Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Pemerintah

Cegah Pengulangan Pelanggaran, Rutan Kraksaan Tekankan Penguatan Self Efficacy

badge-check

Cegah Pengulangan Pelanggaran, Rutan Kraksaan Tekankan Penguatan Self Efficacy Perbesar

patrolihukum.net – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus mengintensifkan upaya pembinaan warga binaan dengan menitikberatkan pada penguatan kesehatan mental dan psikologis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui kegiatan sosialisasi bertema self efficacy sebagai upaya pencegahan perilaku mengulang pelanggaran hukum atau relapse, yang digelar pada Selasa (16/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang bertujuan menumbuhkan keyakinan diri warga binaan agar mampu mengendalikan emosi, mengambil keputusan secara positif, serta membangun komitmen kuat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Penguatan mental dinilai menjadi faktor krusial dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.

Cegah Pengulangan Pelanggaran, Rutan Kraksaan Tekankan Penguatan Self Efficacy

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa self efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas kesehatan mental seseorang. Menurutnya, kepercayaan diri yang kuat akan membantu individu menghindari perilaku menyimpang dan mengambil pilihan hidup yang lebih konstruktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Sosialisasi ini kami selenggarakan sebagai bentuk pembekalan mental bagi warga binaan agar mereka percaya terhadap potensi dirinya. Dengan keyakinan tersebut, diharapkan mereka mampu menghindari pengulangan kesalahan dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Galih.

Ia menambahkan bahwa sistem pembinaan di Rutan Kraksaan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap tata tertib dan aturan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter serta ketahanan mental warga binaan. Pendekatan psikologis, lanjutnya, menjadi bagian integral dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial.

“Pembinaan mental dan psikologis menjadi pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Tujuannya agar warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih sehat secara mental dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin Zaini, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan layanan pembinaan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Pembinaan tersebut tidak hanya menyentuh aspek fisik dan administratif, tetapi juga aspek psikologis yang kerap menjadi pemicu terjadinya pelanggaran berulang.

“Melalui pemahaman tentang self efficacy, warga binaan diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan, serta memiliki kesiapan mental untuk mencegah relapse saat kembali ke masyarakat,” ungkap Yasin.

Menurutnya, tekanan psikologis, ketidakmampuan mengelola emosi, serta rendahnya kepercayaan diri sering kali menjadi faktor dominan yang mendorong seseorang kembali melakukan kesalahan yang sama. Oleh karena itu, pembekalan mental sejak dini selama menjalani masa pembinaan dipandang sebagai langkah preventif yang sangat penting.

Selain itu, edukasi kesehatan mental juga dinilai mampu membantu warga binaan membangun kesadaran diri, motivasi internal, serta pola pikir positif dalam menghadapi tantangan hidup ke depan. Dengan pendekatan tersebut, proses pemasyarakatan diharapkan tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memulihkan dan memberdayakan.

“Melalui penguatan self efficacy ini diharapkan tumbuh kesadaran, kepercayaan diri, serta motivasi internal untuk berubah. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu membantu warga binaan membangun masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya guna saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Transparan, Penjaringan Perangkat Desa Karanggeger Tetapkan Alief Sebagai Kasi Kesra

15 Juli 2026 - 12:59 WIB

Transparan, Penjaringan Perangkat Desa Karanggeger Tetapkan Alief Sebagai Kasi Kesra

PMI Tulungagung Bersama Pemdes Gedangsewu Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Sosial untuk Sesama

15 Juli 2026 - 09:36 WIB

PMI Tulungagung Bersama Pemdes Gedangsewu Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Sosial untuk Sesama

LSM LIRA Desak Presiden Prabowo Segera Sahkan UU Perampasan Aset, Tegaskan Koruptor Harus Dimiskinkan

15 Juli 2026 - 06:23 WIB

LSM LIRA Desak Presiden Prabowo Segera Sahkan UU Perampasan Aset, Tegaskan Koruptor Harus Dimiskinkan

Ibunda Santri Asal Lombok Tengah Mengadu ke Komisi III DPR RI, Minta Keadilan atas Kematian Anaknya

14 Juli 2026 - 22:26 WIB

Ibunda Santri Asal Lombok Tengah Mengadu ke Komisi III DPR RI, Minta Keadilan atas Kematian Anaknya

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI Berakhir

14 Juli 2026 - 22:10 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI Berakhir
Trending di Hukum dan Kriminal