SERANG, Patrolihukum.net — Tangis, pelukan, dan doa mengiringi langkah AKBP Condro Sasongko saat mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Serang, Banten. Pemandangan haru itu tersaji di halaman Mapolres Serang, ketika ratusan personel kepolisian dan masyarakat melepas kepergian perwira menengah Polri yang dikenal dekat dengan warga tersebut.
Isak haru paling kentara datang dari kalangan pengemudi ojek online (ojol). Sejumlah pengemudi tampak tak kuasa menahan air mata saat Condro meninggalkan markas. Salah seorang ojol mengaku kehadiran Condro selama menjabat bukan sekadar pemimpin aparat penegak hukum, melainkan sosok yang membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat.

“Beliau selalu merangkul, bukan menghakimi. Kami merasa dilibatkan menjaga keamanan,” ujar salah seorang pengemudi ojol.
Selama menjabat Kapolres Serang, Condro Sasongko dikenal aktif menjalin sinergi dengan berbagai komunitas, termasuk ojol, tokoh masyarakat, dan pemuda. Pendekatan humanis itu dinilai efektif memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Suasana emosional tak hanya terjadi di kalangan warga. Di internal Polres Serang, sejumlah perwira dan bintara tampak berusaha tegar meski akhirnya meneteskan air mata. Perpisahan tersebut mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara pimpinan dan anggotanya.
“Baru kali ini saya melihat seorang Kapolres dimutasi dan dikawal begitu banyak orang,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar unggahan video perpisahan Condro yang viral di media sosial.
Jejak Humanis Seorang Polisi
AKBP Condro Sasongko merupakan perwira Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2005. Selama bertugas di Serang, ia dikenal dengan gaya komunikasi yang terbuka, humoris, dan membumi. Pendekatan tersebut membuatnya kerap dijuluki sebagai polisi yang “dekat tanpa jarak” dengan masyarakat.
Sejumlah program dialogis dan kunjungan langsung ke warga menjadi ciri kepemimpinannya. Ia kerap turun langsung ke lapangan, berdialog dengan masyarakat, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara persuasif tanpa mengesampingkan penegakan hukum.
Tak heran jika sosoknya menuai simpati luas. Di media sosial, banyak warganet menyebut Condro sebagai contoh polisi ideal. Sebagian bahkan mendorongnya untuk terjun ke dunia politik kelak, meski hal tersebut hanya sebatas aspirasi publik.
Mutasi dan Penugasan Baru
Berdasarkan surat telegram mutasi Mabes Polri, AKBP Condro Sasongko resmi mendapat penugasan baru sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinkar) Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat. Jabatan tersebut merupakan posisi strategis yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan karier personel Polri di tingkat polda.
Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan pengembangan karier perwira menengah.
Sementara itu, jabatan Kapolres Serang kini diemban oleh perwira baru yang ditunjuk Mabes Polri. Kepolisian berharap program dan pendekatan humanis yang telah dibangun sebelumnya dapat terus dilanjutkan demi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah tersebut.
Warisan Kepemimpinan
Kepergian AKBP Condro Sasongko meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Serang. Bagi banyak warga, ia bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga figur pemimpin yang mampu membangun empati dan kepercayaan.
“Kalau semua polisi punya sikap seperti beliau, kami yakin keamanan dan ketertiban bisa dijaga bersama,” tulis warganet lainnya.
Mutasi boleh terjadi, namun jejak kepemimpinan dan pendekatan humanis AKBP Condro Sasongko menjadi warisan yang sulit dilupakan oleh masyarakat Serang. (Edi D/*)




























