keakraban terlihat saat momen halal bihalal berlangsung. Para pengurus saling bersalaman dan berdialog mengenai berbagai persoalan organisasi maupun dinamika sosial yang berkembang belakangan ini.
Ketua LIBAS88NUSANTARA, Muhyiddin Evyni, dalam keterangannya menyampaikan bahwa halal bihalal tersebut bukan sekadar agenda seremonial pasca-Idulfitri, melainkan juga menjadi sarana memperkuat konsolidasi internal organisasi.
Menurutnya, kekompakan antar pengurus menjadi faktor penting agar organisasi tetap berjalan sesuai visi dan misi yang telah dibangun sejak awal.
“Halal bihalal ini adalah bentuk nyata kebersamaan kami. Ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar pengurus sekaligus menunjukkan keseriusan organisasi dalam menyikapi berbagai fenomena yang terjadi akhir-akhir ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, LIBAS88NUSANTARA harus tetap berdiri secara independen dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan dari pihak luar yang dapat mengganggu arah perjuangan organisasi.
Muhyiddin menilai, konsistensi dalam mengambil keputusan harus tetap dijaga agar organisasi mampu menjalankan perannya secara objektif di tengah masyarakat.
“Kami berharap LIBAS88NUSANTARA semakin solid, semakin kuat, dan tetap konsisten. Organisasi ini harus independen dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil, tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran LIBAS88NUSANTARA dalam malam puncak harlah ke-30 tersebut.
Peringatan hari lahir ke-30 ponpes tersebut dinilai menjadi momentum refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan keagamaan dalam membina generasi muda serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian acara malam puncak tersebut, diharapkan sinergi antara lembaga pesantren, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial dapat terus terjalin demi menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
(Bambang/Redaksi)

























