Probolinggo, Patrolihukum.net – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan dan petugas, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan tes urine ini diikuti oleh sebanyak 36 warga binaan serta seluruh petugas Rutan Kraksaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine dinyatakan negatif narkoba. Baik warga binaan maupun petugas tidak terindikasi menggunakan zat terlarang. Capaian ini menegaskan komitmen Rutan Kraksaan dalam mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, **Galih Setiyo Nugroho**, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis untuk menjaga marwah dan integritas institusi pemasyarakatan.
“Tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami bahwa Rutan Kraksaan tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik oleh warga binaan maupun petugas,” ujar Galih.
Menurutnya, lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembinaan yang efektif dan humanis. Selain itu, langkah ini juga bertujuan membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem penegakan hukum yang profesional dan akuntabel.
Galih menambahkan, tes urine akan terus dilakukan secara berkala dan insidental sebagai bentuk konsistensi dalam pengawasan internal. Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama.
Senada dengan itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kraksaan, **M. Aziz Yulianto**, menyampaikan bahwa hasil negatif dari seluruh peserta tes menjadi indikator bahwa sistem pengamanan dan pengawasan di Rutan Kraksaan berjalan efektif.
“Ini menunjukkan bahwa pengawasan internal berjalan dengan baik. Namun demikian, kami tidak akan lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan berkelanjutan,” kata Aziz.
Aziz menegaskan bahwa jajaran pengamanan akan terus memperketat kontrol terhadap aktivitas di dalam rutan, termasuk keluar-masuknya barang dan orang, guna meminimalisir potensi masuknya narkotika.
Ia menilai, sinergi antara petugas dan warga binaan menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan pemasyarakatan. Oleh karena itu, selain penindakan, pendekatan edukatif dan pembinaan juga terus dilakukan.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif, sehingga fungsi pembinaan dapat berjalan secara optimal,” pungkasnya.
Dengan hasil tes urine yang seluruhnya negatif, Rutan Kraksaan menegaskan posisinya sebagai lembaga pemasyarakatan yang konsisten mendukung agenda nasional pemberantasan narkoba serta penguatan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
*(Bambang)*



























