Probolinggo – Canda ceria dan tubuh mungil Muhammad Albi Alfa Rizki mencuri perhatian siapa saja yang menyambut kehadirannya. Bekas operasi celah bibir masih tampak samar di wajah polos balita itu. Namun senyum manisnya hari itu begitu spesial, karena ia kedatangan tamu istimewa – Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, S.E., istri Bupati Probolinggo sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.
Selasa (29/7/2025), lorong kecil di Dusun Karangpranti, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan menjadi saksi bisu langkah penuh kasih yang diambil Ning Marisa bersama rombongan dalam rangkaian kunjungan sosial bertajuk monitoring program Kesejahteraan Keluarga Sosial (K3S). Dalam kegiatan tersebut, Ning Marisa menyapa langsung keluarga-keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, seperti Rizki – putra dari pasangan Mohammad Andik dan Harun Siti Nurjanah yang tinggal di RT 01 RW 03 Dusun Krajan.

Sebelum menuju rumah Rizki, Ning Marisa terlebih dahulu singgah dan beramah tamah di kediaman Kepala Desa Karangpranti, Abdullah. Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Camat Pajarakan Sudarmono, S.T., M.M., serta sejumlah jajaran perangkat desa dan kader PKK setempat.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Ning Marisa tampak tidak hanya sekadar menjalankan kunjungan formal. Ia berbincang santai dengan orang tua Rizki, menggandeng dan bahkan menggendong anak tersebut sambil menyemangatinya. Interaksi hangat ini membuat suasana penuh haru sekaligus semangat bagi keluarga penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kegiatannya sangat bermakna dan penuh pahala. Semoga ini bisa menjadi bentuk keberkahan bagi kita semua dan tentunya bermanfaat bagi anak-anak istimewa yang kami kunjungi,” ujar Ning Marisa kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa pada hari itu, kunjungan dilakukan di lima titik berbeda. Selain Desa Karangpranti, empat titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Krejengan, di mana sejumlah anak berkebutuhan khusus juga mendapat perhatian dan dukungan dari program K3S.
“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan lebih. Anak-anak ini adalah amanah dan mereka harus mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat dan bahagia,” imbuhnya.
Menurut Ning Marisa, kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk pemantauan terhadap perkembangan anak-anak yang telah menjalani perawatan medis, seperti Rizki yang sebelumnya menjalani operasi celah bibir. Ia berharap ke depan, angka kasus serupa dapat ditekan semaksimal mungkin, bahkan jika memungkinkan dapat dicegah sepenuhnya.
“Harapan kami, anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh, dan kuat. Kami ingin memastikan bahwa di Kabupaten Probolinggo tidak ada lagi anak-anak yang luput dari perhatian, khususnya dalam hal kesehatan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Program K3S sendiri menjadi salah satu inisiatif unggulan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Tim Penggerak PKK dalam menjangkau kelompok masyarakat rentan. Tidak hanya membantu secara materi, namun lebih dari itu, memberikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Kehadiran Ning Marisa di dusun yang tenang dan bersahaja itu menjadi oase harapan. Bagi keluarga Rizki, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga pengingat bahwa perhatian dan kasih dari pemerintah daerah masih menyala, menembus sekat-sekat sosial hingga ke lorong-lorong dusun yang jarang tersentuh.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan bantuan simbolis, sebagai wujud nyata kepedulian dan cinta dari pemangku kebijakan kepada warganya. Dalam senyum Rizki yang polos dan tulus, harapan akan masa depan yang lebih cerah tampak nyata.
(Bambang)



























