Patrolihukum.net // KARANGANYAR – Dugaan aksi pelecehan seksual terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) terjadi di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Korban diduga menjadi sasaran aksi begal payudara saat mengayuh sepeda menuju rumah majikannya, Kamis (29/10/2026) siang.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di jalan yang berada di kawasan pinggir persawahan menuju Perumahan Chrysan Regency. Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat Street yang melintas dari arah belakang korban diduga melakukan pelecehan seksual dengan menyentuh bagian payudara korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma hingga menangis saat tiba di rumah majikannya.
Satpam Perumahan Chrysan Regency, Tri Suwanto (43), membenarkan adanya dugaan peristiwa pelecehan seksual yang menimpa seorang ART di lingkungan perumahan tersebut.
“Ada seorang ART di Perum Chrysan menjadi korban begal payudara,” kata Tri, Jumat (30/10/2026).
Tri menjelaskan, kejadian itu diketahui ketika dirinya sedang melakukan patroli rutin di lingkungan perumahan.
Saat berkeliling, ia mendengar suara tangisan perempuan dari salah satu rumah warga. Penasaran dengan sumber suara tersebut, Tri kemudian mendatangi rumah itu.
Di lokasi, ia mendapati seorang ART tengah menangis. Setelah ditanya, perempuan tersebut mengaku baru saja mengalami dugaan pelecehan seksual ketika sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya.
Berdasarkan keterangan korban, kejadian berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, korban mengayuh sepeda ontel melintasi jalan di pinggir persawahan. Dari arah yang sama, seorang pengendara Honda Beat Street mendekati korban dan diduga melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh korban.
“Kejadiannya saat korban hendak ke rumah majikannya menggunakan sepeda ontel. Sampai di lokasi kejadian, pelaku menggunakan motor Honda Beat Street dari arah yang sama menuju ke korban dan beraksi dengan memegang payudara korban,” jelas Tri.
Meski mengalami kejadian yang membuatnya terpukul, korban tetap melanjutkan perjalanan menuju rumah majikannya.
Namun, setibanya di tempat kerja, korban tidak mampu menahan kesedihannya hingga menangis. Kondisi tersebut kemudian diketahui oleh Tri saat melakukan patroli.
“Pasca kejadian, korban tak langsung pulang dan tetap meneruskan ke tempat kerjanya. Saat sudah sampai di sana, luapan air mata korban tak terbendung,” ujar Tri.
Tri memperkirakan, rentang waktu antara kejadian dugaan pelecehan hingga dirinya menemukan korban menangis sekitar 15 menit.
Setelah mengetahui peristiwa tersebut, Tri segera menghubungi suami dan majikan korban untuk menyampaikan informasi yang diterimanya.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Gerdu, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
“Saya menghubungi majikan dan suaminya dan diminta untuk pulang untuk menenangkan diri,” ungkapnya.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan majikannya, korban kemudian pulang ke rumah untuk menenangkan diri.
Sementara itu, Kapolsek Jaten AKP Agus Susilo Utomo mengatakan, hingga Jumat (30/10/2026), pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan seksual tersebut.
Meski demikian, kepolisian telah mengambil langkah awal dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan menelusuri informasi yang beredar.
“Belum ada laporan, namun anggota baru cek lokasi,” kata Agus.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai dugaan aksi begal payudara yang menimpa seorang ART di Desa Ngringo.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena dugaan pelecehan seksual terjadi di jalur yang biasa digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas terduga pelaku maupun perkembangan penyelidikan kepolisian. (***)
Catatan redaksi: Informasi dalam pemberitaan ini bersumber dari keterangan saksi dan pihak kepolisian. Dugaan tindak pidana masih memerlukan proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan fakta hukum serta mengungkap identitas pelaku.















