Danramil Paiton Lepas Jalan Sehat Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Nurul Qodim

banner 468x60

Patrolihukum.net // PROBOLINGGO – Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/Paiton, Kapten Cke Adi Suwarso, menghadiri sekaligus melepas peserta jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qodim di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan jalan sehat ini menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional yang tidak hanya mengedepankan pola hidup sehat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara kalangan pesantren dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Cke Adi Suwarso menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para ulama melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, Hari Santri tidak sekadar menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.

“Santri masa kini dituntut untuk terus belajar, menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Kapten Cke Adi Suwarso.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, Koramil 0820-16/Paiton turut meneguhkan komitmen untuk menjaga kebersamaan, merawat tradisi, memperkuat persatuan, serta melanjutkan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.

“Melalui kegiatan ini, Koramil 0820-16/Paiton turut meneguhkan semangat kebersamaan dalam merawat tradisi, menjaga persatuan, serta melanjutkan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Qodim, Gus Hafizul Hakim Noor, menekankan pentingnya mengenang jasa dan perjuangan para kiai serta ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan agama dan perjuangan bangsa Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Semangat perjuangan para ulama harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui pendidikan, dakwah, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan para kiai dan ulama yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan demi agama dan bangsa Indonesia,” ungkap Gus Hafizul Hakim Noor.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pendahulu, menjaga warisan nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan, serta mengabdikan diri demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.

Menurutnya, perjuangan para ulama harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak hanya menikmati hasil perjuangan generasi terdahulu, tetapi juga ikut menjaga dan melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan.

Gus Hafizul Hakim Noor juga mengajak seluruh santri dan warga Nahdliyin untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan, serta meneruskan perjuangan para pendahulu dalam membangun bangsa.

“Jangan sampai kita hanya menikmati hasil perjuangan para ulama, tetapi melupakan tanggung jawab untuk melanjutkannya,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut, diharapkan semangat perjuangan para ulama semakin tertanam dalam kehidupan santri dan masyarakat, sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

(Pen0820/Probolinggo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60