Ahli Pertahanan Alman Helvas Ali: Kemampuan ASW dan ASuW TNI AL Butuh Investasi Besar dan Kehendak Politik

Patrolihukum.net — Ahli pertahanan Alman Helvas Ali menegaskan bahwa kemampuan peperangan antikapal selam (ASW) dan antikapal permukaan (ASuW) TNI Angkatan Laut membutuhkan investasi yang cukup besar. Oleh karena itu, Alman menilai butuh kehendak politik (political will) dari pemimpin negeri untuk mewujudkan hal ini, mengingat sektor pertahanan, termasuk untuk meningkatkan kemampuan ASW dan ASuW, belum menjadi prioritas belanja pemerintah setidaknya pada tahun ini.

“Indonesia membutuhkan investasi cukup besar untuk membangun kemampuan ASW dan ASuW,” kata Alman saat berbicara dalam acara diskusi terkait dengan kemampuan ASW dan ASuW TNI AL di Jakarta, Selasa.

Investasi tersebut, menurut Alman, tidak hanya terbatas pada pembelian alutsista yang dapat menunjang kemampuan peperangan antikapal selam dan antikapal permukaan TNI AL, tetapi juga untuk mendukung industri pertahanan dalam negeri agar mampu memproduksi alutsista-alutsista tersebut.

Dalam diskusi yang sama, dia memandang perlu bagi Pemerintah untuk mempertimbangkan pembelian lisensi, terutama untuk sistem akustik dan elektronika, daripada membentuk kerja sama alih teknologi (offset) saat membeli alutsista dari luar negeri, jika ada komitmen membangun kemampuan ASW dan ASuW TNI AL.

“Peluang yang kita punyai adalah jika ingin membangun kemampuan penuh TNI AL untuk peperangan bawah air, itu harus didukung dengan menumbuhkan kapabilitas industri lokal. Untuk mendukungnya, industri lokal harus bisa memproduksi perangkat akustik bawah air dan perangkat elektronika bawah air,” katanya.

Alman menyebutkan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam produksi sistem akustik dan elektronika adalah melalui pembelian lisensi.

“Caranya adalah kita harus mengubah kebijakan offset menjadi lisensi. Dengan lisensi, kita akan mendapatkan gambaran penuh pengetahuan tentang bagaimana memproduksi peralatan akustik. Kalau offset, tidak akan jalan,” kata dia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *