Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Aksi Damai Dipertanyakan, Lutvi Hamid Kecam Keras Laskar Jogo Probolinggo: “Jangan Ganggu Ketertiban Publik!”

badge-check


Aksi Damai Dipertanyakan, Lutvi Hamid Kecam Keras Laskar Jogo Probolinggo: “Jangan Ganggu Ketertiban Publik!” Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Aksi damai yang dilakukan oleh Laskar Jogo Probolinggo menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satu kritik keras datang dari Ketua LSM AMPP Probolinggo, Lutvi Hamid, yang juga tergabung dalam Aliansi L3GAM Probolinggo. Selasa, (06/04/2026).

Dalam pernyataannya, Lutvi Hamid menilai bahwa aksi yang dilakukan tersebut tidak tepat dan justru berdampak negatif terhadap masyarakat luas, khususnya pengguna jalan.

“Seharusnya tidak perlu ada aksi seperti itu. Kalau hanya membuat macet dan mengganggu aktivitas warga, itu bukan solusi, justru menambah masalah,” tegas Lutvi.

Ia menyoroti adanya inkonsistensi sikap dari pihak yang kini melakukan aksi. Menurutnya, dulu ketika Aliansi L3GAM menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, justru mendapat cibiran dan tudingan miring.
“Dulu saat kami turun aksi, kami dibilang pencitraan. Bahkan ada yang menuding kami hanya mencari uang, ujung-ujungnya duit. Itu sangat menyakitkan,” ungkapnya.

Namun kini, lanjut Lutvi, justru pihak yang dahulu melontarkan kritik tersebut malah melakukan hal yang sama, bahkan dinilai lebih merugikan ketertiban umum.

“Sekarang malah mereka sendiri yang turun ke jalan. Ini ironis. Dulu mengkritik, sekarang melakukan. Bahkan dampaknya jelas, bikin kemacetan dan mengganggu masyarakat. Ini bukan menciptakan Probolinggo yang kondusif, tapi sebaliknya,” katanya dengan nada keras.

Lutvi juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih elegan dan tidak merugikan masyarakat umum.
“Kalau memang ingin menyampaikan aspirasi, ada jalur yang lebih baik. Audiensi, dialog, atau mekanisme resmi lainnya. Jangan sedikit-sedikit turun ke jalan dan membuat keresahan,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan bahwa stabilitas dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Probolinggo ini butuh ketenangan, butuh kondusifitas. Jangan dijadikan ajang kepentingan kelompok yang justru mengorbankan masyarakat. Kalau terus seperti ini, kepercayaan publik bisa hilang,” pungkasnya. (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diminta Kepala BKSDA Sulteng, Tunjukan Kayu Sitaan Selama Ini Di Bungku Utara, Atau Hmmmm ???

7 April 2026 - 07:13 WIB

Kerapan Sapi Meriahkan Harjakab Probolinggo ke-280, Dongkrak Ekonomi Warga Bantaran

5 April 2026 - 15:48 WIB

Tepis Isu Tutup Mata, Polres Blora Tindak Tegas Penambangan Minyak Ilegal

5 April 2026 - 14:33 WIB

Polri Kerahkan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara Guna Perkuat Keamanan

5 April 2026 - 14:13 WIB

No Viral No Justice! Tengah Tangani Kasus Korupsi, Kanit Pidsus Polres Minahasa Pilih Resign Usai Dimutasi

5 April 2026 - 12:36 WIB

Trending di Kabar Viral