Diduga Bernuansa Politik, 4 Kader Posyandu Paya Bujok Teungoh Diberhentikan, Camat Langsa Barat Diminta Turun Tangan

banner 468x60

Kota Langsa – Pada sebelumnya juga, sempat pernah telah terjadi pemberitaan miring dengan sorotan publik. Dibeberapa media masa secara online tersebut, berjudul. Diduga Berujung Beda Pilihan Politik, 4 Kader Posyandu Paya Bujok Teungoh Diberhentikan. Camat Diminta Sikapi, terbitan pada tanggal 12 september 2026 lalu. Pada sebelumnya sempat pernah telah terjadi pemberitaan miring dengan sorotan publik, di beberapa media masa secara online. Berjudul, Diduga 4 Kader Di Berhentikan Secara Serentak. Oleh Geuchik Terpilih Gampong Paya Bujok Teungoh, terbitan pada tanggal 10 september 2026 lalu. Diduga adanya 4 kader posyandu, di desa paya bujok teungoh kecamatan langsa barat kota langsa. Di berhentikan secara hormat, serentak dan sepihak oleh geuchik terpilih oleh yang disebut-sebut sapaan panggilan “Muhammad Syam S.Pd.i”. Yang pernah menjabat penjabat (pj) geuchik -+ 2 tahun, surat pemberhentian di terima oleh 4 orang kader posyandu. Salah satunya, dari seorang kader posyandu yang bernama Marhamah, A.Md, Keb alias dek nong. Yang sudah menjadi kader posyandu selama -+ 12 tahun, dirinya itu juga sempat mengatakan. Kepada salah satu sumber khusus berinislal “PE”, kemarin pada hari selasa 8 september 2026.

Yang lebih ironisnya lagi, ada pun pemberitaan miring dengan secara sorotan pada media masa online itu. Dan juga sempat pernah berulang kali, yang di lakukan langsiran kepada camat langsa barat. Yang disebut-sebut sapaan panggilan “andre” itu, melalui aplikasi via pesan WhatsApp selularnya tersebut. Namun, camat langsa barat tersebut. Terkesan membungkam tanpa ada respon tindakan apa pun darinya. Diduga camat langsa barat, terkesan kembali mandul. Dengan sistem kinerjanya, terhadap ke pihak para geuchik paya bujok tengoh itu. Dan tak sikapi 4 kader di desa paya bujok tengoh, diberhentikan secara sepihak. Tanpa sebab dan kesalahan apa pun, dari 4 kader itu. Tanpa ada prosedur yang tepat, oleh geuchik yang baru di lantik dan terbawa arus politiknya itu sendiri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di dalam surat SK tersebut, dek nong diberhentikan secara hormat sejak 1 september 2026. Kemudian dek nong, menanyakan apa alasan pemecatan dirinya. Apakah ada melakukan kesalahan, tetapi perangkat desa enggan untuk menjawab, karna dek nong itu juga. Merasa penasaran keesokan harinya rabu 9 september 2026, dek nong juga mencoba ke kantor geuchik menemui geuchik. Untuk menanyakan perihal alasan pemecatannya dirinya itu, namun setelah bertemu geuchik tersebut. Kemudian geuchik memberikan klarifikasi, dan beralasan kepadanya, apa yang telah di ulaskan oleh geuchik itu mengatakan. – Kamu tidak pilih saya, – kamu ikut kampanye. – Saya kasih waktu 1 bulan kalian tidak menjumpai saya, – kalian tidak bisa move on. – Kalian tidak bantu saya, – kamu ikut like komentar warga di group gampong tentang sampah pada tanggal 6 agustus 2026 lalu. – Penyegaran aparatur gampong, sebutnya geuchik itu.

Dan kemudian Marhamah alias Dek Nong itu, langsung melakukan membantah. “Saya tidak kampanye, yang kampanye itu orang tua dan suami saya. Masalah pilih itu, hak demokrasi saya. Perangkat desa yang lain juga ada kampanye, kalo penyegaran kenapa hanya kami yang di pecat. Jangan libatkan masalah politik atau beda pilihan kedalam pekerjaan, pak geuchik juga harus profesional dong. Jika ada kesalahan dalam pekerjaan saya silahkan di tegur, atau diberi surat peringatan kemudian baru di pecat. Pak geuchik baru 2 bulan menjabat, sudah kerja cepat. Kerja hebat, kerja nyata. Memecat yang tidak pendukung saat pilchiksung, ini adalah tindakan diskriminasi terhadap kami lanjut Marhamah/Nong”, ujarnya korban yang telah di pecat itu. Kader posyandu di desa tersebut, yang telah di sampaikan sumber khusus berinislal “PE”. Yang di sampaikan secara rilis, kamis 10/9/2026 sekitar pukul.10.08.wib.

Untuk menindak lanjuti, dalam hal kasus tersebut. Maka, dari pihak pemerhati sosial gampong “popon engkol”. Meminta dan desak, pihak dari camat kecamatan langsa barat kota langsa. Sikapi 4 kader, yang telah di berhentikan secara serentak. Oleh geuchik terpilih, di gampong paya bujuk tengoh. Menurut “popon engkol”, sungguh sangat di sayangkan. Dengan kejadian pemberhentian para kader-kader tersebut, dengan alasan yang tidak masuk di akal. Yang pada sebenarnya, ada apa. Dengan kejadian di desa tersebut, sehingga terjadi hal sedemikian. Diduga agak sedikit ada kerancuan, ini seharusnya geuchik terpilih itu. Seharusnya menjadi contoh yang baik buat warganya sendiri, apa lagi pesta demokrasi pilchiksung sudah selesai. Kok mesti ada kejadian, yang tidak baik di desa itu. Apakah ada dendam dengan secara pribadi, atau ada apa”. Terangnya bertanya tanya oleh “popon engkol” sikapi dengan tegas. Kemarin, 11/9/2026 sekitar pukul.20.52.wib.

Dengan sisi lainnya itu juga, pihak pemerhati sosial publik aceh di kota langsa-aceh. Juga menyikapi permasalahan tersebut, dan juga menilai di anggap serius oleh bung “karo-karo”, bung “karo-karo” juga. Turut handil dalam kejadian itu, bung “karo-karo” juga. Turut mengomentari dalam hal yang menimpa ke 4 kader yang di berhentikan tanpa sebab Sesalkan apa pun, selain kan. Karena akibat dalam tekanan politik, tidak memilih geuchik yang terpilih tersebut. “Wah-wah, ini tidak bisa di biarkan lagi. Masak gara-gara, tidak memilih geuchik terpilih itu. 4 personel kader posyandu bisa di berhentikan, tanpa sebab musababnya. Di mana otak geuchik itu, jangan urusan sistem dan kerja pemerintahan desa di bawa-bawa ke jalur politik. Itu namanya, dengan geuchik yang terpilih itu. Di anggap pemerintahan desa paya bujok tengoh, seakan-akan milik mamak geuchik itu. Bisa-bisanya dia berbuat seperti itu, jangan di anggap sistem kinerja pemerintahan desa. Seperti sistem perusahaan pribadi geuchik itu sendiri, dan pemerintahan desa itu. Adalah milik negara, bukan milik pribadinya geuchik itu seorang”. Pungkasnya, pemerhati sosial publik aceh di kota langsa. Paparkan kepada wartawan media ini, minggu 13/9/2026 sekitar pukul.18.05.wib.

(Jihandak Belang/Sumber : Popon Engkol Dan PSP Aceh)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60