Empat Kursi Pelatih Berganti di Super League Usai Enam Pekan

Empat Kursi Pelatih Berganti di Super League Usai Enam Pekan
banner 468x60

Yogyakarta | Sampai pekan keenam Super League 2026–2027, empat pelatih kepala telah menjadi korban pemecatan atau pengakhiran kerja sama dengan klub masing-masing. Pergantian itu menunjukkan betapa cepatnya situasi dapat berubah pada awal kompetisi, terutama ketika hasil pertandingan belum sesuai dengan harapan. Bagi sejumlah klub, rangkaian performa yang mengecewakan dinilai perlu ditanggapi melalui evaluasi terhadap posisi pelatih. Keputusan tersebut juga mencerminkan tekanan besar untuk segera memperbaiki keadaan sebelum jarak dengan pesaing semakin melebar dan target musim menjadi lebih sulit dicapai.

Hasil buruk menjadi salah satu alasan yang dikaitkan dengan keputusan klub, meski proses evaluasi biasanya juga mempertimbangkan performa tim secara keseluruhan. Pelatih kepala berada di garis depan tuntutan tersebut karena bertanggung jawab atas strategi, pemilihan pemain, dan perkembangan permainan. Ketika tim terus kehilangan poin atau belum memperlihatkan kemajuan yang diharapkan, tekanan dari manajemen maupun suporter dapat meningkat. Dalam kondisi itu, perubahan di kursi pelatih sering dipandang sebagai langkah untuk memberi dorongan baru, walaupun dampaknya terhadap hasil tidak selalu dapat dipastikan dalam waktu singkat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Persijap Jepara dan PSIM Yogyakarta, dua tim yang berada di dasar klasemen, termasuk klub yang mengambil langkah terhadap pelatih mereka. Posisi tersebut mempertegas urgensi untuk mencari solusi, sebab awal musim yang sulit dapat memengaruhi kepercayaan diri tim serta peluang mengejar lawan. Dari kedua situasi itu, perhatian kemudian tertuju pada rangkaian pergantian di Persijap. Perubahan di klub tersebut menjadi bagian penting dari gambaran ketatnya evaluasi pada enam pekan pertama, ketika hasil pertandingan cepat membentuk penilaian terhadap kinerja staf pelatih. Langkah Persijap juga memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya muncul setelah kompetisi berjalan lama; sejumlah hasil awal saja dapat mendorong manajemen meninjau arah tim dan mengambil keputusan besar. Pembahasan berikutnya dapat menelusuri pergantian yang terjadi di Persijap serta bagaimana dinamika itu berkembang sejak musim dimulai, tanpa mengabaikan konteks persaingan Super League secara lebih luas.Persijap Jepara mengawali kiprahnya di Super League dengan hasil yang jauh dari harapan. Dalam enam pertandingan pertama, tim tersebut menelan kekalahan dan belum berhasil mengumpulkan satu poin pun. Catatan itu membuat awal musim menjadi periode sulit bagi klub, sekaligus mendorong manajemen mengambil langkah untuk mengubah arah tim. Perhatian kemudian tertuju pada posisi pelatih, yang mengalami pergantian berulang dalam waktu relatif singkat. Situasi ini menunjukkan besarnya tekanan untuk segera memperbaiki performa, meski perubahan di pinggir lapangan tidak serta-merta menghapus tantangan yang dihadapi Persijap.

Perubahan pertama terjadi pada 14 September, ketika Juan Cortes dicopot dari jabatannya. Persijap kemudian menunjuk Mario Lemos sebagai pengganti, dengan harapan hadirnya pelatih baru dapat membantu tim keluar dari rentetan hasil buruk. Namun, masa kerja Lemos juga tidak berlangsung lama. Sekitar satu bulan setelah penunjukannya, ia diberhentikan menyusul dua kekalahan beruntun. Dengan keputusan tersebut, Persijap kembali harus menata tim dan menentukan sosok yang akan memimpin persiapan serta pertandingan berikutnya. Pergantian ini menjadi bagian dari rangkaian keputusan manajemen di tengah tuntutan untuk meraih hasil lebih baik.

Setelah Lemos diberhentikan, Antonio Claudio sempat dipercaya menangani Persijap sebagai caretaker. Penugasan sementara itu menjadi jembatan sebelum manajemen menentukan langkah selanjutnya. Pada Rabu, 21 Oktober, klub akhirnya memanggil kembali Juan Cortes untuk menangani tim. Kembalinya Cortes menandai pergantian ketiga dalam jajaran pelatih Persijap pada periode tersebut. Keputusan itu sekaligus membuka babak baru bagi klub, yang masih berupaya mendapatkan poin setelah enam pekan awal tanpa hasil. Rangkaian pergantian dari Cortes, Lemos, Claudio sebagai caretaker, lalu kembali ke Cortes menggambarkan perubahan cepat di tengah tekanan kompetisi. Bagi Persijap, tantangan berikutnya adalah membangun kestabilan kerja dan mengupayakan perbaikan performa bersama pelatih yang kembali dipercaya memimpin tim.

PSIM Yogyakarta mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel pada 17 Oktober, setelah rangkaian hasil pada awal kompetisi Super League tidak sesuai harapan. Keputusan tersebut menutup masa tugas pelatih asal Belanda itu bersama Laskar Mataram, yang memulai musim dengan satu poin dari laga pembuka. Setelah itu, tim gagal menambah angka dan menelan lima kekalahan secara berturut-turut. Rentetan hasil tersebut membuat posisi PSIM dalam persaingan liga semakin sulit, sekaligus mendorong manajemen mengambil langkah untuk mengubah arah tim. Perubahan di kursi pelatih menjadi salah satu respons atas performa yang belum menunjukkan konsistensi selama enam pekan pertama kompetisi.

Pihak klub menyampaikan keputusan itu sebagai pengakhiran kerja sama dengan pelatih, bukan sekadar perubahan sementara dalam susunan staf. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, menyebut Guntur Cahyo Utomo akan menangani tim sebagai caretaker. Ia akan bekerja bersama tim analis selama klub menjalani masa transisi. Penunjukan tersebut memberi PSIM sosok yang dapat memimpin persiapan dan pertandingan dalam waktu dekat, sembari menjaga kesinambungan kegiatan tim. Peran caretaker itu bersifat sementara, sehingga belum menjadi penetapan pelatih definitif untuk sisa musim. Klub perlu mengelola masa peralihan dengan cermat, baik dalam latihan maupun dalam komunikasi mengenai langkah berikutnya.

Di saat yang sama, manajemen PSIM mulai mencari pelatih definitif baru. Proses itu harus berlangsung dalam waktu kurang dari satu bulan dan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Batas waktu tersebut membuat pencarian kandidat menjadi agenda mendesak, tetapi klub tetap perlu mempertimbangkan kecocokan calon pelatih dengan kebutuhan skuad dan situasi kompetisi. Penunjukan pelatih baru diharapkan dapat membantu tim memperbaiki performa setelah lima kekalahan beruntun, sementara Guntur dan tim analis menjalankan tugas sementara. Bagi PSIM, tantangannya bukan hanya menentukan pengganti Van Gastel, tetapi juga memastikan pergantian tersebut tidak mengganggu persiapan. Keputusan yang diambil pada periode singkat ini akan menjadi bagian penting dari upaya klub merespons awal musim yang berat.

Arema FC mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos, pelatih asal Brasil, pada Jumat, 23 Oktober. Keputusan tersebut datang setelah tim menelan kekalahan telak 1–5 dari Persija Jakarta. Hasil itu menjadi pukulan bagi Arema, yang dalam lima pertandingan terakhir juga belum meraih kemenangan. Rentetan hasil tersebut membuat klub melakukan evaluasi terhadap situasi tim dan arah persiapan ke depan. Pergantian pelatih pun menjadi langkah yang diambil untuk merespons performa yang belum sesuai harapan, sekaligus membuka kesempatan bagi tim untuk membangun kembali momentum menjelang agenda kompetisi berikutnya. Santos tidak lagi memimpin skuad dalam persiapan setelah keputusan itu diumumkan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa klub menginginkan penyegaran taktis dan momentum baru. Pernyataan tersebut menjadi alasan yang disampaikan manajemen di balik berakhirnya masa kerja Santos. Dalam situasi ketika hasil pertandingan belum membaik, perubahan pendekatan dinilai perlu agar tim memiliki dorongan berbeda dalam menjalani pertandingan mendatang. Meski keputusan itu mengakhiri peran pelatih asal Brasil tersebut, Arema tetap harus menjaga kesinambungan persiapan. Klub menghadapi kebutuhan untuk segera mengarahkan pemain dan staf menuju laga berikutnya, sambil menata proses pencarian sosok yang akan memimpin tim secara permanen. Manajemen belum menetapkan pelatih kepala definitif.

Untuk sementara, Arema menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Caldas memiliki lisensi A Pro dan akan mengawal persiapan tim menuju pertandingan berikutnya melawan Dewa United. Penunjukan pelatih sementara ini memberi klub figur yang dapat memimpin kegiatan tim di tengah masa transisi, sementara pencarian pelatih kepala definitif masih berlangsung.

Baca juga: Pertandingan Menarik di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/2027 | Pertandingan Sengit Persija Jakarta vs Persib Bandung di Super League | Dukungan Pelatih untuk Pemain Persib yang Dipanggil Timnas

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60