Surabaya, Patrolihukum.net – Forum Lalu Lintas Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Rapat berlangsung pada Senin (2/3/2026) pagi di Ruang M. Yasin Polrestabes Surabaya.
Pertemuan tersebut dihadiri unsur jajaran Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jasa Raharja Kota Surabaya, serta BPPD Kota Surabaya. Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran, keamanan, serta keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Pemetaan Titik Rawan dan Rekayasa Lalu Lintas
Dalam pembahasan, kepolisian memaparkan rencana pengamanan yang akan difokuskan pada pengaturan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur utama dan akses keluar-masuk kota. Sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan dan rawan kecelakaan menjadi perhatian khusus.
Selain penempatan personel di simpul-simpul kemacetan, aparat juga menyiapkan pendirian pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di beberapa lokasi strategis. Pos tersebut dirancang untuk memberikan pelayanan cepat bagi pemudik, termasuk informasi lalu lintas, bantuan darurat, hingga fasilitas istirahat sementara.
Langkah ini merupakan bagian dari pola pengamanan terpadu yang rutin diterapkan setiap musim mudik, dengan pendekatan preventif dan responsif guna menekan angka kecelakaan dan potensi gangguan keamanan.
Ramp Check dan Optimalisasi Jalur Protokol
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Surabaya menegaskan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum guna memastikan armada yang beroperasi dalam kondisi laik jalan.
Dishub juga akan mengoptimalkan manajemen lalu lintas di jalur protokol dan kawasan padat kendaraan. Penambahan rambu lalu lintas, perbaikan marka jalan, serta peningkatan penerangan di sejumlah titik rawan menjadi bagian dari langkah antisipatif.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan, terutama pada H-7 hingga H+7 Lebaran, yang secara historis menjadi periode dengan mobilitas tertinggi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Percepatan Penanganan Korban Kecelakaan
Dari sisi perlindungan dasar, Jasa Raharja Kota Surabaya menyampaikan komitmennya dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku. Koordinasi intensif dengan kepolisian dan rumah sakit disiapkan untuk mempercepat proses verifikasi dan pencairan santunan apabila terjadi insiden selama arus mudik maupun arus balik.
Skema percepatan layanan ini menjadi bagian dari sistem respons terpadu agar korban maupun keluarga tidak mengalami hambatan administratif di tengah situasi darurat.
Antisipasi Lonjakan di Pusat Perbelanjaan dan Wisata
Forum juga menyoroti potensi lonjakan mobilitas di kawasan pusat perbelanjaan dan destinasi wisata menjelang serta sesudah Lebaran. BPPD Kota Surabaya berperan dalam mendukung pengaturan kawasan tertentu yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat.
Pengaturan parkir, rekayasa arus keluar-masuk kendaraan, hingga koordinasi dengan pengelola kawasan menjadi bagian dari strategi untuk mencegah kemacetan yang meluas ke jalan utama.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika arus mudik Lebaran 1447 H. Dengan perencanaan matang dan pembagian peran yang jelas, Forum Lalu Lintas Kota Surabaya menargetkan terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
Seluruh unsur yang terlibat sepakat untuk memperkuat komunikasi dan monitoring berkala menjelang puncak arus mudik. Harapannya, masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dengan nyaman dan merayakan Hari Raya Idulfitri dalam suasana yang aman dan kondusif.
(Bambang/fahrul)


























