Petugas Kehutanan Padayya Meninggal Tertimpa Pohon Saat Menangani Karhutla di Toraja Utara

Petugas Kehutanan Padayya Meninggal Tertimpa Pohon Saat Menangani Karhutla di Toraja Utara
banner 468x60

Kabupaten Toraja Utara. Kepala Dinas Kehutanan Sulsel | Padayya, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berusia 45 tahun yang bertugas di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II, Kabupaten Toraja Utara, meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat menangani kebakaran hutan dan lahan. Informasi mengenai peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan, Andi Kasman.

Padayya sedang menjalankan tugas kehutanan ketika insiden itu terjadi. Peristiwa tersebut menimpa seorang petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran, sehingga tugas yang dijalankannya berakhir dengan kehilangan nyawa. Keterangan yang tersedia menyebut pohon menimpa Padayya saat ia menangani kebakaran; tidak ada rincian lain yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kematian Padayya menyoroti risiko yang dapat dihadapi petugas ketika bekerja di kawasan hutan dan lahan yang terbakar. Penanganan kebakaran menuntut kehadiran petugas di lokasi terdampak, sementara kondisi lapangan dapat menghadirkan bahaya. Namun, tanpa keterangan lebih lanjut, penyebab pohon tumbang maupun keadaan khusus di lokasi kejadian tidak dapat disimpulkan.

Konfirmasi dari Andi Kasman memberikan kepastian bahwa kabar meninggalnya petugas KPH Saddang II tersebut benar. Padayya tercatat sebagai PPPK dan berusia 45 tahun. Informasi yang disampaikan tidak mencantumkan tanggal atau tahun kejadian secara jelas, sehingga waktu kematiannya tidak perlu ditambahkan atau diperkirakan.

Peristiwa ini menjadi kabar duka bagi lingkungan kerja kehutanan di Sulawesi Selatan, khususnya jajaran yang bertugas di KPH Saddang II. Padayya meninggal ketika menjalankan pekerjaan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Toraja Utara. Fakta utama yang telah dikonfirmasi adalah identitas dan status pekerjaannya, usianya, lokasi penugasannya, serta bahwa ia tertimpa pohon saat bertugas. Rincian di luar keterangan tersebut tetap perlu menunggu informasi resmi agar pemberitaan tidak mengisi kekosongan dengan dugaan. Dengan demikian, kabar ini dapat disampaikan secara cermat sekaligus menghormati Padayya dan rekan-rekannya yang menjalankan tugas penanganan kebakaran.

Kasman menyampaikan bahwa rangkaian peristiwa bermula dari kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung Kecamatan Nanggala pada Rabu (28/10). Informasi mengenai kebakaran tersebut menjadi awal pengerahan personel untuk menangani api di kawasan itu. Dalam keterangannya, Kasman menjelaskan bahwa kebakaran berlangsung di wilayah hutan lindung, sementara kronologi yang disampaikan berfokus pada upaya petugas dan kejadian yang menimpa Padayya saat bertugas.

Menanggapi kebakaran tersebut, personel KPH Saddang II bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Para petugas kemudian berjibaku memadamkan kebakaran di kawasan hutan lindung Nanggala. Padayya turut berada dalam kegiatan penanganan api itu. Keterangan Kasman menghubungkan keberadaan Padayya di lapangan dengan upaya pemadaman yang dilakukan personel, sebelum insiden terjadi di poros Karre. Dengan demikian, peristiwa yang menimpa petugas tersebut berlangsung dalam rangkaian tugas penanganan kebakaran.

Saat berada di poros Karre, Padayya beristirahat setelah ikut berjibaku memadamkan kebakaran. Kasman menyebut bahwa pada saat itu Padayya sedang mengambil waktu untuk beristirahat. Tidak dijelaskan adanya kegiatan lain yang dilakukan Padayya ketika beristirahat tersebut. Kronologi yang disampaikan menempatkan waktu istirahat itu setelah keterlibatannya dalam pemadaman, dan sebelum pohon di dekatnya tumbang. Lokasi kejadian disebut berada di poros Karre, dalam rangkaian tugas personel KPH Saddang II menangani kebakaran di Nanggala.

Ketika Padayya sedang beristirahat, pohon yang berada di dekatnya tumbang dan menimpanya. Urutan tersebut disampaikan Kasman sebagai bagian dari kronologi kejadian: kebakaran terjadi, personel bergerak untuk memadamkan api, Padayya ikut berjibaku, lalu beristirahat di poros Karre sebelum tertimpa pohon. Keterangan sumber tidak merinci penyebab pohon tumbang, kondisi cuaca, luas area yang terbakar, ataupun detail lain di luar urutan peristiwa tersebut. Karena itu, hubungan kejadian dipaparkan sesuai penjelasan Kasman tanpa menambahkan dugaan mengenai faktor penyebab tumbangnya pohon.

Setelah tertimpa pohon saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Toraja Utara, Padayya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Nanggala. Penanganan awal dilakukan di fasilitas kesehatan tersebut sebelum ia dirujuk ke rumah sakit. Informasi mengenai perawatan itu menjelaskan tahapan yang dijalani Padayya setelah mengalami kecelakaan ketika bertugas.

Karena kondisinya parah, Padayya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Elim Rantepao untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Namun, ia meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Tidak ada keterangan lebih terperinci mengenai jenis luka yang dialami ataupun berapa lama Padayya menjalani perawatan, sehingga informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa ia sempat dirawat di Puskesmas Nanggala, lalu dirujuk, sebelum akhirnya meninggal.

Kasman menyampaikan bahwa kejadian tersebut membuat dinas kehilangan seorang petugas kehutanan. Pernyataan itu menegaskan dampak peristiwa tersebut bagi jajaran yang bertugas di bidang kehutanan. Padayya merupakan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla ketika pohon menimpanya. Setelah upaya perawatan dilakukan di Puskesmas Nanggala dan dilanjutkan di Rumah Sakit Elim Rantepao, nyawanya tidak tertolong.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Padayya memperoleh penanganan medis setelah tertimpa pohon, termasuk rujukan ke rumah sakit ketika kondisinya dinilai parah. Meski telah dibawa ke Rumah Sakit Elim Rantepao, ia meninggal dunia di sana. Kasman menyampaikan kabar duka itu sebagai kehilangan bagi dinas, yang kini kehilangan seorang petugas kehutanan. Informasi yang disampaikan mengenai kondisi Padayya tetap terbatas pada tingkat keparahan yang membuatnya dirujuk; tidak ada rincian tambahan mengenai luka maupun durasi perawatannya. Dengan demikian, urutan yang diketahui adalah perawatan awal di Puskesmas Nanggala, rujukan ke Rumah Sakit Elim Rantepao, dan kabar meninggalnya Padayya di rumah sakit tersebut.

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan Nanggala, Toraja Utara, masih berlangsung saat Kasman memberikan keterangan. Ia menyebut api belum berhasil dipadamkan di sejumlah titik. Petugas tetap berupaya mengatasi kebakaran tersebut, sementara kondisi di lokasi menjadi perhatian setelah salah seorang petugas kehutanan, Padayya, meninggal dunia akibat tertimpa pohon ketika bertugas menangani karhutla.

Kasman juga mengungkapkan bahwa Padayya sempat mengirimkan video saat menjalankan tugas pemadaman sebelum pohon tumbang. Video tersebut dikirim ketika Padayya berada dalam kegiatan penanganan kebakaran. Keterangan itu menggambarkan bahwa ia masih bertugas di lapangan sebelum insiden terjadi. Tidak ada informasi dalam keterangan tersebut yang memastikan kapan video dikirim atau berapa lama sebelum pohon tumbang rekaman itu dibuat.

Peristiwa yang menimpa Padayya terjadi di tengah upaya petugas menangani kebakaran di kawasan tersebut. Namun, kejadian itu tidak serta-merta berarti seluruh proses pemadaman telah dihentikan. Berdasarkan keterangan Kasman, petugas masih berupaya menangani titik-titik api yang tersisa. Informasi mengenai kondisi kebakaran di luar keterangan tersebut tidak dapat dipastikan dari pernyataan yang disampaikan. Karena itu, keadaan di lapangan perlu dipahami sesuai waktu Kasman memberikan keterangan, bukan sebagai gambaran yang memastikan perkembangan setelahnya. Saat keterangan itu disampaikan, api di sejumlah titik di hutan Nanggala masih belum berhasil dipadamkan, dan petugas masih berupaya mengatasinya.

Baca juga: Dalam Sehari Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kebumen, Api Padam Setelah Petugas dan Warga Berjibaku | TNI Salurkan 368.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalbar | Geger! Lansia Ditemukan Meninggal di Hutan Pinus Cepoko Sumber, Tubuhnya Terluka

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60