Patrolihukum.net — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan elemen kontrol sosial, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aktivis Probolinggo (JakPro) melakukan penelusuran langsung ke seluruh dusun di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/12/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas serta kuantitas pembangunan infrastruktur jalan lingkungan, khususnya proyek rabat beton yang dibiayai dari anggaran desa. Penelusuran lapangan ini juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan masyarakat guna mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Ketua LSM JakPro, Badrus Seman, mengatakan bahwa pihaknya ingin melihat secara langsung kondisi fisik pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Tigasan Kulon sejak tahun 2023 hingga akhir 2025. Hasilnya, ia mengaku cukup terkesan dengan kualitas pekerjaan yang ada di lapangan.
“Setelah kami telusuri ke setiap dusun, kondisi rabat beton masih sangat baik. Kualitas pengerjaan terlihat rapi dan kuat, serta volumenya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memperhatikan mutu,” ujar Badrus Seman di sela kegiatan.
Menurutnya, pemerataan pembangunan jalan lingkungan di Desa Tigasan Kulon sudah dirasakan oleh masyarakat di seluruh dusun. Jalan rabat beton yang dibangun dinilai mampu menunjang aktivitas warga, baik untuk mobilitas harian, kegiatan ekonomi, hingga akses pertanian.
Tak hanya menyoroti infrastruktur jalan, LSM JakPro juga menelusuri program ketahanan pangan desa, khususnya di sektor hewani. Dalam peninjauan tersebut, tim LSM melihat langsung pengelolaan ternak kambing yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa.
Badrus menilai program ketahanan pangan hewani tersebut berjalan sesuai perencanaan dan dikelola dengan baik oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahkan, hasil dari pengelolaan ternak tersebut sudah memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan BUMDes.
“Ketahanan pangan hewani benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar program di atas kertas. Pengelolaannya jelas, ternaknya ada, dan hasilnya sudah masuk ke BUMDes. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan dan program ketahanan pangan tersebut tidak terlepas dari peran Kepala Desa Tigasan Kulon, Suhin Setiawan, beserta seluruh perangkat desa yang dinilai mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Pak Kades dan jajarannya patut mendapatkan apresiasi. Apa yang dibangun masih terjaga dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini contoh pengelolaan desa yang bisa menjadi rujukan,” ujarnya.
Setelah melakukan penelusuran selama beberapa jam, tim LSM JakPro bersama awak media disambut secara hangat di kediaman Kepala Desa Tigasan Kulon, Suhin Setiawan. Suasana penuh keakraban tersebut mencerminkan terbukanya ruang komunikasi antara pemerintah desa dan elemen masyarakat.
Kepala Desa Tigasan Kulon, **Suhin Setiawan**, menyampaikan apresiasi atas penelusuran lapangan yang dilakukan oleh LSM JakPro. Ia menilai kehadiran LSM dan media menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi serta kualitas pembangunan desa.
“Kami menyambut baik penelusuran yang dilakukan LSM JakPro. Ini menjadi bentuk kontrol sosial yang positif sekaligus motivasi bagi kami agar pembangunan desa benar-benar sesuai harapan masyarakat,” ujar Suhin Setiawan.
Menurut Suhin, pembangunan rabat beton yang dilakukan sejak tahun 2023 hingga 2025 memang dirancang dengan mengedepankan kualitas dan pemerataan antar dusun. Hal tersebut dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga Desa Tigasan Kulon.
“Kami berkomitmen membangun jalan lingkungan dengan kualitas terbaik, karena ini menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini kondisinya masih terjaga dengan baik,” katanya.
Terkait program ketahanan pangan hewani, Suhin menjelaskan bahwa pemerintah desa sengaja menggandeng **BUMDes** sebagai pengelola agar program tersebut memiliki nilai keberlanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan desa.
“Ketahanan pangan hewani kami kelola melalui BUMDes agar manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat. Hasilnya sudah masuk ke BUMDes dan ke depan kami harapkan bisa terus berkembang serta memberikan dampak ekonomi bagi warga,” ucapnya.
Suhin menegaskan, Pemerintah Desa Tigasan Kulon terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak demi perbaikan tata kelola desa.
“Kami terbuka terhadap pengawasan, kritik, dan saran. Selama itu demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat, kami siap menerima dan memperbaiki,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah desa, LSM, dan masyarakat, sekaligus menjadi dorongan agar pembangunan desa terus dilakukan secara transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
(Edi D/Bambang/**)
























