Jakarta | Indonesia mengumpulkan 5,675 poin pada musim kompetisi antarklub Asia 2026/2027 dan menempati peringkat kelima dalam penghitungan poin satu musim AFC. Data AFC Men’s Club Competitions Ranking yang menjadi acuan tersebut diperbarui pada Senin, 26 Oktober 2026. Posisi ini menunjukkan capaian Indonesia dalam rangkaian kompetisi musim berjalan, berdasarkan poin yang telah dikumpulkan klub-klubnya hingga pembaruan data tersebut.
Dalam daftar poin musim ini, Indonesia berada di atas sejumlah negara dengan tradisi kuat di sepak bola Asia. Iran tercatat mengantongi 5,222 poin, Uzbekistan 4,856, Malaysia 4,833, Australia 4,556, sedangkan Korea Selatan memperoleh 4,283. Dengan demikian, keunggulan Indonesia atas Malaysia mencapai 0,842 poin. Jarak terhadap Korea Selatan lebih besar, yakni 1,392 poin. Angka-angka ini menempatkan Indonesia di negara-negara teratas dalam pengumpulan poin untuk musim kompetisi yang sedang berlangsung.
Penghitungan satu musim perlu dibaca sesuai cakupannya. Peringkat kelima yang dimaksud merujuk secara khusus pada akumulasi poin AFC untuk musim 2026/2027, bukan peringkat keseluruhan negara dalam sistem ranking klub Asia. Kedua ukuran tersebut tidak dapat dipertukarkan karena periode dan dasar penghitungan yang dirujuk berbeda. Karena itu, capaian Indonesia ini menggambarkan posisi sementara berdasarkan poin musim berjalan, sebagaimana tercatat dalam pembaruan AFC pada tanggal tersebut.
Selisih poin dengan negara-negara di bawah Indonesia juga memberi konteks terhadap posisi itu, tetapi tidak mengubah sifatnya sebagai penghitungan satu musim. Nilai 5,675 menjadi tolok ukur yang dapat dibandingkan dengan angka negara lain dalam daftar yang sama. Hingga pembaruan 26 Oktober 2026, Indonesia masih tercatat di urutan kelima, sementara Malaysia, Australia, dan Korea Selatan berada di bawahnya. Informasi ini menyajikan posisi berdasarkan data yang tersedia pada tanggal pembaruan, bukan klaim mengenai peringkat akhir musim atau ranking keseluruhan AFC.
Pengumpulan poin klub Asia pada musim 2026/2027 menempatkan Jepang di posisi pertama dengan total 7,650 poin. China berada di urutan kedua, mengumpulkan 6,889 poin. Kedua negara tersebut menjadi pemimpin dalam susunan lima besar yang tercatat pada musim ini. Selisih Jepang dan China mencapai 0,761 poin, berdasarkan angka masing-masing. Posisi teratas itu diikuti oleh Arab Saudi yang memperoleh 6,578 poin dan menempati peringkat ketiga. Dengan demikian, tiga negara tersebut mengisi urutan pertama hingga ketiga dalam daftar pengumpulan poin klub Asia musim 2026/2027.
Uni Emirat Arab menempati peringkat keempat dengan 6,333 poin, sementara Indonesia melengkapi lima besar dengan 5,675 poin. Jarak angka Indonesia dengan Uni Emirat Arab di atasnya adalah 0,658 poin. Susunan tersebut menunjukkan posisi Indonesia berada setelah Jepang, China, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta sebelum negara-negara lain dalam daftar. Pencapaian 5,675 poin menempatkan Indonesia pada urutan kelima untuk musim yang disebutkan, sesuai jumlah poin yang tercatat bagi masing-masing negara. Tidak ada perubahan urutan di lima posisi itu dalam data yang disampaikan.
Posisi kelima Indonesia juga berarti raihan poinnya berada di atas sejumlah negara lain yang memiliki wakil dalam kompetisi antarklub Asia. Perbandingan ini merujuk pada kedudukan dalam pengumpulan poin musim 2026/2027, tanpa mengubah susunan lima negara teratas. Daftar tersebut secara berurutan terdiri atas Jepang dengan 7,650 poin, China dengan 6,889, Arab Saudi dengan 6,578, Uni Emirat Arab dengan 6,333, dan Indonesia dengan 5,675 poin. Angka-angka itu memperlihatkan jumlah yang tercatat untuk setiap negara dan menegaskan bahwa Indonesia berada di dalam kelompok lima teratas. Negara-negara yang disebut di luar lima besar tidak dirinci di sini.
Peningkatan posisi Indonesia dalam peringkat poin klub Asia tidak terlepas dari kiprah wakil-wakilnya di kompetisi kontinental. Pada musim 2026/2027, Persib Bandung tampil di AFC Champions League Two, sementara Borneo FC mengikuti AFC Challenge League. Keikutsertaan keduanya membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mengumpulkan poin melalui pertandingan resmi melawan klub dari negara lain. Karena itu, perjalanan Persib dan Borneo FC menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di liga-liga Asia.
Setiap hasil yang diraih klub dalam kompetisi antarklub Asia dapat memengaruhi perhitungan poin negara, sesuai aturan dan bobot yang berlaku pada masing-masing turnamen. Persib membawa pengalaman serta perhatian publik ke level kompetisi yang lebih tinggi, sedangkan Borneo FC mendapat kesempatan bersaing di ajang regional yang berbeda. Perbedaan kompetisi tidak mengubah arti kontribusi mereka: penampilan kedua tim menjadi representasi sepak bola Indonesia dan dapat membantu menambah akumulasi poin nasional apabila menghasilkan hasil yang diperhitungkan.
Namun, kontribusi tersebut perlu dipahami secara kolektif, bukan sebagai angka yang dapat dipastikan tanpa data resmi. Informasi mengenai jumlah poin yang disumbangkan masing-masing klub tidak tersedia, sehingga penilaian yang tepat adalah melihat partisipasi dan hasil mereka sebagai bagian dari keseluruhan perolehan Indonesia. Selain performa di lapangan, konsistensi juga penting karena rangkaian pertandingan dapat menentukan seberapa jauh setiap wakil melaju dan seberapa besar peluang memperoleh hasil positif. Dengan demikian, pencapaian Indonesia menuju lima besar poin klub Asia berkaitan dengan akumulasi kinerja klub-klubnya, termasuk Persib dan Borneo FC. Kiprah mereka di AFC Champions League Two dan AFC Challenge League menjadi salah satu unsur yang patut diperhatikan dalam membaca perkembangan peringkat tersebut, tanpa mengabaikan kontribusi wakil Indonesia lain maupun aturan penghitungan poin yang diterapkan.Persib Bandung memulai kiprahnya di AFC Champions League Two dengan hasil yang memberi dorongan besar bagi posisi klub Indonesia dalam perolehan poin Asia. Pada Rabu, 30 September 2026, Maung Bandung mengalahkan FC Seoul, wakil Korea Selatan, dengan skor 1-0. Kemenangan atas lawan yang berasal dari salah satu liga kuat di kawasan itu menjadi modal penting, sekaligus menunjukkan bahwa Persib mampu bersaing dalam pertandingan antarklub Asia yang ketat.
Persib kemudian kembali meraih kemenangan dengan skor identik saat menghadapi The Cong-Viettel pada Rabu, 21 Oktober 2026. Hasil 1-0 tersebut ditentukan melalui eksekusi penalti Mariano Peralta. Gol dari titik putih itu memastikan Persib menuntaskan laga dengan tambahan tiga poin, setelah sebelumnya juga mengamankan kemenangan atas FC Seoul. Dengan demikian, Persib mengoleksi enam poin dari dua pertandingan yang telah dijalani.
Dua kemenangan beruntun membuat peluang Persib untuk melangkah ke fase gugur AFC Champions League Two semakin kuat, sebagaimana dinyatakan sumber. Raihan penuh dari dua laga awal memberi tim ruang yang lebih baik dalam persaingan grup, meski perjalanan masih berlanjut dan setiap pertandingan berikutnya tetap penting. Persib ditangani pelatih Igor Tolic, yang memimpin tim dalam upaya mempertahankan konsistensi dan mengamankan hasil positif di kompetisi tersebut. Perolehan poin dari laga-laga ini juga ikut mendukung peningkatan posisi Indonesia dalam persaingan poin klub Asia, bersama kontribusi klub nasional lainnya.
Selain Persib, Borneo FC turut membuka langkah di kompetisi antarklub Asia dengan hasil menggembirakan. Pesut Etam menang 2-0 atas Yangon United pada Minggu, 18 Oktober 2026, dalam pertandingan awal mereka di AFC Challenge League. Kemenangan itu memberi Borneo FC tiga poin pembuka dan menambah kontribusi klub Indonesia di level regional.













