Patrolihukum.net, PROBOLINGGO — Koramil 0820-09/Lumbang kembali melaksanakan program Babinsa Masuk Sekolah sebagai bagian dari pembinaan teritorial di bidang pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 1 Lumbang, Kabupaten Probolinggo, dengan fokus pada pemberian materi dan praktik Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Senin (5/1/2026).
Anggota Koramil 0820-09/Lumbang, Sertu Wayan, mengatakan bahwa kegiatan LDKS menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kebangsaan kepada para pelajar sejak dini.

“Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa yang kami sampaikan di lembaga pendidikan ini diharapkan menjadi media pembinaan generasi muda agar memiliki karakter disiplin, tangguh, dan berwawasan kebangsaan,” ujar Sertu Wayan.
Menurut dia, pelajar memiliki peran penting sebagai calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, penguatan etika, sikap tanggung jawab, serta kemampuan mengelola diri menjadi fondasi utama yang perlu dibentuk sejak di bangku sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai simulasi dan praktik kepemimpinan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti arahan, diskusi, hingga latihan baris-berbaris dan pengambilan keputusan sederhana dalam kelompok.
Sertu Wayan menambahkan, melalui program Babinsa Masuk Sekolah, Koramil 0820-09/Lumbang berupaya mendorong para siswa agar memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, sekaligus mampu menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Pembekalan ini diharapkan dapat membantu siswa menjalankan perannya dengan karakter yang lebih matang dan terarah, tidak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat,” katanya.
Pihak sekolah menyambut positif kehadiran Babinsa dalam kegiatan LDKS tersebut. Kolaborasi antara TNI dan dunia pendidikan dinilai efektif dalam mendukung pembentukan karakter pelajar, sekaligus memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah tantangan perkembangan zaman.
Sinergi ini, lanjut Sertu Wayan, menjadi wujud nyata peran satuan teritorial dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Kegiatan LDKS juga dinilai mampu mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan aparat kewilayahan.
“Kegiatan seperti ini menjadi penguat hubungan antara sekolah dan satuan teritorial dalam mendukung pembangunan karakter siswa,” ujarnya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan semakin siap menghadapi dinamika kehidupan sosial serta tantangan di masa depan sebagai calon pemimpin muda yang berintegritas.
Sertu Wayan menegaskan bahwa keberadaan TNI di lingkungan pendidikan bukan semata-mata memberikan pelatihan fisik, tetapi lebih pada pembentukan mental, karakter, dan kepribadian pelajar.
“LDKS bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan siswa. Salah satu tujuan utamanya adalah membangun karakter pribadi agar semakin kuat, disiplin, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pendampingan TNI di sekolah-sekolah seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki loyalitas kebangsaan yang kuat.
(Bambang/Pendim 0820)





























