PROBOLINGGO, Patrolihukum.net – Luapan aliran sungai yang terjadi di wilayah Desa Sidomukti dan Patokan pada 1–13 April 2026 memicu kekhawatiran warga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir yang berdampak pada permukiman hingga areal pertanian.
Menanggapi situasi itu, jajaran pemerintah mulai dari tingkat RT, RW, lurah, camat, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari elemen masyarakat. Ketua LSM Libas88 Nusantara, M. Muhyidin Eviny, menyampaikan terima kasih atas respons sigap pemerintah dalam menyikapi potensi bencana tersebut.
“Kami mengapresiasi ketanggapan pemerintah yang langsung turun ke lokasi. Namun kami berharap tidak berhenti pada peninjauan saja, melainkan ada langkah nyata yang segera dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan di lapangan agar upaya mitigasi benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), tetapi harus menyentuh akar persoalan, terutama kondisi di wilayah hulu sungai.
“Pemerintah harus mencari sumber utama penyebab banjir. Kami menduga ada penggundulan di kawasan hulu yang memperparah kondisi aliran sungai. Ini harus diusut tuntas, tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Muhyidin juga berharap langkah penanganan yang komprehensif dapat mencegah terjadinya banjir di masa mendatang, sehingga tidak lagi merugikan masyarakat, baik secara materiil maupun nonmateriil.
Hal senada disampaikan warga setempat yang mengaku resah dengan potensi banjir yang terus mengancam, khususnya terhadap lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah dan dorongan dari masyarakat sipil, diharapkan penanganan banjir di wilayah Sidomukti dan sekitarnya dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hilir hingga hulu.
Upaya tersebut dinilai penting agar aktivitas warga kembali normal dan tidak lagi dihantui kekhawatiran akan bencana yang berulang. (Bambang/)*

























