Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Dugaan Malpraktik di RS Bayangkara, Korban Nurfitriyanti Meninggal Dunia

badge-check

Makassar, Sulsel – Bakri, orang tua korban dugaan malpraktik di Rumah Sakit Bayangkara, mengisahkan awal mula saat anaknya, Nurfitriyanti, akan menjalani operasi. Kasus ini menyita perhatian masyarakat dan tokoh agama setelah keluarga korban menjelaskan kronologi dugaan malpraktik yang dialami Nurfitriyanti.

Dugaan Malpraktik di RS Bayangkara, Korban Nurfitriyanti Meninggal Dunia

Dugaan Malpraktik di RS Bayangkara, Korban Nurfitriyanti Meninggal Dunia

Korban, Nurfitriyanti (20), mendatangi RS Bayangkara bersama orang tuanya pada akhir Mei 2024 untuk memeriksa sakit yang dialaminya. Setibanya di IGD, seorang perawat melakukan pemeriksaan USG yang menunjukkan adanya batu empedu. Hasil pemeriksaan tersebut tercatat pada 3 Juni 2024.

Bakri menjelaskan bahwa Nurfitriyanti pertama kali masuk RS Bayangkara pada 16 April dengan keluhan panas dingin dan keluar pada 20 April. Akhir Mei, Nurfitriyanti kembali masuk dengan keluhan sakit perut, dan setelah dilakukan USG, ditemukan batu empedu dan kista. Nurfitriyanti keluar dari RS pada awal Juni dan kembali masuk pada 12 Juni dengan keluhan sesak dan sakit perut.

Pada 13 Juni, Nurfitriyanti dijadwalkan menjalani operasi, namun operasi dilakukan lebih awal tanpa hasil USG baru. Saat di ruang operasi, dokter menyatakan bahwa empedu dan kista tidak bisa diangkat. Setelah operasi, Nurfitriyanti dirawat di ICU selama satu hari sebelum dipindahkan ke kamar biasa, namun dokter tidak pernah muncul, hanya asistennya.

Pada 24 Juni, jahitan operasi terlepas dan Nurfitriyanti mengalami sesak napas. RS Siloam menolak karena sudah dibedah, sehingga kembali ke RS Bayangkara. Awalnya ditolak karena penuh, namun akhirnya diterima setelah ibu Nurfitriyanti bersitegang dengan perawat. Nurfitriyanti kemudian diperiksa di atas mobil.

Jahitan operasi dibuka pada 29 Juni, namun pendarahan terjadi sehingga masuk ICU pada 3-4 pagi. Pada 30 Juni, kondisi Nurfitriyanti memburuk dengan selang dipasang di hidung dan mulut. Nurfitriyanti wafat pada 2 Juli 2024 sekitar pukul 07:15 WITA.

Dugaan Malpraktik di RS Bayangkara, Korban Nurfitriyanti Meninggal Dunia

Kasus dugaan malpraktik yang melibatkan dokter ahli penyakit dalam dan bedah berinisial ER.S di RS Bayangkara Makassar menguak. Korban harus dirawat di ICU dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban meminta pihak RS Bayangkara bertanggung jawab atas dugaan malpraktik yang menyebabkan kematian pasien.

“Kami meminta pihak terkait mengambil langkah tegas agar tidak ada lagi kasus serupa yang meresahkan keluarga pasien,” tegas Bakri.

*(Tim red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diminta APH Tindak Tegas, Proses Terbukti Penjarakan Oknum (Agl/LE) Terkait Kepemilikan 60 Jergen BBM Ilegal.

25 Maret 2026 - 23:22 WIB

Diminta APH Tindak Tegas, Proses Terbukti Penjarakan Oknum (Agl/LE) Terkait Kepemilikan 60 Jergen BBM Ilegal.

Pastikan Aman, Babinsa Sebulu Pantau Arus Lalu Lintas Penyeberangan Feri Serbaya

25 Maret 2026 - 08:12 WIB

Pastikan Aman, Babinsa Sebulu Pantau Arus Lalu Lintas Penyeberangan Feri Serbaya

Miris, Diduga Kuat Pencuri Kayu Di Hutan Cagar Alam Kecurian Lagi Bantalannya, Sudah Menjadi Tradisi.

25 Maret 2026 - 08:03 WIB

Miris, Diduga Kuat Pencuri Kayu Di Hutan Cagar Alam Kecurian Lagi Bantalannya, Sudah Menjadi Tradisi.

Gercep, Polres Probolinggo Kota Amankan Bukti Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Kademangan

23 Maret 2026 - 17:38 WIB

Gercep, Polres Probolinggo Kota Amankan Bukti Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Kademangan

Ketua LIBAS88 Nusantara M. Muhyidin Eviny Desak Ketegasan Aparat, Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Kota Probolinggo Kian Menguat

23 Maret 2026 - 15:34 WIB

Ketua LIBAS88 Nusantara M. Muhyidin Eviny Desak Ketegasan Aparat, Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Kota Probolinggo Kian Menguat
Trending di Hukum dan Kriminal