Kunjungan peserta studi strategis dalam negeri dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI) pada tanggal 9 September 2026, menjadikan Klaten sebagai salah satu pusat perhatian dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Dalam acara ini, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berperan aktif mendampingi rombongan studi tersebut, yang berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Tirta Investama. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memahami lebih dalam berbagai aspek pengelolaan energi terbarukan, yang saat ini menjadi fokus utama dalam upaya menuju keberlanjutan lingkungan.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya, sebagai salah satu alternatif sumber energi, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan energi nasional. Dengan mengandalkan sinar matahari yang melimpah, PLTS menjadi solusi cerdas dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak, pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan menjadi sangat relevan. Selama kunjungan ini, peserta mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai teknologi dan inovasi yang diterapkan dalam PLTS, serta manfaat yang dihadirkannya.
Kehadiran Bupati Klaten dalam mendampingi LEMHANNAS RI juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pemanfaatan energi bersih. Ini adalah bagian dari inisiatif yang lebih besar, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan serta perlunya beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholders dalam menyukseskan program energi terbarukan di wilayah Klaten, dan Indonesia pada umumnya.
Kunjungan Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) Republik Indonesia ke Klaten merupakan acara penting yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Bupati Klaten, Bupati Hamenang, serta jajaran Forkopimda dan pejabat dari PT Tirta Investama. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk membahas dan memfokuskan perhatian pada pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di daerah tersebut. Salah satu sorotan utama dalam diskusi adalah potensi penggunaan sumber energi surya dan biogas, yang dianggap memiliki kapasitas besar untuk dikembangkan.
Selama kunjungan, Bupati Hamenang memberikan sambutan hangat dan menjelaskan visi pemerintah daerah dalam mendukung transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan pengembangan sumber energi baru terbarukan. Menurutnya, pemanfaatan energi surya dirasa sangat relevan mengingat potensi sinar matahari yang cukup melimpah di Klaten. Selain itu, biogas juga dipandang sebagai solusi efisien untuk mengolah limbah dan menjadi sumber energi yang berkelanjutan.
Bupati juga menyoroti implementasi program-program yang terkait dengan pengembangan EBT sebagai langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional di bidang energi. Dalam konteks ini, keterlibatan PT Tirta Investama diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam penyediaan teknologi dan inovasi yang diperlukan. Diskusi yang berlangsung dalam kunjungan ini mencerminkan komitmen semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik melalui sumber energi terbarukan.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap peluang kerjasama dan dukungan ini, serta bagaimana Kabupaten Klaten dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan energi baru terbarukan. Kunjungan yang produktif ini diakhiri dengan harapan dan komitmen untuk terus melanjutkan upaya bersama dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan yang ada.
Bupati Klaten, Hamenang, menekankan posisi strategis Kecamatan Klaten yang terletak di tengah-tengah dua kota besar, Yogyakarta dan Surakarta. Lokasi ini memberikan banyak keuntungan dalam konteks pengembangan ekonomi dan masyarakat. Salah satu fokus utama dalam pengembangan daerah adalah energi baru terbarukan (EBT), yang dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung sektor pertanian dan pariwisata, dua bidang yang menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah Klaten.
Penggunaan EBT di Klaten diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Bupati Hamenang menjelaskan bahwa dalam proses pengembangan ini, pihaknya menghadapi beberapa kendala terkait dengan anggaran daerah. Keterbatasan dana menjadi salah satu tantangan utama dalam mengimplementasikan proyek-proyek EBT yang telah direncanakan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang adaptif dan inovatif guna mendorong partisipasi masyarakat serta stakeholder lain dalam investasi dan pengembangan energi terbarukan.
Pemanfaatan EBT tidak hanya berkisar pada penghematan biaya energi, tetapi juga menciptakan peluang baru di sektor kerja. Implementasi EBT diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, dengan pengembangan EBT, Klaten akan mampu menarik lebih banyak perhatian dari wisatawan, terutama dengan produk-produk wisata yang ramah lingkungan. Bupati menyoroti bahwa keberlanjutan dalam pembangunan sangat penting dilakukan agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam sektor pertanian yang memerlukan dukungan energi yang lebih bersih dan efisien.
Oleh karena itu, komitmen untuk mengembangkan EBT menjadi salah satu pilar strategi pembangunan di Klaten diharapkan dapat diperkuat dengan adanya kerjasama pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha. Kebijakan dan langkah nyata dalam pengembangan energi baru terbarukan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi, serta membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Klaten.
Kunjungan LEMHANNAS RI ke Klaten telah memberikan wawasan yang berharga dan memperkuat komitmen Bupati Klaten dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di daerah tersebut. Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan energi terbarukan menjadi semakin penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh negara dalam aspek keuangan dan kebutuhan energi yang terus meningkat. Bupati Klaten menekankan bahwa pemanfaatan sumber energi ini bukan hanya sebagai pilihan, tetapi sebagai suatu keharusan yang mendesak.
Dengan hadirnya LEMHANNAS RI, diharapkan akan ada terobosan dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat kepada daerah dalam rangka memajukan proyek-proyek EBT. Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya berpotensi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan kemandirian energi nasional. Pengembangan EBT diharapkan tidak hanya memberi dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.
Harapan lainnya adalah terwujudnya kolaborasi pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pencapaian tujuan ini. Sinergi berbagai pihak sangat diperlukan agar inisiatif EBT dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Komitmen Bupati Klaten untuk terus mendorong inisiatif ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya transisi energi dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan energi global.
Secara keseluruhan, sinergi kebijakan pemerintah, dukungan dari lembaga nasional, dan partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci sukses dalam pengembangan energi baru terbarukan di Klaten. Semua pihak diharapkan memiliki visi yang selaras dalam mewujudkan daerah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sumber informasi: harianjogja.com













