Viral Pelayanan RSUD Waluyo Jati, Gus Haris Turun Tangan dan Perintahkan Audit Kasus Pauzi

banner 468x60

PROBOLINGGO – Viral di media sosial terkait dugaan pelayanan yang kurang memuaskan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan hingga berujung pada meninggalnya seorang pasien bernama Pauzi mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Senin (14/9/2026). Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo tersebut untuk memastikan secara langsung bagaimana rangkaian pelayanan yang diterima pasien sebelum akhirnya meninggal dunia.

Gus Haris menegaskan, munculnya sebuah informasi yang viral di tengah masyarakat tidak boleh langsung dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan sepihak. Menurutnya, persoalan tersebut harus dilihat dari berbagai sisi, termasuk keterangan keluarga pasien dan pihak rumah sakit.

“Setiap persoalan itu harus dilihat dari dua sisi. Apa pun yang viral harus kita kaji apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Gus Haris usai melakukan sidak.

Ia mengatakan, pemerintah perlu memastikan apakah persoalan yang muncul benar-benar berkaitan dengan lemahnya pelayanan, persoalan komunikasi antara pasien dan tenaga medis, ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur (SOP), atau terdapat faktor lain yang menyebabkan terjadinya persoalan tersebut.

Karena itu, Gus Haris langsung mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mengetahui siapa saja tenaga kesehatan yang bertugas ketika pasien mendapatkan pelayanan.

“Saya tadi langsung ke UGD untuk memastikan siapa perawat yang saat itu bertugas, dokternya siapa. Kebetulan tadi ada audit, sehingga semuanya ada. Saya minta semuanya cerita dengan baik,” katanya.

Menurut Gus Haris, klarifikasi secara menyeluruh sangat penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap rumah sakit tanpa adanya penjelasan berdasarkan fakta.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting. Sekali kepercayaan publik hilang, menurutnya, tidak mudah untuk mengembalikannya.

“Kalau ini kemudian tidak dijabarkan dengan jelas di masyarakat, persepsi buruk ini tidak diluruskan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau rumah sakit sudah kehilangan trust dan masyarakat tidak percaya, untuk membangkitkan kembali kepercayaan itu sangat tidak mudah,” tegasnya.

Gus Haris menyebut RSUD Waluyo Jati merupakan bagian penting dari pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, seluruh pihak memiliki kewajiban untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, profesional dan sesuai ketentuan.

Dalam sidak tersebut, Gus Haris juga berupaya mencocokkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga dengan penjelasan tenaga medis dan manajemen rumah sakit.

Sebelum mendatangi rumah sakit, Gus Haris mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga pasien untuk mengetahui kronologi kejadian dari perspektif keluarga.

“Saya ingin memastikan bagaimana pasien datang dalam keadaan seperti apa, kondisinya bagaimana, ditangani seperti apa, SOP-nya bagaimana, sampai kemudian empat hari kemudian bisa meninggal. Ini yang harus kita lihat ceritanya,” ungkapnya.

Keterangan dari keluarga tersebut kemudian akan dicocokkan dengan catatan dan penjelasan dari pihak rumah sakit.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum sepenuhnya terverifikasi.

“Saya sudah mendapatkan banyak penjelasan dari dokter dan lain sebagainya. Sebelum saya berangkat ke sini, saya juga sudah telepon pihak keluarga dan menanyakan kronologisnya. Makanya ini kita matching-kan,” jelas Gus Haris.

Gus Haris secara tegas meminta Direktur RSUD Waluyo Jati melakukan audit menyeluruh terhadap kasus tersebut.

Audit tersebut diharapkan dapat mengungkap secara terang bagaimana proses pelayanan sejak pasien datang, pemeriksaan, tindakan medis, pemantauan kondisi pasien hingga akhirnya pasien meninggal dunia.

Ia menilai, audit menjadi langkah penting sebelum pemerintah menentukan apakah terdapat kesalahan dalam pelayanan atau tidak.

“Saya minta audit. Direktur kita minta audit semuanya, sebenarnya kesalahannya ada di mana,” katanya.

Gus Haris juga meminta pihak rumah sakit memiliki sikap terbuka dan berjiwa besar dalam melakukan evaluasi. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Pihak rumah sakit sekalipun harus berjiwa besar karena pelayanan ini yang utama,” tegasnya.

Ia tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi terhadap sistem pelayanan maupun manajemen rumah sakit apabila hasil audit nantinya menemukan persoalan yang memang harus dibenahi.

Namun, untuk saat ini Gus Haris memilih menahan diri dan tidak langsung menjatuhkan kesimpulan ataupun memberikan penilaian terhadap pihak tertentu.

Menurutnya, terdapat dua sisi keterangan yang untuk sementara memiliki perbedaan dalam menggambarkan kejadian tersebut.

“Hasil sementara ada dua sisi yang interpretasinya sedikit tidak sama. Tetapi saya tidak akan pernah memutuskan apa pun saat ini, karena ini akan fatal. Saya punya tanggung jawab besar di sini,” ujarnya.

Gus Haris menegaskan, keputusan terkait kasus tersebut harus diambil secara hati-hati. Ia tidak ingin ada pihak yang langsung dinyatakan bersalah sebelum seluruh fakta dan hasil audit diperoleh.

Ia mencontohkan, apabila ternyata seorang dokter atau tenaga medis tidak melakukan kesalahan, tetapi kemudian dinyatakan bersalah hanya berdasarkan informasi awal, keputusan tersebut justru akan menimbulkan persoalan baru.

“Kalau saya salah memutuskan, kemudian yang tidak bersalah, misalnya dokter tidak bersalah tetapi saya putuskan bersalah karena saya ceroboh mengambil keputusan, ini juga fatal,” tegasnya.

Karena itu, hasil audit akan menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah untuk menentukan langkah berikutnya.

Gus Haris juga menyoroti munculnya sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit yang berpotensi semakin ramai setelah kasus pasien Pauzi menjadi viral.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi jajaran rumah sakit untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan semata-mata untuk mencari pihak yang harus disalahkan.

“Terlepas nanti apa pun keputusan kami untuk menilai kasus ini, saya akan menunggu audit yang ada sambil kita evaluasi semuanya. Yang pasti semuanya kita lakukan untuk yang terbaik, terbaik untuk rumah sakit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan dan audit nantinya menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pelayanan, maka pembenahan harus dilakukan secara serius.

Evaluasi dapat mencakup prosedur pelayanan, koordinasi antarpetugas, mekanisme penanganan pasien, hingga aspek manajemen rumah sakit.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, profesional serta sesuai standar.

Kasus meninggalnya Pauzi kini menjadi perhatian publik setelah dugaan buruknya pelayanan di RSUD Waluyo Jati beredar luas. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memilih tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan menyerahkan proses pemeriksaan pada fakta serta hasil audit.

Dengan audit menyeluruh tersebut, publik diharapkan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam rangkaian pelayanan terhadap pasien Pauzi.

Bagi pemerintah daerah, persoalan ini bukan hanya menyangkut satu kasus, melainkan juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Karena itu, hasil audit nantinya menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik sekaligus menentukan apakah diperlukan pembenahan pada aspek pelayanan, SOP, sistem maupun manajemen RSUD Waluyo Jati.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa seluruh langkah evaluasi akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, objektivitas dan berdasarkan fakta, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan akibat keputusan yang terburu-buru.

(Edi D/Red/**)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60