Inisiatif Telkom untuk Membangun Infrastruktur AI di Indonesia

Inisiatif Pembentukan Data Center untuk Kemandirian AI di Indonesia
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, PT Telkom Indonesia, melalui anak usahanya PT Telkom Data Ekosistem, yang dikenal dengan nama Neutradc, sedang mengambil langkah signifikan dalam pembangunan infrastruktur untuk kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan komputasi untuk teknologi AI, PT Telkom berencana untuk membangun pusat data AI yang berkapasitas hingga 1 gigawatt. Lokasi strategis dari pusat data ini mencakup wilayah Jabodetabek, Batam, serta Manado dan Jawa.

Infrastruktur yang sedang dibangun ini memiliki tujuan utama untuk memenuhi permintaan yang terus berkembang untuk komputasi AI, terutama di sektor BUMN. Seiring dengan globalisasi dan kemajuan teknologi, ada peningkatan yang substansial dalam berbagai aplikasi AI, seperti analisis data, otomasi bisnis, dan pengembangan aplikasi berbasis AI. Oleh karena itu, investasi dalam infrastruktur AI sangatlah penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tingkat global.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dengan pembangunan pusat data ini, PT Telkom berharap dapat menyediakan layanan yang tidak hanya mendukung kebutuhan internal BUMN, tetapi juga memberikan kesempatan bagi industri lain untuk memanfaatkan potensi AI dalam operasi mereka. Dengan fasilitas yang memadai, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat lebih mudah mengakses teknologi mutakhir, yang diharapkan dapat mempercepat inovasi dan memperbaiki efisiensi operasional mereka. Pembangunan pusat data AI ini ditargetkan untuk selesai sebelum tahun 2030, menegaskan komitmen PT Telkom dalam mengembangkan ekosistem digital yang mampu mendukung transformasi industri di Indonesia.

Baru-baru ini, Jakarta menjadi tuan rumah sebuah workshop yang bertajuk 'National AI Data Center and Electrification Strategic Workshop'. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital serta Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk memperkuat kolaborasi institusi pemerintah guna mengintegrasikan kebutuhan data serta komputasi yang krusial dalam pengembangan infrastruktur AI di Indonesia.

Workshop ini memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman antar pihak yang terlibat, serta menawarkan platform untuk mendiskusikan tantangan dan peluang yang ada dalam implementasi AI di berbagai sektor. Peningkatan infrastruktur AI diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan, baik bagi sektor publik maupun swasta, sehingga mempercepat transformasi digital di seluruh Indonesia.

Selain itu, dengan melibatkan PLN, workshop ini juga menekankan pentingnya elektifikasi dan akses energi yang andal sebagai fondasi bagi keberhasilan pusat data AI yang akan dibangun. Tanpa dukungan energi yang memadai, upaya pengintegrasian teknologi AI tidak akan mampu mencapai potensi penuhnya. Oleh karena itu, diskusi tentang strategi masa depan dalam penyediaan energi dan data menjadi sangat relevan dalam konteks pengembangan infrastruktur AI.

Diharapkan dari workshop ini, akan muncul rencana aksi konkret yang memudahkan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan strategis, Indonesia akan lebih siap dalam menyongsong era baru teknologi yang didukung oleh AI. Langkah-langkah yang diambil saat ini sangat krusial untuk memastikan bahwa negara ini tidak tertinggal dalam persaingan global di bidang teknologi dan inovasi.

Dalam konteks perkembangan infrastruktur AI di Indonesia, analisis terhadap 70 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan bahwa terdapat permintaan signifikan untuk pusat data di berbagai sektor. Sektor-sektor ini, khususnya perbankan, mobilitas, dan layanan publik, menjadi pendorong utama pertumbuhan kebutuhan infrastruktur data center. Pusat data memainkan peran kunci dalam menyediakan kapasitas penyimpanan dan pemrosesan data, yang sangat dibutuhkan oleh sektor-sektor tersebut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus utama untuk pengembangan pusat data berada pada tiga kawasan, yaitu Jawa-Madura-Bali (Jamali), Batam, dan Indonesia Timur. Kawasan Jamali, sebagai pusat ekonomi terpadat di Indonesia, menampung sebagian besar permintaan untuk pusat data. Hal ini terkait dengan konsentrasi bisnis dan populasi yang lebih tinggi, membuat kebutuhan akan infrastruktur data center semakin mendesak. Dengan meningkatnya aktivitas digital dan transaksi keuangan, sektor perbankan, misalnya, sangat memerlukan dukungan infrastruktur yang handal untuk mengelola dan menyimpan volume data yang besar.

Di sisi lain, kawasan Batam menawarkan keuntungan strategis karena kedekatannya dengan Singapura dan hub transportasi internasional. Sebagai hasilnya, Batam menjadi lokasi ideal untuk pusat data yang melayani kebutuhan regional, terutama dalam hal keamanan data dan latency. Sementara itu, daerah Indonesia Timur yang seringkali terabaikan, kini mulai menarik perhatian karena potensi pertumbuhannya yang besar. Pengembangan infrastruktur data center di wilayah ini diharapkan dapat membantu memperkuat akses digital dan mendukung inisiatif pemerataan ekonomi dalam konteks teknologi informasi.

Secara keseluruhan, kebutuhan yang terus meningkat untuk pusat data menunjukkan pentingnya investasi yang berkelanjutan dan perencanaan strategis dalam pengembangan infrastruktur AI di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan ini, kerjasama pemerintah, sektor swasta, dan penyedia layanan teknologi sangat diperlukan agar ekosistem data center dapat berkembang secara efisien dan efektif.

Pusat data yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia sebagai bagian dari inisiatif untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait kebutuhan daya yang semakin meningkat. Efisiensi dalam pengelolaan energi menjadi aspek yang sangat penting dalam memenuhi permintaan listrik yang semakin berat. Untuk mengatasi masalah ini, Neutradc, yang terlibat dalam proyek infrastruktur AI, telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan pasokan energi yang andal dan ramah lingkungan.

Kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan solusi energi yang efisien dan berkelanjutan. PLN berkomitmen untuk menyediakan energi listrik dengan kapasitas gigawatt yang diperlukan untuk mendukung operasional pusat data. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kebutuhan daya yang tinggi dari pusat data dapat dikelola dengan efektif tanpa mengorbankan prinsip keberlanjutan. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, PLN berusaha untuk mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional.

Selain itu, investasi dalam infrastruktur energi juga menjadi salah satu prioritas dalam kolaborasi Neutradc dan PLN. Adanya program-program inovatif dalam produksi dan distribusi listrik yang lebih hijau, diharapkan dapat mereduksi jejak karbon dari operasional pusat data. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat komitmen terhadap lingkungan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dengan cara ini, kolaborasi Neutradc dan PLN tidak hanya memberikan solusi bagi kebutuhan energi yang terus tumbuh tetapi juga membantu menciptakan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perusahaan bisa berperan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Melalui integrasi teknologi dan keberlanjutan energi, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model bagi proyek-proyek lain dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan di Tanah Air.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60