Kontroversi Final Bhayangkara Cup Sukapura: LSM JAKPRO Dampingi Tim AASG Rencanakan Pelaporan

banner 468x60
Doc. Ketua LSM JAKPRO Badrus Seman saat menemui Purnomo ketua panitia tournamen bola Bhayangkara Cup Sukapura dirumahnya.

**Sukapura, Probolinggo** – Final turnamen bola voli Bhayangkara Cup di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, berakhir dalam ketidakpastian dan kontroversi. Pertandingan yang seharusnya menentukan juara antara tim AASG Gemito dari Kecamatan Sumber dan tim Bukit Sayur dari Desa Gedong terhenti pada set pertama dengan skor 16-20. Ketidaksesuaian aturan yang diterapkan oleh panitia menjadi penyebab utama.

 

Menurut aturan turnamen, setiap tim hanya diperbolehkan memasukkan tiga pemain dari luar. Namun, tim Bukit Sayur melanggar ketentuan ini dengan memasukkan empat pemain, yang menimbulkan ketidakpuasan di pihak tim AASG Gemito. Kekecewaan semakin mendalam ketika pertandingan dihentikan tanpa adanya keputusan pemenang.

 

Badrus Seman, Ketua LSM JAKPRO Probolinggo, mengecam tindakan panitia yang dianggap tidak konsisten dalam penerapan aturan. Badrus menyatakan bahwa tim AASG Gemito berencana melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang diderita, baik secara moril maupun materiil. Tuturnya, Kamis (19/9/24)

 

Ketua panitia, Purnomo, menjelaskan bahwa keputusan final malam itu adalah “kosong-kosong,” yang berarti tidak ada pemenang yang diumumkan. Purnomo mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil karena tim AASG meminta agar salah satu pemain Bukit Sayur yang menggunakan bon dikeluarkan, sementara tim Bukit Sayur tidak menyetujui permintaan tersebut. Akibatnya, aturan panitia tidak diterapkan, dan keputusan final menjadi tidak jelas. Panitia berjanji akan mengadakan pertemuan dengan kedua tim untuk membahas hasil akhir.

 

Badrus Seman menegaskan bahwa panitia harus tegas dalam menegakkan aturan yang telah ditetapkan. Ia menilai keputusan panitia yang memberikan hasil “kosong-kosong” merupakan bentuk kelalaian dan ketidakbijaksanaan. Kedua tim, yang telah mengeluarkan anggaran puluhan juta rupiah untuk berpartisipasi, merasa dirugikan baik secara materiil maupun moril.

 

Ketidakpuasan juga dirasakan oleh penonton. Ketua panitia melaporkan bahwa jumlah penonton mencapai -+ sekitar 1.600 orang dengan tiket seharga Rp25.000,-, namun informasi dari sumber lain menyebutkan bahwa jumlah penonton melebihi 4.000 orang. Ketidakakuratan ini menambah kekecewaan karena laga final seharusnya menjadi puncak turnamen yang meriah.

 

Dengan dukungan dari LSM JAKPRO, tim AASG Gemito berencana untuk melaporkan dugaan kelalaian panitia kepada pihak berwenang. Mereka berharap tindakan yang diambil akan memberikan kejelasan dan pertanggungjawaban atas kerugian serta kekecewaan yang dialami oleh semua pihak terkait.

 

**(Bersambung…?)**

 

**(Edi D/Red/**)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan