Probolinggo – Ketua Umum LSM JakPro, Badrus Seman, S.Pd., dengan tegas mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan LSM JakPro untuk mengancam sejumlah kepala desa di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Salah satu korban ancaman yakni, H. Ahmad Suladi, SH., yang juga merupakan Ketua Paguyuban Kepala Desa di kecamatan Wonomerto, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan tersebut.
Kejadian yang Merusak Kepercayaan Publik
Dalam wawancara pada Rabu (4/12/2024), H. Ahmad Suladi, SH., menyatakan, “Sebagai kepala desa, saya sangat mendukung keberadaan LSM dan media yang berperan dalam kontrol sosial. Namun, kali ini ada oknum yang sengaja mengatasnamakan LSM JakPro serta Media Korma Nusantara TV dan Koran Nusantara untuk melakukan pengancaman melalui pesan WhatsApp kepada beberapa kepala desa.”
Tindakan tersebut tidak hanya mencemarkan nama baik LSM JakPro, tetapi juga merusak citra media yang seharusnya menjadi pilar demokrasi.
Langkah Tegas Ketua Umum LSM JakPro
Menanggapi aduan ini, Badrus Seman turun langsung menemui H. Ahmad Suladi untuk mengklarifikasi bahwa oknum tersebut bukanlah bagian dari LSM JakPro. Dalam pernyataannya, Badrus menegaskan, “Jika tindakan ini terus berlanjut, saya tidak akan segan-segan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.”
Badrus juga telah berkomunikasi dengan redaksi Koran Nusantara untuk memastikan bahwa pelaku bukan bagian dari mereka. Selain itu, ia mengecek keberadaan media Korma Nusantara TV secara daring dan menemukan bahwa tidak ada situs atau tautan resmi yang mewakili media tersebut.
Reaksi Kepala Desa dan Permintaan Tindakan Tegas
Para kepala desa yang menjadi korban ancaman menyayangkan kejadian ini dan meminta pihak terkait untuk mengusut tuntas pelaku. Mereka berharap agar citra positif LSM dan media dapat dipulihkan.
“Saya berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Teman-teman LSM dan media diharapkan bisa lebih waspada terhadap oknum yang mencoreng nama baik institusi sosial dan jurnalistik,” ujar H. Ahmad Suladi.
Kesimpulan
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi lembaga swadaya masyarakat dalam menjaga kepercayaan publik. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan nama institusi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pewarta: Edi D/Red/**














