Probolinggo, Patrolihukum.net – Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, secara resmi meluncurkan Kampung Gaharu Probolinggo pada Selasa pagi (10/6) di Perumahan Kerinci Asri, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Peresmian ditandai dengan penanaman bersama bibit pohon gaharu jenis Aquilaria malaccensis di sepanjang jalan masuk kawasan tersebut, menandai tonggak sejarah baru bagi Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, dr. Aminuddin menyampaikan bahwa peresmian Kampung Gaharu bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang jatuh pada 5 Juni lalu. “Mudah-mudahan ini menyemangati kita sekalian dalam rangka Hari Lingkungan Hidup yang baru saja kita peringati, dan sekaligus menjadi tonggak sejarah di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Wali kota menegaskan harapannya agar Kampung Gaharu dapat menjadi sentra bisnis gaharu terbesar di Indonesia. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 250-300 pengusaha gaharu di Probolinggo yang terus berkembang dan berkomitmen menjadikan kota ini pusat usaha gaharu nasional.
“Kota Probolinggo kita dorong menjadi sentra usaha atau bisnis gaharu terbesar di Indonesia. Ini sesuai dengan visi kami menjadikan Probolinggo sebagai kota investasi dan kota transit yang strategis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aminuddin menegaskan bahwa pengembangan Kampung Gaharu juga diharapkan dapat mendongkrak eksistensi Probolinggo sebagai kota transit dan penyangga pelabuhan, membuka peluang investasi lebih luas. Komitmen penanaman pohon gaharu juga akan terus dilanjutkan di berbagai lokasi, termasuk kantor pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, dan gedung pemerintahan lainnya.
Usai seremoni peresmian, Wali Kota menyerahkan bibit pohon gaharu kepada perwakilan sejumlah instansi, antara lain BKSDA, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo (DKUMP), SMKN 2 Probolinggo, dan MAN 2 Kota Probolinggo sebagai simbol dukungan bersama dalam pengembangan Kampung Gaharu.
Dengan langkah strategis ini, Kota Probolinggo berharap bisa mengoptimalkan potensi gaharu sebagai produk unggulan yang sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal dan investasi masa depan.
(Bambang/*)









