Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Diduga Kuat Penindakan BKSDA Morut, Pilih Kasih, Diminta Berlaku Adil, Jangan Karena Tendensi, Kayu Di Depan Mata Diabaikan.

badge-check


Diduga Kuat Penindakan BKSDA Morut, Pilih Kasih, Diminta Berlaku Adil, Jangan Karena Tendensi, Kayu Di Depan Mata Diabaikan. Perbesar

Morut – Tepatnya pada Kamis 26 Maret 2026, Kepada media ini salah satu oprator sengsor yang enggan di publikasikan namanya mengungkapkan, yang mana telah di dapati sejumlah kayu di To Tivoro oleh tim BKSDA yang sedang bertugas di wilayah Kecamatan Bungku utara, Kabupaten Morowali Utara, dan pihaknya lngsung mencincang kayu tersebut, sebagai bentuk ketegasan dalam tugas yang di jalankan,”sebut Sumber.

Guna menjaga kelestarian alam dalam konteks, lingkungan hidup sekitar cagar alam, yang mana harus menjaga keseimbangan ekosistem, yang ada, sehingga penindakan tegas perlu di lakukan, namun hal tersebut harus di lakukan dengan prinsip-prinsip keadilan jangan hanya karena punya tendensi terhadap seseorang sehingga dengan sigap melakukan penindakan, sementra yang lain di berikan ruang untuk bergerak, ini jelas tidak berlaku adil, buktinya di beberapa bulan lalu sempat pula di dapati sejumlah kayu, namun tidak di cincang.

Diduga Kuat Penindakan BKSDA Morut, Pilih Kasih, Diminta Berlaku Adil, Jangan Karena Tendensi, Kayu Di Depan Mata Diabaikan.

Ini membuktikan tidak adanya keadilan dalam penindakan, sehingga patut diduga BKSDA Morut pilih kasih, sementara yang kerja di lokasi tersebut bukan hanya satu orang dan semua Rakyat Republik Indonesia, yang serba berkekurangan ekonominya, yang mana bahwa sesungguhnya kemiskinan rakyat adalah tanggung jawab negara, dan sesungguhnya aset negara adalah rakyat, sehingga dalam hal ini perlu melahirkan prinsip-prinsip kebijakan, bagi para pekerja (pengolah) kayu yang ada di hutan cagar alam, sebagai mana mestinya seorang pengayom yang mengayomi tampa tendensi, hadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, berdasarkan pancasila sila ke-5, “tegasnya.

Lanjut, ditempat yang berbeda, salah satu sumber menambahkan, yang mana berkaitan dengan para pelaku pembalakan liar di hutan cagar alam memang salah, namun negara juga harus tau dan hadir ditengah- tengah masyarakat memberikan solusi terbaik, karena demi tuntutan perut sehingga melakukan hal tersebut, karena penindakan yang di lakukan saat ini tidak bisa dijadikan jaminan mereka akan berhenti karena penindakan yang di lakukan hanya merugikan, tidak memberikan solusi terbaik untuk para pejuang rupiah,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, kami pun berharap agar adanya keterbukaan informasi publik dari BKSDA MORUT, terkait kayu sitaan selama ini di kemana kan, bahkan kami pula punya sumbangsih, seperti yang terjadi di beberapa waktu lalu penyitaan kayu milik salah satu pengolah yang ada sekitar 3 kubik, kami yang tidak di dapati kayu kami ikut mengganti kayu tersebut, nah kenapa sekarang malah main cincang, kalau mau tegas harus berlaku adil kepada seluruh pelaku pembalakan liar (pengolah) tampa pandang bulu, kami tidak masalah asal berlaku adil, dengan harapan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” tutupnya.

Bahkan saat ini begitu banyak kayu berserakan di depan mata tidak di cincang bahkan ada pula yang siap dalam pengiriman, ini kan jadi aneh, jelas BKSDA Morut tidak berlaku adil, terkesan hanya orang tertentu yang di tindaki, diminta pimpinan Balai BKSDA untuk melakukan evaluasi kinerja, ingat terkait hutan cagar alam banyak pihak – pihak yang terlibat, seharusnya di lakukan penindakan secara merata, jangan pilih kasih, jadilah yang sesungguhnya seorang pengayom yang mengayomi, tampa pandang bulu,” ujarnya.

Sampai berita ini tayang beberapa pihak terkait, diantara BKSDA Morut, belum bisa di konfirmasi.

Lp. Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konfirmasi Soal Pendataan Jadup Belum Dijawab, Kabid RR BPBD Langsa Bungkam Saat Dihubungi Wartawan

7 Juli 2026 - 21:23 WIB

Konfirmasi Soal Pendataan Jadup Belum Dijawab, Kabid RR BPBD Langsa Bungkam Saat Dihubungi Wartawan

Pemerhati Desak Polres Langsa Transparan Tangani Dugaan Persoalan Perizinan BUMDes Gampong Tengoh

7 Juli 2026 - 21:11 WIB

Pemerhati Desak Polres Langsa Transparan Tangani Dugaan Persoalan Perizinan BUMDes Gampong Tengoh

Jatim Gelar Bulan Imunisasi Kejar Serentak 2026, Orang Tua Diajak Lengkapi Imunisasi Anak Usia 0-59 Bulan

7 Juli 2026 - 15:56 WIB

Jatim Gelar Bulan Imunisasi Kejar Serentak 2026, Orang Tua Diajak Lengkapi Imunisasi Anak Usia 0-59 Bulan

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?

7 Juli 2026 - 12:46 WIB

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?

Penuh Haru, Dandim 1505/Tidore Beri Penghargaan kepada Prajurit Purna Bakti dan Pindah Satuan

7 Juli 2026 - 12:08 WIB

Penuh Haru, Dandim 1505/Tidore Beri Penghargaan kepada Prajurit Purna Bakti dan Pindah Satuan
Trending di Berita