Pewarta: (Edi D/Red)
Den Haag – Pemerintah Belanda melalui Markas Besar Angkatan Perang Belanda saat ini tengah mempersiapkan rencana pengiriman detasemen Angkatan Darat ke Irian Barat. Detasemen tersebut diperkirakan akan terdiri dari sekitar 400 hingga 500 orang, dengan sebagian besar anggotanya berasal dari satuan-satuan meriam penangkis serangan udara. Rencana ini muncul sebagai respon terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, terkait dengan situasi politik dan militer Indonesia.

Menurut sumber dari pemerintah Belanda, persiapan pengiriman detasemen ini juga mencakup pembangunan lapangan terbang untuk pesawat pemburu tempur, yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan Belanda di Irian Barat. Langkah ini dikaitkan dengan kekhawatiran Belanda terhadap kemungkinan serangan udara dari Indonesia, terutama setelah Indonesia memperoleh pesawat MiG dan pembom Iljusjin yang canggih.
Pernyataan Menteri Pertahanan Belanda yang disampaikan pada akhir Mei lalu, menyebutkan bahwa ancaman terhadap Irian Barat semakin besar seiring dengan kemajuan kekuatan militer Indonesia. Kalangan pejabat Belanda memperkirakan bahwa jika pemberontakan di Indonesia berhasil ditindas, kemungkinan besar Indonesia akan meningkatkan serangan terhadap Irian Barat dengan kekuatan yang lebih besar.
Sebagai langkah antisipatif, kalangan pejabat Den Haag bahkan mempertimbangkan pengiriman kapal induk pesawat “Doorman” ke perairan Irian Barat, jika keadaan semakin memanas. Langkah ini dianggap sebagai tindakan pencegahan dari Belanda untuk memastikan keamanannya di wilayah tersebut.
Sementara itu, menurut laporan “Volkstrant,” kalangan pemerintah Belanda memperkirakan bahwa reaksi Indonesia terhadap rencana ini akan terdiri dari “kegiatan-kegiatan propaganda” yang bertujuan untuk menghasut masyarakat. Namun, kalangan ini juga menekankan bahwa pengiriman detasemen tersebut bukanlah suatu bentuk serangan, melainkan langkah waspada yang diambil Belanda untuk melindungi kepentingan strategisnya di kawasan Irian Barat.
Dengan situasi yang semakin memanas, perhatian internasional kini tertuju pada potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut. Pemerintah Belanda dan Indonesia tampaknya berada dalam posisi yang saling waspada, dengan kekuatan militer masing-masing terus berusaha memperkuat posisi mereka di Irian Barat.























