JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Rumah makan yang berada di Jalan Pegambiran, RT 13/RW 08, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, terbakar pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Peristiwa tersebut membuat aktivitas di sekitar lokasi berubah, sementara bangunan rumah makan mengalami kerusakan berat dan tampak porak-poranda setelah api melanda.
Kebakaran itu juga menyebabkan empat karyawan rumah makan mengalami luka. Mereka menjadi bagian dari dampak langsung peristiwa yang berlangsung pada pagi hari tersebut. Kondisi para karyawan serta penanganan terhadap mereka menjadi perhatian setelah api berhasil ditangani, meskipun rincian lebih lanjut mengenai keadaan masing-masing belum disampaikan dalam laporan awal.
Dari luar lokasi, rumah makan terlihat tidak lagi dalam kondisi seperti sebelum kejadian. Bagian bangunan yang terdampak kebakaran menyisakan area yang rusak dan berantakan. Situasi tersebut memperlihatkan besarnya dampak kebakaran terhadap tempat usaha yang berada di lingkungan Jalan Pegambiran itu, sekaligus membuat lokasi menjadi pusat perhatian warga di sekitarnya.
Peristiwa ini tercatat sebagai kebakaran rumah makan di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, dengan empat karyawan terluka. Informasi awal mengenai kejadian berfokus pada lokasi, waktu, serta kondisi bangunan setelah terbakar. Belum terdapat keterangan yang disampaikan dalam bagian ini mengenai nilai kerugian maupun faktor yang menyebabkan kerusakan pada rumah makan tersebut. Perkembangan penanganan dan informasi resmi lain terkait kejadian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampaknya.
Saksi mata bernama Haikal menuturkan bahwa kebakaran di rumah makan tersebut diduga bermula saat aktivitas memasak sedang berlangsung. Menurut keterangannya, kebocoran gas diduga terjadi ketika para karyawan masih menggunakan sejumlah peralatan memasak di area dapur. Kondisi itu kemudian diduga memicu munculnya api dari bagian mulut salah satu tabung atau selang gas yang digunakan untuk memasak.
Haikal menjelaskan, api yang muncul dari salah satu sumber gas tersebut diduga menyambar api dari gas lainnya. Sambaran itu membuat kobaran api diduga membesar dalam waktu singkat dan menyebar di area rumah makan. Situasi tersebut menyebabkan kepanikan, sementara para karyawan dan orang-orang di sekitar lokasi berupaya menyelamatkan diri serta menjauh dari titik kebakaran. Berdasarkan penuturan saksi, dugaan kebocoran gas menjadi rangkaian awal sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Kobaran api itu disebut diduga berlangsung kurang lebih satu jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Petugas diduga melakukan penanganan setelah menerima laporan mengenai kebakaran dan segera mengerahkan unit untuk mengendalikan api. Proses pemadaman dilakukan hingga kobaran tidak lagi mengancam bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Keterangan Haikal tersebut merupakan kesaksian mengenai dugaan awal terjadinya kebakaran, bukan kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden. Karena itu, kebocoran gas dan rangkaian sambaran api tersebut masih diduga menjadi pemicu berdasarkan pengamatan saksi mata. Penentuan penyebab pasti kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang, termasuk pengecekan terhadap instalasi gas, peralatan memasak, serta kondisi area dapur setelah proses pemadaman selesai.
Rony, salah satu karyawan rumah makan, berada di lokasi ketika kebakaran terjadi. Ia tidak hanya menjadi saksi atas munculnya api, tetapi juga termasuk korban dalam peristiwa tersebut. Situasi berubah menjadi panik ketika kobaran api membesar dan membuat orang-orang di sekitar lokasi harus segera berusaha menyelamatkan diri. Dalam keadaan tersebut, Rony mengambil tindakan evakuasi untuk menjauh dari sumber api.
Untuk menyelamatkan diri, Rony melompat ke toko yang berada di sebelah rumah makan. Tindakan itu dilakukan saat api semakin membesar dan kondisi di tempat kejadian tidak lagi aman. Lompatan tersebut menjadi langkah yang dipilih Rony agar dapat keluar dari area yang terdampak kobaran api. Peristiwa itu menunjukkan kepanikan yang dialaminya sebagai karyawan sekaligus saksi kebakaran.
Keterangan mengenai tindakan Rony menggambarkan bahwa evakuasi berlangsung dalam situasi yang mendesak. Ia harus segera mencari jalan untuk menjauh dari api tanpa menunggu keadaan kembali terkendali. Keputusan untuk melompat ke toko di sebelah menjadi bagian penting dari upayanya menyelamatkan diri ketika kebakaran membesar di rumah makan tersebut.
Rony kemudian tercatat sebagai salah satu karyawan yang menjadi korban kebakaran. Kesaksiannya juga memberikan gambaran tentang kondisi genting yang terjadi saat api mulai membesar. Namun, tindakan yang dilakukan dalam peristiwa itu dapat dirangkum secara jelas: Rony menyadari bahaya, mengalami kepanikan, lalu melompat ke toko di sebelah untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Evakuasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung terhadap situasi kebakaran yang mengancam keselamatannya.
Kebakaran yang melanda sebuah rumah makan di Rawamangun berdampak serius terhadap para pekerja dan orang-orang yang berada di sekitar bangunan. Berdasarkan keterangan Rony, empat karyawan rumah makan lainnya dilaporkan mengalami luka bakar berat. Cedera tersebut mengenai sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, badan, hingga paha. Informasi itu menggambarkan besarnya dampak api terhadap karyawan yang berada di dalam atau dekat area rumah makan ketika kebakaran terjadi.
Keterangan mengenai kondisi para karyawan disampaikan dalam konteks upaya mereka menyelamatkan diri dari bangunan yang terbakar. Bagian tubuh yang terdampak menunjukkan bahwa api tidak hanya mengenai satu lokasi tertentu, melainkan menimbulkan luka pada beberapa area tubuh. Namun, tidak terdapat informasi lebih lanjut mengenai bentuk penanganan atau perkembangan kondisi para korban, sehingga keterangan yang tersedia terbatas pada jenis dan lokasi luka yang dilaporkan.
Selain para pekerja yang mengalami luka bakar, seorang ibu bersama anaknya juga dilaporkan berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari atap bangunan atau rooftop. Tindakan tersebut disebut dilakukan dalam situasi kebakaran, ketika keduanya berupaya keluar dari area yang terdampak. Keterangan ini menambah gambaran mengenai kepanikan dan bahaya yang dihadapi orang-orang di dalam bangunan saat api menyebar.
Haikal turut menyebut adanya dua karyawan rumah makan lain yang mengalami luka. Dalam kejadian tersebut, satu orang juga dilaporkan kehilangan telepon seluler dan dompet. Rangkaian dampak itu menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menyebabkan luka pada karyawan, tetapi juga membuat sejumlah orang harus mencari jalan keluar dengan cepat dan kehilangan barang pribadi. Seluruh informasi tersebut merujuk pada keterangan Rony dan Haikal, tanpa rincian tambahan mengenai kondisi medis maupun langkah penanganan terhadap para korban.
















