DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 19 September 2026, Pada sebuah pagi yang biasa di Jalan Kesatrian 10, Kebon Manggis, sebuah kejadian tragis mengemuka. Seorang pria ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, mengambang di aliran Kali Kebon Manggis. Penemuan mayat tersebut memicu kepanikan di kalangan warga setempat dan menarik perhatian aparat kepolisian yang segera datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut informasi yang diperoleh, mayat pria tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang melintas di sekitar lokasi. Ketika menyadari ada sesosok tubuh di dalam air, warga tersebut langsung menghubungi pihak berwenang. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsek Matraman, yang kemudian mengerahkan tim untuk menyelidiki kasus ini dan mengevakuasi mayat yang ditemukan.
Setibanya di lokasi, petugas kepolisian bersama dengan tim identifikasi melakukan pemeriksaan awal. Mereka menemukan ciri-ciri tertentu yang dapat membantu dalam proses identifikasi selanjutnya. Oleh karena itu, informasi terkait identitas pria yang ditemukan di Kali Kebon Manggis ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan. Warga setempat menyatakan bahwa mereka merasa terkejut dan khawatir dengan peristiwa ini, mengingat wilayah Kebon Manggis umumnya dikenal sebagai daerah yang relatif aman.
Penggalian informasi mengenai latar belakang pria tersebut terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Keluarga dan teman-teman terdekatnya dihubungi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai kehadiran dan aktivitas terakhir pria tersebut sebelum ditemukan. Dengan harapan, penyelidikan ini dapat mengungkap faktor penyebab meninggalnya pria tersebut dan menuntaskan rasa penasaran serta ketidakpastian yang melanda masyarakat di sekitar Kebon Manggis.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, korban yang ditemukan di Kali Kebon Manggis pada pagi hari tersebut teridentifikasi sebagai Supriyadi, seorang pria berusia 49 tahun. Penemuan jasad Supriyadi pertama kali dilakukan oleh seorang warga setempat bernama Asmanto, yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian. Asmanto melaporkan kepada pihak berwajib setelah melihat adanya sosok pria tergeletak di tepi kali.
Jasad Supriyadi ditemukan dalam kondisi tengkurap, memperlihatkan bahwa ia tidak berada dalam posisi yang wajar ketika ditemukan. Selain itu, kehadiran bau tidak sedap yang menyengat telah menandakan bahwa jasad tersebut telah berada di lokasi cukup lama sebelum ditemukan. Menurut informasi yang didapat, penemuan ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung menarik perhatian warga di sekitar.
Setelah penemuan ini, pihak kepolisian segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jasad ke rumah sakit untuk proses autopsi. Tujuan dari autopsi adalah untuk menentukan penyebab kematian Supriyadi serta mengumpulkan data yang dapat membantu proses investigasi lebih lanjut. Identitas Supriyadi juga menjadi perhatian khusus saat polisi berumpul dengan pihak keluarga untuk menginformasikan mengenai penemuan tersebut.
Pihak kepolisian meminta kerjasama masyarakat untuk memberikan informasi yang relevan mengenai Supriyadi, termasuk siapa yang terakhir kali melihatnya dan ciri-ciri atau perilaku yang mungkin diperhatikan oleh warga. Hal ini dianggap penting untuk membangun waktu kejadian dan menentukan langkah selanjutnya dalam penyelidikan. Penemuan jasad ini telah menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat sekitar, menandakan pentingnya perhatian terhadap keamanan lingkungan.Tanggapan KepolisianSetelah menerima laporan dari warga mengenai penemuan mayat seorang pria di Kali Kebon Manggis, pihak kepolisian Polsek Matraman segera merespons dengan mengirimkan tim ke lokasi kejadian. IPTU Ferdian, sebagai pemimpin penyelidikan, menjelaskan bahwa kedatangan tim kepolisian bertujuan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad yang ditemukan tersebut. Penting bagi pihak kepolisian untuk segera turun ke lapangan agar dapat mengumpulkan bukti dan informasi yang relevan secepat mungkin.
Dalam pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam penyelidikan, karena dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab kematian atau kemungkinan bahwa individu tersebut meninggal karena alasan alami. Selain itu, tim kepolisian juga berusaha untuk mencari keterangan dari saksi di sekitar lokasi penemuan untuk lebih memahami konteks kejadian. Analisis terhadap kondisi tubuh korban dilakukan dengan hati-hati, mengingat setiap detail dapat memberikan petunjuk yang signifikan.
IPTU Ferdian menambahkan bahwa meskipun tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, pihaknya tidak akan menghentikan penyelidikan sampai semua fakta yang ada terungkap. Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim forensik yang bertugas untuk melakukan analisis lebih lanjut terhadap jasad yang ditemukan. Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, pihak kepolisian berharap dapat memberikan kejelasan mengenai kejadian ini kepada masyarakat dan pihak keluarga korban.
Langkah-langkah yang diambil oleh kepolisian merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap aspek dari kasus ini ditangani dengan profesionalisme dan ketelitian. Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan berbagai informasi akan terungkap, sehingga dapat memberikan jawaban atas pertanyaan yang menggantung di benak publik mengenai peristiwa tersebut.
Setelah penemuan jasad pria bernama Supriyadi di Kali Kebon Manggis, langkah-langkah lanjutan dalam investigasi segera diambil oleh pihak kepolisian. Tim penyelidik telah memulai proses dengan mengevakuasi jasad untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas mengenai penyebab kematian dan bagaimana pria tersebut bisa berakhir di lokasi yang tidak biasa.
Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan forensik untuk menganalisis mayat, termasuk mencari petunjuk yang dapat menjelaskan kejadian di sekitar penemuan jasad. Setelah otopsi dilakukan, hasilnya akan menjadi dasar untuk melanjutkan penyelidikan dan mengidentifikasi jika ada keterlibatan pihak lain. Proses ini sangat penting, terutama untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban, sekaligus memenuhi rasa ingin tahu masyarakat.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga akan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan jasad. Ini akan melibatkan analisis tentang aktivitas di sekitar Kali Kebon Manggis sebelum dan sekitar waktu penemuan jasad. Setiap detail yang ditemukan dalam rekaman ini dapat membantu mempercepat investigasi dan menyingkap fakta-fakta baru.Untuk mendukung proses investigasi ini, kepolisian juga telah membuka ruang bagi masyarakat agar dapat memberikan informasi yang relevan. Kesaksian dari orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang mencurigakan dapat sangat berharga. Selain itu, pihak berwajib juga berencana melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap lingkungan sekitarnya, terutama dengan merujuk pada kejadian-kejadian serupa yang mungkin terjadi di lokasi lain. Investigasi yang komprehensif diharapkan dapat membawa kejelasan atas kematian tragis ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.













