Jember | Jember, Kabarpas.com – Selama 15 tahun, Amze Suminah (71) warga Kecamatan Sumberbaru hidup dengan luka kronis di bagian kaki. Pada Sabtu (10/10/2026) malam, Gus Fawait mendatangi langsung kediaman Amze untuk melihat kondisi pasien sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Data lain dalam laporan menunjukkan Sebelum kunjungan bupati, pasien telah mendapatkan layanan Home Care sebanyak tiga kali dari petugas puskesmas setempat. Namun, penanganan di rumah belum cukup untuk mengatasi kondisi luka yang telah berlangsung selama belasan tahun. Sebab, luka yang telah berlangsung selama 15 tahun membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis spesialis, dengan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi pasien.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kondisi lansia tersebut akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, yang turun tangan memastikan pasien memperoleh penanganan medis lanjutan. Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran puskesmas agar bergerak bersama menangani kondisi kesehatan warga tersebut. Amze diketahui menderita ulkus pedis kronis, yakni luka menahun pada bagian kaki. Pasien membutuhkan pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan di rumah sakit. Proses rujukan sebelumnya sempat terkendala lantaran keluarga menolak pasien dibawa ke rumah sakit.
Tim medis kemudian menyesuaikan penanganan dengan merawat Amze di rumah. Setelah dilakukan koordinasi lintas sektor dan penjelasan mengenai kebutuhan medis pasien, keluarga akhirnya menyepakati rujukan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan Amze. Gus Fawait menegaskan, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan, terutama masyarakat dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu perhatian dalam penanganan Amze. Karena itu, Pemkab Jember memastikan kebutuhan pengobatan hingga pendampingan keluarga selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit akan difasilitasi. Selain penanganan medis, pendampingan juga menjadi perhatian agar proses rujukan dan perawatan dapat berjalan dengan baik. Dalam kasus tertentu, pasien tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga dukungan untuk mengakses fasilitas medis lanjutan. Koordinasi Dinkes PPKB, Dinas Sosial, puskesmas, dan rumah sakit diharapkan dapat membantu mengatasi kendala yang sebelumnya menghambat proses rujukan Amze. Gus Fawait mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kasus kesehatan serupa kepada pemerintah daerah. Dengan informasi yang cepat, petugas diharapkan dapat segera melakukan penjangkauan dan mengoordinasikan penanganan yang diperlukan.
















