Sapi Limusin Terperosok ke Sumur Sedalam 20 Meter di Situbondo, Evakuasi Terkendala

Sapi Limusin Terperosok ke Sumur Sedalam 20 Meter di Situbondo, Evakuasi Terkendala
banner 468x60

Situbondo | Sapi Limusin Terperosok ke Sumur Sedalam 20 Meter di Situbondo, Evakuasi Terkendala SITUBONDO, Seekor sapi limusin milik Tomo (50), warga Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mati setelah terperosok ke dalam sumur sedalam 20 meter pada Sabtu (10/10/2026). Diameter sumur sangat sempit, tidak keliatan sapinya dari atas, benar-benar dalam," kata Dayat, Sabtu (10/10/2026).

Keterangan yang tercatat menyebut Kasubbag Umum Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo, Dayat, mengatakan kondisi sumur menyulitkan petugas untuk melihat posisi sapi dari permukaan. Sapi Berkaki Enam yang Mencuri Perhatian di Kontes Sapi Piala Presiden Menurut Dayat, Damkar Situbondo tidak memiliki tripod besi khusus untuk mengangkat beban berat. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Anda bisa membantu mengubah kisah itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Data lain dalam laporan menunjukkan Dayat mengatakan laporan evakuasi diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, sapi tersebut dinyatakan mati setelah tidak terdengar suara lagi dari dasar sumur. Dua Kebakaran Lahan dan Kandang, 2 Sapi dan 37 Kambing Tewas Terpanggang Sementara itu, petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan bahwa sapi tersebut mati di dalam sumur dan bangkainya belum berhasil dievakuasi.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Bangkai sapi tersebut masih berada di dasar sumur karena petugas kesulitan mengevakuasinya. Diameter sumur yang sempit dan bobot sapi yang besar menjadi kendala dalam proses pengangkatan. Karena itu, petugas meminta bantuan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo yang memiliki peralatan tersebut. Kami tidak punya tripod yang khusus mengangkat beban berat, sehingga memanggil Tim BPBD Situbondo, mereka punya," katanya. Selain keterbatasan peralatan, kedalaman sumur membuat proses evakuasi semakin sulit.

Kondisi udara yang semakin menipis di dalam sumur juga menjadi kendala, sementara tubuh sapi berukuran besar sehingga sulit dipasangi tali. Karena kesulitan evakuasi akhirnya sapinya mati, masih belum diketahui sapinya sudah diangkat atau belum, yang pasti jika belum dievakuasi pasti bau," katanya. Sapinya mati di dalam sumur dan evakuasi sulit," katanya. Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka. Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60